Bab 47. Metode Baru

69.9K 6.2K 258
                                        


            "Ini bisa. Bee bisa jawab."

Phoebe tersenyum senang, dia menoleh pada Barta di sampingnya. Cewek itu langsung menghambur memeluknya dan mengecup pipi cowok tersebut. Barta mengikuti perkataan Stef tadi siang, dan hasilnya lumayan. Dari dua puluh soal pertanyaan, cewek itu bisa menjawab lima.

Sama sekali tidak ada amarah, Barta mengajarinya dengan sabar dan pelan-pelan. Langsung sigap jika Phoebe bertanya. Cewek itu terlihat lebih rileks, tanpa terbebani menerima metode pengajaran baru tersebut.

"Iya, jangan lupa lagi ya." Kata Barta lembut sembari mengelus kepala cewek itu.

"Iya. Bee akan berusaha biar nggak lupa." Jawab cewek itu. "Nanti ujiannya seperti ini kan?" Barta mengangguk. Phoebe kembali tersenyum lebar. "Kalau seperti ini, Bee yakin bisa. Soalnya cara ngerjainnya lebih gampang dari kemarin-kemarinnya." Barta mengerutkan dahi, sepertinya tidak ada bedanya jalan pengerjaannya seperti kemarin. Hanya saja Barta kali ini ngajarinnya nggak pake urat. "Kak Bintang juga ngajarinnya begini."

Senyum Barta langsung kecut. Phoebe kadang oonnya nggak ketulungan banget. Polosnya itu pengen Barta ceburin ke lubang buaya. Biar sekalian aja cewek itu di makan buaya. Gemes banget pengen jitak.

"Nanti kamu hapalin juga ya." Barta mengeluarkan notes kecil dari balik bukunya. "Aku udah catet yang penting-pentingnya. Kemungkinan besar keluar nanti ujian."

Phoebe menerima dengan senang hati. Dia kagum, Barta menulis semua itu untuknya. "Ini tulisan tangan kamu?" Cowok itu mengangguk membenarkan. "Dimana nulisnya? Tulisan kamu keren."

"Di kelas." Jawab Barta lagi.

"Kamu nggak belajar tadi?" Cowok itu diam, Phoebe langsung cemberut. "Bee merasa bersalah, demi Bee, kamu nggak belajar."

"Aku udah menguasai materinya. Buat apa dipelajari lagi? Tadi cuma ngulang-ngulang aja." Cowok itu menenangkan.

Phoebe mengangguk senang. Kelas mereka memang sudah tidak aktif lagi, namun beberapa mata pelajaran yang inti masih di ulang-ulang lagi untuk mempermudah proses ujian nanti.

"Makasih, Bar. Bee seneng banget." Cewek itu membolak-balikkan buku kecil tersebut. Dia yakin semakin gampang mengingatnya, Phoebe mencintai Barta, sehingga apapun yang diberikan cowok itu pasti akan mengingatnya.

Terutama hari ini, cowok itu berbeda dari biasanya. Mereka lebih santai dan juga dekat. Phoebe sangat menyukainya, ingin mereka terus seperti itu.

"Ayo siap-siap. Kita beli boneka panda, tapi nanti malam belajar lagi." Ajak cowok itu sembari menoleh pada jam digital di atas nakas.

Phoebe terkejut. Baru kali ini Barta mengingat janjinya. Senyumnya langsung sumringah, Phoebe mengangguk dan membereskan meja tersebut.

Sekarang masih sore, Barta mengajaknya sekalian nanti makan malam di luar. Biar Phoebe segar, sehingga proses belajarnya makin lancar nantinya.

Cewek itu buru-buru mandi, dia sudah tidak sabaran membawa pulang boneka bayi panda. Barta mengerutkan dahi, namun sesaat kemudian tersenyum gaje. Merasa bukan dirinya seperti selama ini.

Dia juga bersiap-siap, bergantian mandi dengan Phoebe. Cewek itu sudah selesai, dia sedang memilih pakaiannya di lemari. Senyumnya tak lepas dari bibirnya, tidak ingat lagi tentang kejadian sebelumnya.

Phoebe mudah memaafkan Barta, terutama jika sudah seperti ini. Pengalam baru lagi yang di alaminya bersama cowok itu.

"Ayo, Bar." Kata Phoebe semangat. Dia sudah siap dengan baju santai dan sling bag di bahunya. Barta mengangguk, mengambil kunci mobil lalu mereka keluar dari kamar. Cowok itu membiarkan Phoebe menggandeng lengannya erat.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang