"Good luck!!"
Barta berguman tanpa menoleh pada Phoebe yang sudah ada di depan pintu kelasnya. Cewek itu terkejut, lalu menatap punggu suaminya lama. "Bar..." Panggilnya. "Itu buat Bee biar semangat ujian ya?" Teriaknya.
Barta mengangkat bahu tanpa menoleh. Phoebe tersenyum senang, dia melambaikan tangan pada cowok itu. Menyamangati sehingga beberapa orang di koridor memicing padanya. Cukup terganggu dengan suara melengkingnya.
Senyum Phoebe semakin merekah lebar. Punggung Barta sudah menghilang di balik dinding kelasnya. Sehingga dia juga memutar tubuhnya untuk masuk ke kelas.
Saat sedang ujian seperti ini, kelas mereka berbeda. Pengawasan ketat dan dalam satu kelas hanya ada dua puluh orang.
Para junior diliburkan untuk mendapatkan ketenangan ujian bagi senior yang sebentar lagi meninggalkan sekolah. Bukan itu saja, beberapa kelas masuk siang, artinya kelas dua belas tidak masuk pagi seluruhnya. Mereka memiliki jam ujian masing-masing kelas. Tergantung jurusan dan urutan nama.
"Bee, semangat banget. Udah siap ujiannya?" Celutuk Azalea terkekeh.
Azalea dan Phoebe satu kelas. Mereka duduk sebaris tapi tidak semeja. "Sekarang Bee deg-degan." Jawab cewek itu jujur. "Bee udah belajar tadi malam."
"Lea juga udah belajar. Di ajarin sama kak Zafran, katanya sih bakalan masuk ujian." Ucapnya yakin.
Phoebe langsung tertarik, dia menggeser tubuhnya di samping Azalea dan menatap cewek itu serius. "Bee juga di ajarin sama Barta. Katanya bakalan masuk ujian."
"Di ajarin apa aja?" Azalea tertarik.
Phoebe mengangsurkan catatan kecilnya pada Azalea. "Ini semua." Jawabnya.
Azalea langsung memeriksa catatan kecil tersebut. Dia berbinar dan manggut-manggut. "Kak Zafran juga ngasih beginian. Isinya hampir sama. Tapi ini lebih lengkap dari punya Lea." Kata cewek itu sembari membuka catatannya. "Tapi Lea dikasih ini." Tunjuknya.
Phoebe mengangguk paha. "Barta nyuruh Bee bawa kemana-mana catatannya biar nggak lupa katanya." Cewek itu memasukkan catatannya ke dalam kantong seragamnya.
"Oh, gitu." Azalea mengerti. "Bagus tuh, Bee. Biar kamu lebih gampang belajarnya." Lanjutnya berbinar.
Phoebe mengangguk setuju. "Iya. Bee jadi rajin belajar dan mudah ngapalnya. Catatan Barta ringkas tapi lengkap. Bahasanya lebih mudah dimengerti."
Azalea setuju setelah melihat catatan cewek itu. "Bee jangan ngomongin ujian lagi. Ayo ke kantin dulu. Tadi Lea nggak selera makan." Ajaknya. Sekolah masih sepi, mereka sengaja datang pagi-pagi agar lebih segar menerima ujian nanti.
"Ayo. Bee juga udah lapar lagi." Sambutnya semangat. Lalu kedua cewek itu keluar dari kelas dengan wajah berseri-seri. Bergandengan tangan seperti halnya bocah kecil sahabat karib. Mereka kian akrab saja, meskipun Barta membatasi pergaulannya tapi tetap saja Phoebe bandel.
Keduanya makan nasi goreng. Tadi pagi Phoebe sudah makan roti selai, tapi sekarang makin lapar lagi ketika mencium aroma nasi goreng.
Mereka menunggu sekitar sepuluh menit. Dua porsi nasi goreng dan air mineral sudah terhidang di meja yang mereka tempati. Kedua cewek itu berbinar, langsung makan tanpa berbicara lagi.
Mungkin akibat melihat Azalea yang makannya lahap sehingga Phoebe juga makin lahap makannya. Kedua cewek itu seolah-olah berlomba siapa yang lebih dahulu menghabiskan isi piring masing-masing.
Phoebe tergelak setelah selesai makan. Begitu juga dengan Azalea, cewek itu sangat berselera kali ini. Tidak seperti akhir-akhir ini, nafsu makannya anjlok sehingga berat badannya turun. Cewek itu makin kurus, dia juga harus rajin belajar untuk menghadapi ujian kelulusan.
"Bee..." Kedua cewek itu menoleh. Stef menyapa sambil menyeringai. Keduanya menyadari geng suaminya sudah duduk santai di meja paling pojok. Meja khusus mereka dan tidak boleh diduduki anak-anak lain.
Tidak ada yang melarang atau sok berkuasa di sana. Tetapi dengan adanya beberapa kejadian, membuat anak-anak lain tidak mau mengambil masalah. Kevin suka berantem, tidak ada yang rela jika tubuhnya benyok.
"Stef makan juga?" Phoebe berbinar. Dia menoleh pada Barta, lalu menghampirinya. Sedangkan Azalea mau ke kamar mandi dan langsung ke kelas.
Phoebe duduk di samping Barta. Cewek itu langsung bertanya pada suaminya. "Kamu lapar lagi ya? Bee pesanin makanan buat kamu ya."
"Nggak usah." Jawab Barta menolak.
Phoebe kebingungan, jika tidak untuk makan buat apa ke kantin? "Terus ngapain ke sini kalau nggak lapar?"
"Mau cuci mata, Bee." Jawab Romeo. "Kita bentar lagi lulus, di sekolah ini masa terindah kita selama remaja."
Phoebe mengerutkan dahi semakin tidak mengerti. "Nggak usah dijelasin." Potong Barta.
Romeo meringis. "Iya. Beneran bego. Sama kayak orang rumah." Desisnya lalu menyeringai. Barta berdecak tapi tidak menanggapi lagi. Males ngomong sama Phoebe, ujung-ujungnya berdebat.
"Bee udah belajar?" Stef kembali duduk di kursinya sembari membawa es teh di tangannya.
"Udah." Jawab cewek itu.
"Gue uji ya." Phoebe mengangguk semangat. "Satu tambah satu berapa?"
"Dua." Jawab Phoebe cepat.
Stef menyeringai. "Bee tambah Barta apa?" Tanyanya ambigu.
"Dua." Jawab Phoebe sekali lagi.
Mereka tergelak, tentunya selain Barta, cowok itu memutar bola mata sembari menyeruput es teh milik Stef yang belum terjamah.
"Salah, Bee." Jawab Stef. "Minum gue, anjing!" Protesnya.
Barta tidak peduli. "Bee, minum." Suruhnya.
Phoebe menurut, Stef langsung protes. "Es teh gue goceng tuh! Bayar sendiri!" Suruhnya. Lalu dia berteriak agar penjaga kantin segera mengganti minumnya dan mengantar makanan yang dipesannya tadi.
"Terus yang bener apa?" Phoebe masih penasaran.
Stef menyeringai. "Barta tambah Bee sama dengan dedek bayi." Jawabnya kalem.
"Kok bisa?" Phoebe mengerutkan dahi. Stef tergelak dan memukul-mukul meja. Phoebe memang polosnya sangat keterlaluan.
"Bisalah!" Kevin memutar bola mata. "Kalau dicocol!"
***
Jakarta, 16.12.18
Nggak lama-lama banget lah gak up-nya ya.
Belum seminggu keknya hahaha.
EX udah up juga ya.
Lanjut?
Draf keknya udah abis hahaha
Silahkan difollow gengs.
Kevin => Axeankevin
Citra => AleandraCitra
Barta=> Bartaaratha
Phoebe => Phoebe_Sasikirana
Romeo => Reynaldi_romeo
Queensha => Queenshaqyra
Stef => Stefanquand
Nina => Aurellianina48
Dira => ila_dira
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)