Urutan tukang ledek :
Stef -
Kevin -
Barta -
Romeo -
***
"Bar, kenapa kamu biarin Phoebe dan adek bayi pergi? Kenapa kamu nggak susulin sekarang?"
Barta hanya memandang lurus namun kosong. Bayangan Phoebe telah menghilang dibalik bangunan dan dia masih berdiri di tempatnya dari satu jam yang lalu. Menyaksikan Phoebe yang duduk gelisah dan beberapa kali mengedarkan pandangannya untuk mencarinya.
"Lo udah yakin sama keputusan lo?" Stef mengernyit sembari menepuk bahu Barta.
Cowok itu mengangguk pelan, tetap fokus menatap ke depan. "Gue yakin."
"Pikirin lagi, Bar!" Timpal Romeo.
Queensha mengangguk membenarkan. "Nanti kamu nggak kangen sama Bee dan adek bayi?" Katanya sedih. "Sekarang Queen udah kangen pengen gendong adek bayinya. Terus kamu nggak?"
"Jangan mikir pendek. Lo udah punya anak." Kevin mengingatkan lagi. "Pikirin anak lo! Jangan asal bikin aja semangat. Giliran begini malah kabur!"
"Iya. Jangan kayak Kevin biarin Citra pergi." Cibir Stef membenarkan. "Duda, kan, sebelum nikah jadinya." Cengirnya mencela.
Kevin mendengkus kesal. "Gue ngasih dia waktu. Bukan biarin pergi!"
Stef tidak mau kalah. "Sama aja, anjir!" Suasana sedang sedih dan kalut begitu, keduanya masih sempat melempar makian. Baik Stef maupun Kevin mempertahankan pendapat masing-masing.
"Udah sih, berisik banget! Orang lagi berduka!" Romeo memutar bola mati.
Stef dan Kevin melotot makin kesal. "Nggak ada yang mati, anjing!"
"Perasaan lo pada yang mati!" Umpatnya.
"Si anjing!" Kevin memutar bola mata.
"Citra juga udah pergi, terus sekarang Bee sama adek bayi. Nanti temen Queen siapa?" Raung Queensha sedih.
"Nina, kan, ada!" Romeo memutar bola mata.
Queensha menggeleng cepat. "Nggak mau! Nanti Stef larang Queen main sama mbak Nina!" Elaknya. "Stef sering bawa mbak Nina pergi."
"Setan!" Umpat Stef tidak terima. "Nggak boleh lah! Gue mau skidapapap everytime sama Nina! Lo nggak boleh ganggu."
"Itu ngapain?" Queensha kepo. "Enak? Queen mau!"
Stef menyeringai. "Minta sama Romeo."
Queensha berbinar senang. "Yuk, Rom, Queen mau." Ajaknya semangat sembari menggandeng lengan Romeo erat dengan mata berbinar.
Stef dan Kevin tergelak, Romeo mengumpat tetapi Barta tetap dingin. Mereka memang selalu bercanda di saat yang tidak tepat.
"Iya, ajakin gitu. Biar lo juga punya adek bayi." Stef kembali mengiming-imingi.
Queensha mengangguk semangat. "Mau, mau. Queen mau punya lima."
"Sebelas, Queen. Sekalian biar rame."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Fiksi RemajaSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)