SUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN!
1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA -
2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA -
3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA -
4. QUEEN (PROSES TERBIT)
ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
Queensha berbinar melihat Phoebe memasuki ruang perpustakaan. Di ruangan itu ada Citra dan Queensha sedang mengobrol sambil memilih buku untuk dipinjam oleh cewek berkulih pucat tersebut.
"Iya, Bee mau pinjam." Jawab Phoebe mengangguk membenarkan.
"Kebetulan banget." Queensha semakin bersemangat, "Citra paling jago milih buku. Bee harus minta tolong sama Citra." Ucapnya.
Phoebe berbinar senang, sedangkan Citra tersenyum tipis melihat mereka berdua. Kedua cewek itu tidak akan saling mengenal jika bukan melalui pertemanan cowok-cowok najong tersebut.
"Citra mau bantu Bee?" Tanya Phoebe berharap. "Bee nggak tahu mau pinjam buku apa lagi." Ucapnya cemberut.
"Boleh. Nanti Citra bantu cari ya." Kata cewek itu ramah.
"Wah, Citra baik banget." Puji Phoebe kagum.
Queensha membenarkan. "Citra memang baik banget. Sekarang Queen dan Citra udah temen akrab." Katanya pamer.
Phoebe terkejut. "Sudah temen akrab?" Beonya. Queensha kembali mengangguk. "Bee mau ikut juga. Bee boleh kan gabung temenan sama Citra dan Queen?" Tanya cewek itu berharap.
"Boleh." Jawab Citra mengangguk.
"Wah, Citra baik banget." Phoebe berbinar tidak percaya.
"Iya, mulai sekarang kita temen akrab ya." Timpal Queensha bersemangat. Phoebe mengangguk setuju, sedangkan Citra geli melihat kedua cewek itu. Tapi tak ayal, dia juga mengangguk setuju. Temannya bertambah satu sekarang.
Phoebe berdecak kagum melihat buku-buku yang sudah dipilih oleh Citra untuk Queensha. Meskipun berbeda jurusan, tapi cewek itu paling ahli dalam ilmu pelajaran. Sehingga tidak heran jika Citra selalu menduduki peringkat satu paralel sejak mereka bersekolah.
Nama Citra memang menjelit seantero sekolah, namun wujudnya tidak banyak yang tahu. Cewek itu slelau mendem di perpustakaan sehingga orang-orang tertentu saja yang mengenalnya. Begitu juga dengan Queensha dan Phoebe, bahkan mereka sebelumnya tidak tahu nama sang jawara di sekolah mereka.
"Nanti kita ke kantin ya." Ajak Queensha mengajak kedua cewek itu.
"Eh?" Citra terbata. "Kalian aja." Elaknya.
"Ayo, Cit. Kita samperin mereka ya." Ajak Queensha manja. "Bee mau kan? Kita ke kantin?"
"Mau, mau." Jawab Phoebe bersemangat. Biarin aja kalau Barta marah nantinya, dia juga kan ingin bersama cowok itu.
"Pokoknya, habis ini kita ke kantin." Kata Queensha final, tidak menerima bantahan.
"Kalian aja. Citra masih cari buku."
"Nggak mau." Queensha menggeleng. "Citra kan nggak ada jadwal jaga perpus hari ini." Katanya mengingatkan. "Pokoknya mau ya. Citra harus mau."
Citra akhirnya mengangguk, ketimbang tidak enak menjadi pusat perhatian. Queensha dan Phoebe menahan teriakan, mereka bertos ricuh. Citra menyuruh mereka diam, lalu kedua cewek itu tergelak pelan sembari menutup mulut.
"Citra punya adik lho. Namanya Zen, lucu banget." Pamer Phoebe berbinar. Langsung gemas sendiri bila mengingat Zen. "Bee sana Zen udah dua kali ketemu di pasar malam. Seru banget main bareng Zen."
"Hah? Beneran?" Queensha tidak percaya. Phoebe mengangguk membenarkan. "Kenapa nggak kabarin, Queen? Queen kan pengin ikut juga." Lanjutnya cemberut.
"Maaf, Queen. Bee nggak tahu kalau Queen juga suka ke pasar malam."
Queensha cemberut. "Queen kan pengin ke pasar malam juga. Romeo kalau di ajak banyak alesannya. Terus nanti marah-marah ninggalin Queen sendiri di rumah."
"Romeo jahat ya, Queen?" Tanya Phoebe polos.
Queensha mengangguk. "Romeo kalau marah serem. Terus suka bentak Queen."
"Barta juga gitu." Balas Phoebe tidak mau kalah. "Kerjaannya marah-marah melulu. Terus kayak nggak suka sama Bee gitu."
"Cowok emang gitu ya?" Tanya Queensha. "Tapi papa Queen nggak begitu. Papa baik, selalu sayang sama Queen."
"Papa Barta juga baik. Nggak pernah marah-marah. Sayang banget sama Bee juga." Cerita Phoebe mengangguk semangat. "Terus mama Rachel juga baik. Malah mama Rachel suka marahin Barta kalau cuekin Bee."
Kedua cewek itu tenggelam pada acara curhat-curhatan mereka. Sedangkan Citra hanya diam saja mendengarkan mereka. Sesekali dia sibuk mengambil buku dari rak, lalu mengembalikannya lagi.
"Kalau Kevin gimana, Cit? Kevin serem nggak kalau marah?"
"Eh?" Citra salah tingkah. "Di-dia suka berantem." Jawabnya.
"Berantem gimana?" Tanya Queensha penasaran. "Suka nabok orang ya?"
Citra mengangguk. "Iya. Nanti pulangnya sering memar-memar mukanya."
Queensha mengangguk. "Kevin kan jago karate. Romeo sering berantem sama Kevin, terus muka Romeo juga memar-memar sampe biru." Curhatnya.
"Seremnya." Kata Phoebe bergidik ngeri.
"Terus Citra nggak pernah di apa-apain, kan?" Citra menggeleng. "Sukurlah..." Queensha bernafas lega. "Kalau Kevin berani, Citra smackdown balik aja,"
Citra tersenyum. Queensha bisa aja bercandanya. "Emang Citra bisa smackdown?" Tanya Phoebe polos.
"Nggak bisa." Jawab Citra kalem.
***
Jakarta, 23.11.18
Jangan lupa follow, gengs,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bedewe untuk cast Stef, Kevin dan barta belum ada. Silahkan yang mau daftar lagi.
Ngikutin syarat gue pertimbangin banyak-banyak ya, gengs.