Hassek judulnya.
***
"Kamu nggak pernah suka sama Barta?"
Phoebe mengerutkan tidak percaya pada cewek di depannya. Entah bagaimana cara mereka akhirnya bisa sedekat ini. Awalnya hanya saling menyapa ketika bertemu, lalu terlibat dalam suatu obrolan. Setelahnya terbiasa dan mereka akhirnya dekat seperti sekarang ini.
Phoebe dan Azalea sering ke kantin bersama. Kelas mereka bersebelahan, memudahkan keduanya untuk selalu bertemu. Meskipun sebelum ini jarang bertemu dan tidak pernah terlibat pada sebuah obrolan.
"Nggak." Azalea menggeleng polos.
Barta paling sensi kalau melihat mereka berdua bersama. Terutama jika sudah bercanda dan tergelak seperti sahabat karib. Keduanya cewek polos yang berasal dari kelas yang memiliki otak pas-pasan. Lebih baik dua tingkat dari kelas Queensha, cewek Romeo.
Phoebe seperti tidak masalah berteman akrab dengan Azalea yang jelas-jelas pernah ditaksir oleh Barta untuk dijadikan pacar. Begitu juga dengan Azalea yang sama sekali tidak peka atau merasa risih makin dekat dengan pacar teman dekatnya.
"Kenapa bisa? Bee aja udah lama naksir Barta." Kata Phoebe tak kalah polos.
Azalea terkekeh. "Terus kenapa kamu nggak ngungkapin?"
"Bee kira kamu dan Barta jadian. Kata temen-temen aku begitu. Barta pernah nganter kamu pulang ke apartemen." Azalea tergelak. Membuat Phoebe mengerutkan dahi tidak mengerti.
"Lea kan udah punya kak Zafran dari dulu." Terangnya. "Cuma kak Zafran yang Lea punya. Begitu juga dengan kak Zafran, dia cuma punya Lea."
"Pacar Lea?" Phoebe mengerutkan dahi.
Azalea mengangguk. Selama ini mereka tidak pernah berbicara seserius ini. Sebelumnya hanya sebatas keluh kesah di sekolah dan beberapa topic lain.
"Hem, apa ya? Kak Zafran itu udah seperti kakak buat Lea. Tapi kak Zafran itu juga papanya baby Lea." Akunya pelan. Keduanya sedang duduk di kedai es krim yang tidak jauh dari sekolah. Tepatnya ada di samping sekolah mereka.
"Baby?" Phoebe memekik.
"Sttt... suara Bee jangan kenceng-kenceng." Azalea mengingatkan. Cewek itu buru-buru menutup mulut dan berjanji akan pelan-pelan.
"Lea hamil ya?" Bisiknya kemudian.
Azalea mengangguk membenarkan. "Ini rahasia kita ya. Jangan sampe pihak sekolah tahu." Lanjutnya mengingatkan lagi.
Phoebe mengangguk setuju. Dia mendekatkan badannya pada Azalea di depannya. "Sejak kapan Lea hamil?"
"Udah mau tiga bulan." Bisiknya pelan.
"Anaknya kak Zafran?" Azalea mengangguk membenarkan. "Bukan anaknya Barta, kan?"
"Sembarangan kamu, Bee. Nggak mungkin lah!" Azalea cemberut.
"Kenapa bisa?" Phoebe bertanya mengabaikan perubahan wajah Azalea.
"Lea dan kak Zafran itu sejak kecil udah bareng. Dulu tinggalnya dipanti asuhan. Tapi sejak kak Zafran kerja, Lea dibawa sama kak Zafran."
"Terus?" Phoebe mulai kepo.
"Terus Lea suka tidur sama kak Zafran." Ceritanya. Cowok yang di anggap saudara berpaut umur sepuluh tahun darinya.
"Making love?" Phoebe menebak pelan-pelan.
Azalea terkejut. "Bee tahu juga?" Phoebe mengangguk membenarkan. "Bee sama Barta pacaran kan?" Cewek itu mengangguk ragu, Barta selalu mengakui dirinya sebagai pacar di depan teman-temannya. "Bee sama Barta udah pernah makin love?"
Phoebe mengangguk polos. "Sering." Jawabnya.
"Sering?" Beo Azalea tidak percaya.
Phoebe kembali mengangguk. "Waktu dekat sama sama Lea, Barta nggak pernah ngajak Lea making love ya?"
"Nggak pernah." Azalea menggeleng. "Barta orangnya sopan banget. Megang tangan Lea aja cuma beberapa kali. Itu juga bantu Lea."
"Barta nggak macem-macem sama Lea, serius?"
Azalea mengangguk membenarkan. Lalu dia sumringah setelahnya. "Kalau Barta ngajak Bee making love, berarti Barta cinta sama Bee."
"Serius?" Phoebe berbinar.
"Kak Zafran bilang begitu." Ceritanya. "Kak Zafran cinta sama Lea, makanya ngajakin Lea making love."
"Gitu ya?" Azalea mengangguk membenarkan. "Bee juga sedang hamil sekarang." Lanjutnya pelan.
Azalea membulatkan mata tidak percaya. "Bee juga hamil?" Cewek itu mengangguk membenarkan.
"Wah..., kita bisa ke dokter bareng-bareng dong." Azalea berbinar. "Lea punya dokter baik. Cowok ganteng." Ceritanya semangat. "Bee harus satu dokter sama Lea biar barengan terus."
"Kapan Lea mau konsultasi lagi?"
"Harusnya kemarin. Tapi kak Zafran belum pulang jadinya besok." Phoebe mengangguk mengerti. "Gimana kalau kita pergi bareng-bareng hari ini? Sekalian kenalan sama dokternya. Bee nggak sibuk kan?"
Phoebe mengangguk lagi. Dia memang tidak memiliki kesibukan lagi. Barta menyuruhnya pulang sendiri, cowok itu mau main futsal langsung bersama teman-temannya.
"Ayo..." Phoebe akhirnya menyetujui cewek itu. Azalea sumringah, langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Zafran. Sedangkan Phoebe diam saja, sama sekali tidak mau memberitahukan pada Barta. Cowok itu pasti tidak membalasnya, sia-sia saja jika dia berharap pada cowok itu.
***
Jakarta, 06.10.18
Ciye... siapa nih yang kecewa karena judul?
Tsah! Bee dan Lea mau kontrol bareng tuh kwkwkw
Hem, bisa jadi karena ke-oon-an mereka berdua nanti. Anak-anaknya dijodohin.
Matik si Barta, mantan gebetan jadi besanan haha
Follow ig
ila_dira
iLaDira69
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Ficção AdolescenteSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)