Urutan tertua :
Kevin -
Romeo -
Barta -
Setip -
Noted : Di tahun yang sama, beda bulan aja. Kevin sama Romeo cuma beda beberapa hari ini. Gak nyampe seminggu.
***
Barta langsung kembali ke kamar inap Phoebe setelah membeli sate untuk istrinya. Dia merasa was-was ketika memasuki ruangan tersebut, tidak yakin akan aman dari amukan mertua serta kedua orang tuanya.
Tetapi Phoebe sedang menunggunya sekarang. Barta memang harus menerima kenyataan atas konsekuansi dari semua yang dilakukannya di masa lalu. Dia menghela nafas kasar dan menorong pintu pelan. Ternyata Phoebe masih setia menunggu sambil main ponsel di atas bangsal.
"Bar..." Phoebe sumringah sembari meletakkan ponsel di atas meja sampingnya, menyambut suaminya dengan suka cita seperti biasanya. "Bee lapar banget sekarang." Katanya.
Barta tersenyum kecut, dia bergabung dengan istrinya sambil membuka bungkusan sate yang dibelinya tadi di atas meja lipat kecil di depan Phoebe. "Kamu suka?" Tanya Barta terkekeh, pasalnya Phoebe langsung menyambar tusukan sate tersebut dan memakannya rakus.
"Bee selalu suka sama sate ini. Kak Bintang juga, kamu harus suka juga. Terus nanti kalau adek bayinya udah gede, harus suka juga." Barta kembali terkekeh lalu mengacak-acak rambut istrinya. Beginilah Phoebe. Istrinya yang masih kekanak-kanakan terjebak dalam tubuh remajanya. "Bar, buat kamu lima aja ya. Jangan minta punya Bee sama adek bayi."
"Iya." Barta menurut.
Phoebe sangat puas, dia kembali melahap tusukan sate satu persatu. "Bar, kata mama, Bee keluar dari rumah sakit dipercepat."
Barta berhenti mengambil tusukan sate yang lain, dia menatap Phoebe tajam. "Kenapa?"
"Bee istirahatnya di rumah aja." Jelasnya. "Nanti biar aman di rumah, terus nggak repot katanya mama."
"Sekarang mama kemana?"
"Udah pada pulang." Barta diam, potongan sate yang dikunyahnya bagai duri yang melewati tenggorokannya, dia susah untuk menelan. "Bar, kenapa nggak makan lagi? Punya kamu kan masih sia empat lagi." Phoebe kebingungan melihat suaminya berhenti makan.
"Buat kamu aja." Barta tersenyum tipis sambil menyapu jempol tangannya di bibir Phoebe untuk membersihkan bumbu sate yang berceceran.
"Kamu nggak suka ya, Bar? Ini kan sate terenak yang pernah Bee makan." Phoebe cemberut.
"Suka." Jawab Barta mengelak.
"Yaudah, kamu harus habisin. Bee, kan, udah bilang tadi, kamu harus suka sama satenya." Phoebe maksa. Barta mengambil tusukan lain dan memasukkan ke mulutnya. Dia memperhatikan istrinya kembali makan dengan lahap sampai berkeringat. Barta dibuat tersenyum lagi, dia membantu Phoebe minum dan mengelap keringat yang di dahinya.
Meskipun lima tusuk, namun sangat menyiksa bagi Barta. Rasanya hambar, namun jika dia berhenti makan, Phoebe cerewet kembali berkomentar serta memaksa suaminya untuk menghabiskan jatahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Novela JuvenilSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)