Paling emosian
Kevin -
Romeo -
Barta -
Stef -
***
"Ini kamu pegang."
Phoebe baru keluar dari kamar mandi dan bergabung dengan Barta di atas tempat tidur, tiba-tiba Barta menyerahkan tiga kartu pada phoebe yang sedang mengerutkan dahi.
"Ini apa, Bar?" Tanya Phoebe menunjukkan di tangannya.
"Ini tabungan khusus aku. Ini penampungan hasil royalty bikin komik, gambar dan lain-lainnya. Terus ini dari café basecamp." Jelasnya sambil menunjuk satu persatu, membuat Phoebe mengerjab tidak percaya.
"Terus buat kamu apa?"
Barta mengambil dompetnya dari laci nakas, "Ada satu lagi ini." Jawabnya.
Phoebe mengerucutkan bibir, "Kenapa dikasih sama Bee semua? Buat apa? Bee kan udah punya satu dari mama." Tanyanya
"Buat kamu pake dan simpan." Barta kembali serius dengan tab-nya. Sedangkan phoebe memperhatikan satu persatu kartu tersebut, semuanya tertera nama suaminya. Aratha Adhitama, nama asli Barta. Barta hanya nama panggilan orang-orang terdekatnya saja karena dulunya dia sangat genit alias barbar. "Kamu istri, pegang duit suami."
"Bee nggak bisa nerima ini." Tolak Phoebe menyerahkan kembali pada Barta.
"Kenapa?" Barta menoleh sembari menyipit.
"Ini kartu penting semua. Bee takut hilang, Bee ceroboh."
Barta memuar bola mata, "Nggak hilang kalau kamu nggak taruh sembarang." Katanya.
"Bee juga nggak tahu buat dipake beli apa aja."
Barta meringis gemas, "Kebutuhan kamu, Bee. Beli pakaian, sepatu atau apalah terserah."
"Bee nggak tahu, Bar." Barta mencebik, "Kamu simpan aja. Bee nggak mau, takut hilang." Phoebe masih bersikukuh menolak membuat Barta geram.
"Pegang aja dulu. Nanti kalau hilang, aku nggak kasih pegang barang berharga lagi."
"Sampe kapan?"
"Sampe kamu ceroboh lagi!"
Phoebe mengerucutkan bibirnya, tidak ada pilihan lain selain menerima ketiga kartu tersebut. "Terus yang satunya punya Bee gimana, Bar."
"Punya banyak kan nggak masalah! Itu tetap buat kamu, tapi jangan boros." Akhirnya Phoebe mengangguk lagi.
"Terus ini Bee taruh di dompet atau dimana?"
Barta menghela nafas panjang mulai naik pitam, "Di laci paling bawah aja. Jangan dibawa kemana-mana. Kalau ada keperluan penting dan mendadak baru dipake semua." Phoebe mengangguk semangat dan turun dari ranjang untuk menyimpan semua kartu tersebut di laci. "Passwordnya tanggal lahir kamu." Tambah Barta lagi.
"Kenapa tanggal lahir, Bee?"
"Biar kamu nggak lupa."
Phoebe menggeleng, "Nggak mau! Bee penginnya tanggal pernikahan kita." Barta memutar bola mata. "Bee lebih ingat sama tanggal pernikahan kita."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)