Bab 89. Singkat

46K 6.2K 576
                                        


Urutan Pemalas :

Queensha -

Phoebe -

Nina -

Citra -



***



            Nyatanya, apa yang ditakutkan oleh Barta kemarin telah terjadi. Ketika dia kembali dengan sebuket bunga mawar merah permintaan istrinya tadi ketika dia pulang kuliah, kamar yang inap tadi malam telah kosong. Dingin tak berpenghuni.

Barta berdiri kaku sambil menatap bangkar yang telah rapi dengan dilapisi sprey warna putih. Dia datang terlambat, istri dan anaknya tidak ada lagi di rumah sakit tersebut. Barta tidak bisa meninggalkan kelasnya hari ini yang sedang ujian, serta mengantar surat cuti untuk beberapa waktu ke depan selama Phoebe masih belum pulih persalinan.

Barta menatap bunga mawar di tangannya dengan lesu. Tidak ada kabar dari Phoebe bahwa hari ini dia akan keluar dari rumah sakit. Dia sudah berjaga-jaga jika mertuanya membawa istrinya pergi, namun semua sudah terjadi.

Setelah beberapa saat berdiri dengan pikiran melayang-layang, akhirnya Barta keluar dari ruangan tersebut dengan langkah gontai. Dia beralih pada bagian receptionist menanyakan perihal pasien di kamar tersebut.

Ternyata, mereka keluar sekitar setengah jam yang lalu. Barta mengangguk tidak semangat, masih menenteng bunga di tangannya serta ransel di punggungnya, dia memutuskan pulang.

Seperti tidak bersemangat hidup, Barta melaju dengan kecepatan lebih lambat dari biasanya. Bahkan beberapa pengendara mengklakson agar dia mempercepat lajunya. Barta menghela nafas berat lalu mengambil jalur kiri.

Sepanjang jalan berpikir keras, pikiannya bercabang-cabang. Hingga akhirnya Barta tanpa sadar sudah berada di depan rumah mertuanya. Dia keluar dari mobil dan memasuki pekarangan rumah. Ternyata rumah itu tidak berpenghuni, tidak ada orang di sana. Barta sudah mencoba menelpon mertua serta Phoebe, namun tidak tidak aktif, begitu juga dengan ponsel Bintang.

Rumah itu seperti sudah beberapa hari tidak berpenghuni, masih sama seperti ketika mertuanya lebih sering menginap di luar dari pada pulang. Debu di bagian sudut-sudut rumah masih menebal, serta beberapa helaian dedaunan kering terbang kesana kemari oleh hembusan angin.

Barta menyadari jika dia dan Phoebe berkunjung ke rumah mertuanya seminggu yang lalu. Rumah itu memang seperti tidak terurus lagi semejak Phoebe tinggal di rumah Barta. Petugas kebersihan yang di utus membersihkannya kewalahan karena sekarang sedang musim kemarau.

Barta memutuskan pergi dari sana. Memacu mobilnya menjauh dari kawasan tersebut. Kali ini dia memutuskan pulang ke rumahnya. Barta membutuhkan rumahnya untuk berfikir jernih. Sesampainya di depan rumahnya, Barta memarkirkan mobilnya sembarangan.

Masih membawa buket bunga di tangannya, Barta melongos pergi melewati kedua orang tuanya yang sedang di ruang tamu. Keduanya berdiri dan menatap khawatir pada anaknya. "Bar..."

"Aku mau istirahat." Barta menjawab cepat. Tanpa menoleh kembali melanjutkan langkahnya ke kamarnya.

"Bar, semua akan baik-baik saja, kan?" Rachel tidak bisa membendung kesedihannya. Dia menatap harap-harap cemas pada Barta.

"Hm." Barta kembali menjawab singkat. Mengerjab banyak lalu menghela nafas berat sembari menaiki undakan tangga.

Dia meluruhkan tubuhnya di bawah ranjang yang dilapisi spray warna pink kesukaan istrinya. Meletakkan bunga serta ranselnya asal lalu menjambak rambutnya kuat-kuat. Barta merasa kehilangan arah sekarang.

Baru tadi pagi dia masih bercengkerama dengan Phoebe, menyuapinya makan karena istri bawelnya itu merengek malas makan sambil menyandar di tubuhnya. Namun sekarang mereka pergi tanpa kabar. Tidak menunggu Barta pulang seperti janjinya tadi pagi ketika Barta berpesan, apapun yang terjadi, Phoebe harus menunggunya datang.

"Bar, boleh mama masuk?"

Rachel menyembulkan kepala di pintu, menatap ragu-ragu anak semata wayangnya yang sedang kacau. Tidak mendapat sambutan apapun, Rachel masuk dengan perlahan. Duduk di samping Barta dan mengelus-elus kepalanya.

"Mama masih percaya aku?"

***

Jakarta, 08.05.19


Ini udah mau End ya.

Merana tuh Barta wuakaka.

Mampus hahaha

Untuk selanjutnya, lebih enak terbit apa nih geng HG?

- Self Publish 

- Mayor


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Calon jandanya Barta wuakakka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Calon jandanya Barta wuakakka

*Janda Semakin Didepan!


Next Part PO Crazy Possessive, gengs.


Silahkan di order!


================>



His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang