Gaes, Pibi, up lagi ya.
Sengaja dilamain dari EX biar barengan notipnya.
Tapi notip EX udah keduluan dari tadi wkwkkw
Bedewe, jangan lupa nabung buat koleksi najong-najong yey. Rencana terbit dan buka PO akhir bulan ini atau februari kalo gada halangan ya.
***
"Tidur, Bee, jangan ganggu aku lagi!"
Phoebe cemberut dan memandang Barta harap. Sudah dua hari sejak kejadian di rumah Arin, Phoebe melukis wajah Barta. Barta menjadi dingin padanya, ingin melampiaskan amarahnya tetapi Barta tidak bisa apa-apa.
Dia menyadari wajahnya berantakan ketika mau mandi pagi. Tidak percaya dengan wajahnya sendiri, Barta mengucek-ucek mata dan membasuh wajahnya. Noda itu seperti memiliki lem, tidak bisa langsung meluruh dengan beberapa kali basuhan.
Barta sangat geram, keluar dari kamar mandi setelah membasuh wajahnya. Dia menemukan Phoebe masih terlelap di tempat tidur. Barta tidak sampai hati membangunkan dan marah-marah.
Tetapi amarahnya makin di ubun-ubun, ketika ternyata Phoebe menjadikan foto Barta di instastory instagramnya. Barta geram bukan main, langsung menghapus semua yang ada di ponselnya.
Meskipun Phoebe menguploadnya tengah malam dan dihapus hampir siang, tetapi sudah banyak yang melihatnya. Barta tidak terima alasan apapun dari Phoebe, kesalahannya sudah terlalu fatal!
Akhirnya Barta memilih diam untuk mengurangi emosinya. Dia berbicara seperlunya saja, tidak peduli dengan Phoebe yang semakin takut-takut dekat dengan suaminya. Phoebe menyadari sinar dingin yang terpancar dari kedua mata Barta. Dia sudah minta maaf, tetapi Barta melongos dan mengabaikannya.
Phoebe tidak berani tidur satu kamar dengan Barta lagi. Dia mengungsi pada Arin dengan alasan masih rindu. Barta tidak mengelak, membiarkan istrinya tidur dengan mertuanya.
Ketika mereka pulang ke rumah Barta, Phoebe kembali meminta maaf dan berbicara banyak. Mencari-cari alasan agar Barta mau berbicara lagi dengannya. "Bar, kalau kamu kuliah nanti. Bee sendirian dong di rumah?" Phoebe masih ingin membahas obrolan suaminya dengan Arin kemarin malam, Berharap Barta tidak cuek lagi padanya setelah ini. Rasanya sangat menyiksa, Phoebe tidak mau diabaikan.
Phoebe mengerutkan dahi melihat Barta yang masih serius dengan tab-nya. Barta sudah pasti masuk universitas dari sekolahnya. Barta pintar tidak seperti Phoebe yang nilainya saja selalu pas-pasan.
"Hem."
"Terus, Bee kalau kesepian gimana?"
Barta kesal. "Selama ini gimana?"
"Bee sama kak Bintang." Jawabnya polos. Barta berdecak, Phoebe paling bisa menjawab pertanyaannya sehingga Barta emosi di ubun-ubun. "Nanti, Bee, sama kak Bintang lagi? Sambil nungguin kamu pulang kuliah?"
Barta meringis. "Kamu di rumah lah!" Jawabnya.
"Bee kan bosan kalau sendirian."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Roman pour AdolescentsSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)