"Ini tiket pesawat pulang dan biaya lainnya. Tolong balikin ATM Phoebe."
Nadya dan Niken terkejut lalu saling bertatapan sembari mengerutkan dahi. "Apa maksud kamu?" Tanya Niken.
"Belum ngerti juga?" Barta menyeringai. Barta bangun pagi dan menunggu mereka di ruang keluarga. Niken dan Nadya yang belum tahu apa-apa menghampirinya seperti biasa. Berbasa-basi sedikit untuk mencari perhatian dari cowok tersebut. "Lo berdua gue usir sekarang!" Tekannya sadis.
"Bar!"
"Nggak nerima alesan apapun! Silahkan berkemas dan pergi!" Barta menatap mereka berdua dingin.
"Bar, ini nggak seperti perjanjian awal. Tante Rachel nyuruh kami ke sini sampe mereka pulang." Protes Nadya.
"Kalian berdua nggak diterima lagi di rumah ini! Ngerti bahasa manusia nggak sih?"
"Phoebe lapor yang macem-macem, hah? Wah sialan itu cewek nggak tau di untung!" Amarah Niken di ubun-ubun.
"Silahkan pergi! Gue nggak butuh bacot lo!"
Kedua cewek itu mengepalkan tangan. Berjanji akan membalas semuanya pada Phoebe. Cewek sialan itu tidak tahu diri pake acara melapor segala sama Barta.
"Kita akan pulang, tapi tante Rachel harus tahu masalah ini!" Nadya memandang Barta tidak suka.
"Sekarang!" Barta memaksa mereka untuk segera pergi. "Gue nggak butuh cinta dari lo berdua. Gue udah punya istri, ingat itu!!" Tekannya sekali lagi.
Niken terkejut. Perasaannya yang selama bertahun-tahun terbongkar sudah. Ternyata Barta sudah mengetahuinya dan dia ditolak.
"Ba-Bar..." Niken terbata. Tidak terima dicampakkan seperti ini.
"Gue tunggu sepuluh menit lagi. Lo berdua udah cabut dari rumah gue!" Cowok itu beranjak dari sofa meninggalkan mereka. Tidak peduli dengan Niken yang sudak menangis dan Nadya mengelus-elus punggungnya menenangkan.
"Gue nggak terima ini!" Ucapnya. "Cewek itu harusnya nggak ada di sini."
"Udah, kak. Kita udah di usir." Kata Nadya. Sejujurnya dia sangat ketakutan, belum pernah melihat Barta murka seperti tadi.
Niat hati mereka menyiksa Phoebe agar tidak tahan tinggal di sana. Cewek itu pergi meninggalkan Barta dan akhirnya dia memiliki kesempatan untuk memiliki cowok itu. Hanya sesimple itu keinginannya.
Namun rencananya tidak berjalan mulus. Barta mengetahui niat busuk mereka lebih awal. Niken semakin membencinya. Juga membenci Rachel yang lebih sayang pada menantunya daripada keponakan sendiri.
Selama ini Niken sudah menyatakan perasaannya melalui Rachel. Wanita itu sudah jelas-jelas tahu bahwa keponakannya memiliki perasaan lebih pada anaknya. Tetapi sepertinya wanita itu lebih memilih orang lain menjadi menantunya daripada keponakan sendiri.
Sama sekali tidak ada permintaan maaf ketika mengundang mereka untuk menjaga Phoebe. Rachel malah seperti melupakan ungkapan perasaan malu-malu Niken untuk putranya.
***
Jakarta, 05.11.18
Dikit ya.
Gue ngantuk dan gak konsen hahaha
Besok gue up lageeehhh
Follow ig.
ila_dira
novel.dira
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)