Bab 50. Bahagia itu Sederhana

69.4K 6.3K 149
                                        


"Maaf, Bar, Bee nggak sadar udah ketiduran."

Phoebe meminta maaf merasa sangat bersalah. Dia tidur hingga sore. Sekarang sekolah sudah sepi. Langit juga sudah berubah jingga, Phoebe sangat kelelahan sehingga tidurnya begitu pulas. Nyaman banget tidur di pangkuan Barta.

"Hem." Barta berdehem. Dia sudah selesai bekerja sekitar dua jam yang lalu, tapi Phoebe tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera bangun.

Akhirnya dia juga ketiduran. Tapi lebih dulu bangun sekitar sepuluh menit dari Phoebe. Cewek itu terjaga karena Barta bergerak, kakinya keram menahan kepala batu Phoebe yang berat.

"Belajarnya gimana? Dilanjut lagi?" Tanya Phoebe heboh sembari membuka kembali catatannya yang sudah disusun rapi oleh Barta di sampingnya.

"Nanti di rumah." Jawab Barta mengambil alih buku dari tangan Phoebe dan mengembalikan pada tumpukan semula. "Sekarang pulang dulu udah mau malem."

"Tapi udah pulang. Kita pasti dikunci di sini." Phoebe yakin tidak ada lagi orang di sekolah itu selain mereka. "Manjat pagar lagi ya?"

Barta menggeleng. Phoebe mengikutinya berdiri, cowok itu meringis dan mengibas-ibaskan jaket Phoebe lalu mengangsurkannya. Phoebe kembali mengenakannya, sedangkan Barta membawa semua buku mereka.

Phoebe penasaran, tapi dia tetap mengikuti Barta dari belakang. Mengerutkan dahi karena cowok itu berjalan pelan. Phoebe meraih lengannya dan membantunya berjalan.

"Kaki kamu sakit ya, Bar, gara-gara Bee tiduran tadi?" Tanyanya. "Maafin, Bee, ya. Bee tadi..."

"Hem..." Barta berdehem. Barta membiarkan Phoebe menggandeng lengannya. Kaki Barta sudah mulai bebas digerakkan sehingga langkah mereka makin cepat. Phoebe yang mulai kesulitan menyamai langkah suaminmya hampir tertinggal di belakang.

Dia baru sadar. Barta membawanya ke perpustakaan. Phoebe melihat Citra yang masih sibuk di depan monitor dan Kevin si biang kerok sedang menemani sembari mengangkat kaki di atas meja. Macem bos aja!

Citra cukup terkejut melihat kedatangan mereka, tapi secepat mungkin menetralkan raut wajahnya. Dia bertanya gugup yang dijawab anggukan oleh Phoebe. Mengatakan bahwa mereka belajar di belakang sekolah, tapi Phoebe malah ketiduran.

Kevin sedang santai main ponsel di samping Citra. Cewek itu memukul kaki Kevin untuk turun, tapi tetap saja Kevin bandel. Dia berdecak melihat kedatangan mereka, ganggu aja!

"Alesan!" Cibir Kevin pelan.

Barta berdecak. "Sekalian cari buku dulu." Katanya. Dia menghilamg dibalik rak buku, Phoebe mengikuti dari belakang. Dia sendiri tidak tahu mau mengambil apa di sana. Buku sudah lengkap di rumah. Untuk apa mengambil buku lain?

Barta memberikan beberapa buku untuk Phoebe. Cewek itu tetap mengikuti dari belakang. Mereka melewati beberapa rak, tapi sepertinya Barta belum menemukan yang lain.

"Mau pulang nggak?"

Kevin memanggil mereka beberapa saat kemudian. Barta langsung keluar dari balik rak-rak tersebut. Dia menyuruh Citra menginput data buku yang dipinjam. Phoebe membantu Citra agar cepat.

Barta sibuk dengan ponselnya di kursi lain sembari menunggu. Sedangkan Kevin mengumpulkan buku yang akan dibawa oleh Citra pulang.

"Mau makan atau langsung pulang?" Tanya Kevin.

His Girlfriend [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang