Bab 67. Bersama Bintang!

57.9K 6.2K 420
                                        

Urutan Paling Tegap

Kevin -

Romeo -

Stef -

Barta -



***


Barta mengernyit sesampainya di rumah masih hampir sore. Dosennya sedang berhalangan sehingga tidak jadi masuk. Sekarang badannya tidak lagi seletih sebelumnya, dia sudah mulai kebal dan terbiasa dengan jadwal perkuliahan.

"Ma, nggak jadi pergi sama Phoebe?" Tanya Barta saat melihat Rachel sedang membaca majalah sambil minum teh di ruang tamu. Pasalnya, setiap Phoebe mendengar suara Barta, cewek itu langsung sumringah menyambutnya. Kali ini Barta merasa rumah itu sepi dan tidak menemukan Phoebe.

"Nggak jadi." Jawab Rachel santai. "Tadi teman Phoebe datang,"

"Queensha sama Oren?" Tanya Barta mengernyit.

"Nggak." Rachel menggeleng. "Bintang yang datang. Mereka pulangnya nanti agak maleman, udah ijin sama mama tadi."

"Bintang?!" Barta memicing.

Rachel mengangguk santai, "Iya, Bintang yang kerja di rumah sakit yang sama dengan mama Phoebe."

"Kenapa mama kasih ijin?" Barta kesal.

Rachel menghela nafas dan memandang Barta serius. "Jangan terlalu mengekang Phobe. Dia masih muda dan nggak seperti remaja lainnya. Perasaannya sangat sensitive terutama dengan kehamilannya sekarang. Bagaimana mama bisa menolak ketika dia melihat Bintang datang wajahnya langsung ceria dan melupakan penolakan kamu tadi pagi." Jelas mamanya. "Bar, mau kemana?"

Barta tidak menjawab, masih menggendong ransel keluar dari rumah. Barta sangat kesal, sebelumnya sudah mengingatkan Phoebe agar tidak pergi bersama cowok lain selain dirinya. Sekarang cewek itu memanfaatkan keadaan dan pergi bersama Bintang.

Dia menggeram marah ketika ponsel Phoebe tidak bisa dihubungi. Kebiasaan Phoebe yang tidak bisa di ubah. Sering kali tidak menyadari ponselnya kehabisan batre. Setidaknya dia memberi kabar pada suaminya kalau ingin pergi bersama orang lain.

Sementara dilain tempat, Phoebe dan Bintang sedang ada di taman bermain. Phoebe tersenyum lebar dikelilingi gelembung-gelembung air yang ditiup oleh Bintang di dekatnya.

Sesekali Phoebe menengadahkan tangan sehingga gelembung itu pecah dan membasahi telapak tangannya. Dia kemudian tergelak senang dan berputar-putar sambil mendongak.

"Kak, Bee, mau lagi." Kata Phoebe pada Bintang ketika merasakan gelembung-gelembung itu semakin berkurang banyak.

"Sudah, nanti kamu capek." Tolak Bintang lembut.

Phoebe cemberut dan memegang lengannya lalu menggoyang-goyang pelan. "Bee pengen lagi, Kak. Gelembung-gelembungnya cantik. Bee suka." Phoebe menunjukkan wajah imut sehingga Bintang tak kuasa menolak.

"Baiklah." Kata Bintang sembari mencubit pipinya gemas.

Phoebe bersorak gembira dan mengambil jarak lagi dari Bintang. Kembali berputar-putar pelan dihujani oleh gembung-gelembung. Sudah beberapa tempat yang mereka kunjungi hari ini. Phoebe benar-benar melupakan kejadian tadi pagi, tidak ada lagi kesedihan di wajahnya sejak Bintang mengajaknya pergi.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang