Tiga hari kemudian Phoebe masih semangat belajar. Dia mulai bisa, artinya tidak separah sebelumnya. Sekarang dia mulai ingat meskipun sedikit-sedikit. Barta setia mendampinginya yang susah di ajari.
Barta tidak yakin cewek itu bisa. Tapi di sudah memaksimalkan cara belajar Phoebe. Menggunakan beberapa alternative sehingga cewek itu tidak mudah bosan.
Dia menguji cewek itu kapan dan dimana pun. Bahkan Phoebe baru bangun pagi sudah disungguhi beberapa pertanyaan. Dinding di bagian kepala ranjang banyak ditempeli kertas, begitu juga dengan cermin, dapur, kulkas dan kamar mandi.
Itu ajaran dari Barta. Cowok itu sengaja menggunakan beberapa macam warna agar lebih menarik. Mengeluarkan bakat menggambarnya untuk mempermudah Phoebe belajar mengingat.
Bukan main senangnya Phoebe. Dia merasa paling bahagia di muka bumi ini. Barta yang kesehariannya selalu cuek terhadapnya sekarang lebih perhatian. Otaknya lumayan encer jika berhubungan dengan cowok tersebut. Terlebih lagi hari minggu kemarin Barta memperbolehkan Phoebe ke rumah Citra seharian belajar masak.
Katanya saja yang belajar masak. Kenyataannya Phoebe hanya mengupas bawang, itu juga tidak becus. Kevin membully phoebe habis-habisan dan menyuruh pulang. Mereka mengganggu! Bahkan Zen lebih tertarik pada Phoebe, mereka seperti bocah main masak-masakan.
Setelah itu mereka juga main scating ice di salah satu mall Jakarta Timur. Satu harian Phoebe puas jalan, Barta menuruti semua kemauannya. Meskipun wajahnya dingin dan mengatai Phoebe oon, tetapi tak urung Barta mengabadikan istrinya di kamera ponselnya. Mengupload beberapa tanpa sepengetahuan Phoebe.
"Udah, besok lagi lanjutnya." Barta meraih catatan kecil milik Phoebe dari tangannya. Meletakkan di atas nakas sehingga cewek itu mengerutkan dahi. Baru kali ini Barta menyuruh menyudahi belajarnya di malam hari begini.
Keduanya duduk bersebelahan di atas ranjang. Barta menggambar sembari mengajarinya seperti biasa. Tangan Phoebe tidak lepas dari catatannya, jika lupa langsung mengintip sedikit lalu melanjutkan lagi.
"Lho, kenapa? Bee kan masih mau belajar."
"Udah malam." Jawab cowok itu singkat.
Phoebe mengerutkan dari, kemarin mereka tidur lebih malam dari sekarang. "Ini kan masih jam sepuluh. Kemarin aja kita tidur jam dua belas." Protesnya masih tidak mengerti.
Barta berdecak, meraih tubuh cewek itu berbaring sembari mendekapnya. "Aku kangen." Jawabnya. "Kamu nggak kangen sama aku?"
Phoebe semakin kebingungan. Barta makin aneh saja. Dia menggeleng jujur. "Nggak." Jawabnya. "Tiap hari kan ketemu. Bee nggak kangen lagi." Lanjutnya polos. "Kalau dulu suka kangen, soalnya ketemunya di sekolah aja. Terus waktu di rumah kak Bintang, Bee juga kangen dan nggak bisa tidur."
Barta berdecak. Phoebe oon tidak mengerti kode. Cowok itu tidak mau menjawab lagi, dia menjelaskan dengan cara mencium cewek itu dalam.
Phoebe hendak protes lagi, masih kurang puas dengan jawaban Barta. Dia menjauhkan wajahnya, namun Barta kembali menyatukan bibir mereka. Melepas baju tidur yang dikenakannya dan tidak memberikan celah untuk Phoebe berbicara lagi.
"Tunggu dulu." Phoebe terengah-engah beberapa saat kemudian.
"Apa lagi sih? Besok aja dilanjut!" Geram Barta kesal.
Phoebe mengerucutkan bibirnya. "Kamu belum minum susu. Bee buatin dulu, terus kamu minum terus kita lanjutin." Ucapnya polos.
Barta geram, mengacak rambutnya frustasi. "Lagi nggak butuh sekarang!" Jawabnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Genç KurguSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)