Bab 80. Tagihan!

63.6K 7.6K 1.1K
                                        

Urutan terbucin

Stef -

Kevin -

Barta -

Romeo -



***


Phoebe melebarkan mata setelah menyadari pemilik tangan yang menyelamatkannya dari tamparan Flara. Suaminya. Tubuh Phoebe mendadak kaku, Barta tidak menyukai kalau Phoebe terlibat dalam pertengkaran seperti ini.

Phoebe takut kalau Barta marah dan membencinya. Lebih memilih Flara dibadingkan dirinya. Kedua mata Phoebe berkaca-kaca, sedangkan Barta masih memadang Flara tajamn di depannya.

"Kalau udah tahu kenapa pura-pura tolol?!" Barta menghempaskan tangan Flara kasar dan memandangnya jijik. "Phoebe istri gue! Nggak akan tergantikan oleh siapapun, temasuk lo! Ngerti?!"

Phoebe terkejut, dia memandang Barta intens. Dia tidak percaya ini. Barta tidak mungkin ngomong seperti itu. Phoebe yakin Barta hanya mencari jalan aman di depan orang banyak. Barta tidak akan mau repot-repot membela Phoebe dengan mengakuinya sebagai istri dan tidak tergantikan.

"Kalau cinta pake otak biar gak tolol!" Flara memucat, tidak sanggup menyela atau membela diri.

Barta meraih tangan Phoebe dan membawa pergi dari sana. Meskipun masih takut, Phoebe tidak berani membantah. Dia mengikuti langkah Barta dengan kesusahan, sesekali meliringis sehingga Barta melambankan langkahnya.

Sedangkan Nina dan Queensha tetap di sana memperhatikan wajah pucat Flara. Nina sangat puas dengan Barta kali ini. Meskipun cowok kampret itu sebelas dua belas dengan suaminya, tetapi mereka bisa di andalkan.

Mereka tahu waras di waktu yang tepat. Datang tepat waktu serta lontaran kalimat pedasnya selalu menusuk seperti biasa.

Nina merasa tidak berguna lagi di sana, dia menarik tangan Queensha pergi. Menyisakan orang-orang perusuh itu menerima balasan dari apa yang mereka lakukan selama ini.

"Yang menang siapa?" Najongnya Stef kumat. Dia bersama ketiga temannya baru menunjukkan diri.

Nina meninju perut suaminya keras sehingga Stef meringis kesakitan. "Palelu menang!" Maki Nina durhaka. Queensha meringis ngeri, dia memeluk lengan Romeo erat-erat. Harus jaga-jaga biar tidak ada yang bisa mengambil Romeo seperti halnya dengan Barta.

"Aduh, cinta, sayangnya yayah." Stef lebay.

Mereka memutar bola mata dan meninggalkan Stef masih ke sakitan. Dia memayunkan bibirnya dan menangkap lengan Nina. Memeluk manja dan mendusel-dusel seperti anak kucing. Nina meringis gemas, lalu menjitak kepala suaminya.

Berbeda dengan Barta dan Phoebe yang sedang ada di dalam mobil area parkiran. Phoebe tetap diam, tetapi diam-diam memandang suaminya. Dia takut kalau Barta membentaknya ketika hanya mereka berdua saja, Phoebe mengambil jalan pintas dengan bergerak dari jok. "Mau kemana?"

Phoebe terkejut, tidak berani mendorong pintu mobil. "Bee mau pulang sama mbak Nina dan Queen," Jawabnya pelan dan takut-takut. Kali ini tidak berani memandang suaminya.

"Kamu pulang sama aku." Kata Barta tegas. Mengunci pintu mobil sehingga Phoebe tidak bisa kabur. Pertahanan Phoebe runtuh, dia mulai menangis dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Kenapa nangis?"

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang