Bab 62. Sentuhan Kecil

71.7K 6.4K 482
                                        


 Urutan Paling tinggi

Kevin - 

Romeo -

Barta -

Stef -



***


           Sekitar lima belas menit kemudian, Barta mengajaknya tidur setelah membersihkan alat-alat dapur yang mereka gunakan. Biasanya juga seperti itu sebelum dan sesudah menikah dengan Phoebe, karena orang tua Barta tak kunjung kembali. Barta yang lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah, dengan Phoebe hanya memperhatikan dengan memancarkan sejuta kekagumannya untuk suaminya tersebut.

Tidak mau merepotkan asisten rumah tangga yang datang hanya tiga kali seminggu dengan menumpuk bekas yang mereka gunakan. Asisten ruman tangga cukup mengerjakan pekerjaan yang berat-berat saja. Tentunya tidak bisa dikerjakan oleh Phoebe, misalnya seperti mencuci pakaian, membersikan seluruh rumah, memotong rumput dan membersihkan kolam.

Urusan masak tidak termasuk, beda hal jika asistennya datang, tidak canggung lagi mengobrak-abrik dapur dan mengolah beberapa jenis makanan yang disukai Phoebe.

"Bee kenyang banget" Phoebe menepuk-nepuk perutnya. "Bar, elusin perut, Bee." Pintanya mendekat pada suaminya.

"Kualat kamu banyak makan!" Cibir Barta yang sudah ikut bergabung dengan Phoebe. Dia menyimpan pekerjaannya, sudah cukup malam ini dan akan dilanjutkan besok.

Keduanya berbaring bersebelahan. Diam-diam Barta menendangi boneka-boneka Phoebe ke lantai seperti biasa. Tentu saja yang paling kecil dulu biar Phoebe tidak menyadarinya.

"Ini adek bayinya yang minta." Jawab phoebe lemah. Tidak berbohong, dia sangat kekenyangan menghabiskan satu setengah piring nasi goreng buatan suaminya.

Barta mencibir, "Apa pengaruhnya kalau dielusin gini?" Tanyanya. Sudah melupakan kesedihan dan suasana tidak mengenakkan di antara mereka sebelumnya. Wajah Phoebe sekarang seperti tidak pernah sedih beberapa saat yang lalu.

Phoebe langsung berbinar senang, "Perut Bee rasanya nyaman banget. Melebihi nyamannya tangan mama diperut Bee. Terus dedek bayinya tenang di perut Bee. Hati Bee tenang dan semua yang Bee pikirin langsung hilang."

Barta meringis. "Emang kamu mikirin apa aja?" Tanyanya tidak yakin.

"Banyak." Kata Phoebe.

"Apa aja?"

Phoebe menumpukan tangan Barta di atas perutnya sambil tersenyum. "Hem, Bee suka mikir adek bayinya perempuan atau laki-laki. Nanti mirip kamu atau Bee. Terus dedek bayinya pinter atau oon seperti Bee?" Barta langsung diam. "Bee nggak sabar pengin ngajak adek bayinya main boneka. Ngenalin semua boneka panda Bee."

Barta memutar bola mata. "Kalau laki-laki jangan di ajak main boneka." Elaknya.

"Kalau masih kecil nggak apa-apa." Phoebe tidak terima. "Adek bayinya harus tahu teman mamanya sebelum nikah sama kamu. Terus biar dedek bayinya nanti punya temen dari kecil, nggak kesepian kayak Bee."

"Terserah kamu aja." Barta mengalah dengan suara pelan.

"Terus, Bar. Nanti kalau adek bayinya lahir, Bee pengin ganti warna dinding kamar kamu." Katanya semangat dan semakin merajalela.

His Girlfriend [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang