"Itu apa?"
Barta mengernyit. Buru-buru Phoebe menyembunyikan catatannya ke dalam tas. Barta bersikukuh ingin melihatnya, karena dari tadi Phoebe sibuk membuka catatan ketika dia sedang lengah. Barta mengambil tas Phoebe dan mengecek isinya. Dia terdiam, list perjalanan mereka hari ini lengkap dengan jadwalnya.
Pantas saja cewek itu kadang buru-buru ke tempat lain. Dia menemukan alasannya. Phoebe ingin melakukan banyak hal dengan Barta.
"Kenapa dicatat?" Barta mengernyit.
"Itu..." Phoebe gugup dan memandang kertasnya di tangan Barta. Dia tidak berani menatap mata Barta yang menatapnya tajam.
"Kamu robot?" Barta kesal. "Kalau suka kenapa harus buru-buru ke tempat lain?"
"Bee mau kita jalanin semua. Ngelilingi Taman Safari." Phoebe memelankan suaranya.
Barta menghela nafas berat. "Nggak harus mencantumkan jadwal, Bee." Ucapnya frustasi. "Kamu ngehitung waktu di sini. Dari pagi sebelum berangkat. Kamu juga nulis jadwal bangun dan mandi." Barta mendengkus. "Ke kandang buaya sepuluh menit, foto sama buaya." Dia membaca tulisan cewek itu.
"Bee..."
"Nggak!" Barta tidak mau mendengar alasan lagi. "Buang atau simpan! Kita jalan tanpa catatan itu lagi. Kalau kamu ngotot mending pulang aja!"
Phoebe mengeleng cepat. "Nggak mau! Bee simpan catatannya." Dia buru-buru menyimpan catatan tersebut ke dalam sling bag-nya.
"Jangan biasain kalau jalan sama aku." Tegas Barta. "Kalau nggak bisa jalanin semua hari ini, lain kali ke sini lagi."
Phoebe mengerucutkan bibirnya. "Kamu mau ke sini lagi sama aku?" Phoebe mengerutkan dahi.
"Iya."
Phoebe tidak percaya. "Kamu mau?"
"Iya!" Barta meninggikan suara.
Phoebe langsung berbinar senang. Dia menggandeng lengan suaminya dan menyengir lebar sambil mengangguk setuju. "Ayo ke sini lagi lain kali."
"Hem." Barta hanya berdrehem. Masih banyak yang belum mereka kunjungi di daftar tersebut. Kalau nggak baca ulang, Phoebe pasti lupa. Sekarang aja udah nggak ingat mau kemana lagi. Dia mencoba mengingat-ingat lagi tujuan selanjutnya. "Sekarang ke kandang panda." Kata Barta membantu. Phoebe langsung berbinar dan mengangguk.
Tidak mau melepas lengan barta barang sebentar saja, mereka memasuki kandang panda yang diidam-idamkan oleh istrinya tersebut.
Barta heran, Phoebe semangat bener jalannya. Seperti tidak sedang mengandung. Jalannya juga cepet. Barta saja sudah mau malas jalan jauh begini.
Barta sudah bosan di sana, tetapi sebaliknya dengan Phoebe. Masih semangat empat lima hingga giliran mereka yang memasuki tempat panda. "Imutnya..."
Phoebe berdecak kagum memandangi panda di kandang khusus. Pengunjungnya sudah banyak yang berkurang. Antrian juga sisa sedikit lagi.
"Bar, Bee mau satu. Boleh dibawa pulang nggak?" Tanyanya harap sembari memandang suaminya di sampingnya.
"Nggak bisalah!" Jawab Barta meringis.
"Tapi itu lucu. Bee pengen." Rengek Phoebe manja.
"Pandanya galak, Bee. Nggak sembarangan bisa dipelihara."
"Kenapa begitu?" Phoebe mengernyit.
"Nggak dibolehin sama pemerintah. Merawatnya juga susah." Jelasnya. "Kamu mau ngerawat panda, tapi ngerawat diri sendiri aja nggak bisa."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)