Up terooossss....
***
"Gila!! Parah!!"
Stef tergelak sembari memukuli meja melihat Barta membawa setumpuk buku dari perpustakaan. Sejak masuk sekolah, baru kali ini masuk perpustakaan demi Phoebe. Cowok itu sungguh-sungguh ingin mengajari istrinya untuk menghadapi ujian kelulusan.
"Ck!" Barta berdecak kesal.
"Gue nggak nyangka, seorang Barta ternyata memiliki hati malaikat. Sebelum ujian ngajarin bin-" Barta langsung meringis. "Ceweknya." Goda Stef tanpa bisa melunturkan ejekan dari wajahnya.
"Jangan strees ya, Bar" Ejek Romeo terkekeh.
"Rasanya melebihi ngajarin anak TK." Jawab Barta frustasi.
Ketiga cowok itu tergelak, semakin senang dengan penderitaan Barta. Cowok itu tidak ambil pusing, tetap tenang menyeruput es tehnya.
"Lo baru ngajarin beberapa hari udah nyerah. Gue ngajarin cewek gue seumur hidup nggak bisa-bisa! Parahan mana?" Kata Romeo tanpa dosa.
"Otaknya kayaknya gak fungsi ya." Barta mengangguk membenarkan.
Stef kembali tergelak, miris melihat kedua sahabatnya yang kesulitan. "Lo yang bego, Rom. Seumur hidup lu ngajarin Queensha masa nggak bisa?"
Romeo mendengkus. "Malem-malem ntar udah bisa menguasai semua, tapi tiba besoknya ujian nilainya tetap aja dibawah lima." Curhatnya.
"Parah!" Kevin ikut nimbrung.
"Lo beruntung punya cewek pinter. Tanpa di ajarin bisa. Juara paralel pula." Kata Barta pada Kevin. "Nina juga masuk kelas akselerasi." Lanjutnya.
Stef langsung bangga. "Sejak kecil kita belajar bareng. Pelan tapi serius, sama seperti hubungan kami. Pelan tapi bentar lagi naik pelaminan." Cengirnya.
"Anjing!"
"Bangsat!"
"Babi!"
Ketiganya mengumpat jijay. Paling alay jika sudah menyangkut hubungannya dengan Nina. Heran aja cewek itu betah banget sama cowok sambleng macem Stef. Udah nyusahin dari kecil, besarnya juga bikin pusing.
"Iri-iri bae!" Cengir Stef tanpa dosa.
Ketiga cowok itu mendengkus, tidak berselera makan batagor di depan masing-masing lagi. "Lebay lo!" Umpat Kevin.
"Biarin! Dari pada mantan rasa pacar?" Ejeknya tidak mau kalah.
Kevin kembali menggeram. Tapi tidak bisa menonjok cowok itu di sana. Bisa ricuh sekantin, lagi pula dia sudah berjanji akan mengurangi kadar emosi berlebihannya. Sekarang ceweknya makin berani minta yang aneh-aneh. Salah satunya mengontrol emosi. Hem, mulai berani dia, eh?!
"Lebih enaknya bini rasa pacar sih." Timpal Romeo mengejek.
"Iya juga. Sodara rasa pacar juga nggak kalah menarik." Barta ikut gila.
"Gue juga. Tunangan rasa pacar." Stef ikut muji diri sendiri.
Ketiga cowok itu kembali memutar bola mata. Sehingga Stef tidak bisa menghentikan gelak tawanya. Dia memang gila akut.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)