Bab 65. Penyusunan Rencana

56.7K 5.8K 231
                                        

Urutan Cantik

Queensha -

Nina -

Phoebe -

Citra -



***

            Sampai keesokan harinya, Phoebe masih cemberut karena belum mendapatkan jawaban yang bisa membuatnya tenang. Tentu saja, seorang cewek foto bareng sama Barta, terus Barta di tag di instagram. Istri mana yang tidak curiga?

Terutama model istrinya seperti Phoebe. Kalau tidak dijelaskan sampe ke akar-akarnya, dia tidak akan percaya.

"Dia teman sekelas aku." Jawab Barta melihat wajah tidak bersahabat Phoebe ketika mereka mau sarapan. Phoebe mengelus perut buncitnya dan duduk di atas tempat tidur, sedangkan Barta ada di kursi sedang mengenakan sepatu. "Udah kenal dari dulu. Dia sering ikut olimpiade, makanya kenal udah lama."

"Pinter dong?" Balas Phoebe cepat sehingga Barta mengangguk mengiyakan. "Tipe kamu banget!"

"Ya, gitu..." Jawab Barta tidak yakin. Phoebe langsung mendengkus, wajahnya masih ditekuk sejak Barta bangun tadi pagi.

"Bee nggak mau kamu deket-deket sama dia. Dia udah berani post foto kamu di instagram."

"Apa salahnya?"

"Dia suka sama kamu!"

"Tau dari mana?"

Phoebe makin kesal. "Cewek kalau post foto berdua sama cowok pasti suka."

"Nggak semua. Flara nggak mungkin begitu, aku udah kenal lama." Elak Barta tidak terima dengan tuduhan istrinya.

Phoebe menggengeng tidak terima, "Dia nggak dekat sama kamu selama kita menikah. Kalau deket dari dulu masih wajar."

Barta memutar bola mata setelah kembali berdiri, "Jangan curigaan melulu. Kamu kebanyakan curiga jadi parno." Katanya. "Ayo turun." Barta meraih tangan Phoebe dan menggenggamnya.

"Bee pernah rasain suka diam-diam sama kamu. Foto kamu suka Bee pantengin tiap hari. Mau post nggak berani, beraninya cuma dijadiin wallpaper aja."

Barta terkekeh, tentu saja bangga. Istrinya itu sangat memujanya dari dulu hingga sekarang. "Aku yakin dia nggak begitu. Mungkin dia terlalu senang kami bisa satu kelas." Phoebe hendak protes lagi tetapi Barta langsung menambahi. "Jangan cemberut lagi. Nanti dedek bayinya suka ngambekan kayak kamu." Katanya sembari mencubit pipi Phoebe.

Phoebe langsung diam, menurut pada Barta dan mereka menghampiri kedua orang tuanya di meja makan. Barta menarik kursi untuk Phoebe yang kian hari makin kesusahan bergerak bebas.

Rachel mengerutkan dahi melihat wajah menantunya yang sepertinya ada masalah. Meskipun ditutupi dengan wajah sumringahnya, tetapi kedua mata Phoebe tidak bisa berbohong, dan Rachel mengetahuinya.

Selesai sarapan, Barta pamit pada kedua orang tuanya sembari menyalami tangan mereka. Sedangkan Phoebe ikut mengantar hingga ke depan rumah. Setiap hari begitu kalau Barta pergi, Phoebe mengantar kepergian suaminya.

"Bee ada masalah sama Barta?" Tanya Rachel ketika Phoebe kembali ke dapur dan mertua laki-laki Phoebe sudah pergi juga.

Phoebe mengangguk ragu. "Sekelas Barta post foto mereka berdua di instagram, ma, terus Barta di taq. Bee yakin Flara suka sama Barta." Jelasnya sedih.

"Kamu yakin?" Tanya Rachel lembut.

Phoebe kembali mengangguk. "Iya, ma. Mereka udah kenal lama. Barta dan Flara sering ikut olimpiade."

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang