Urutan tersabar part II
Citra -
Nina -
Pboebe -
Queensha -
***
"Bee nggak peduli. Bee pengin nelpon Barta, pengin ketemu sama Barta. Bee mau pulang ke rumah Barta. Bee nggak mau di sini."
Arin menghela nafas berat. "Kalau bukan kamu yang peduli sama anak kamu, siapa lagi?" Tanyanya pelan.
"Bee nggak mau!"
"Kamu mau biarin anak kamu? Kamu lebih mentingin Barta yang nggak tau sedang apa sekarang sedangkan anak kamu butuh mamanya?"
"Bee kangen Barta. Bee nggak mau adek bayinya."
Arin terdiam sembari memandang Phoebe serius. Emosi Phoebe yang rentan seperti ini mengakibatkannya mengidap baby blues. Sejak keluar dari rumah sakit, Phoebe enggan dekat-dekat dengan anaknya, tetapi Arin berusaha agar Phoebe menerimanya.
Meskipun anaknya menangis di sampingnya, Phoebe malah membiarkannya. Bayi itu menangis, begitu juga dengan Phoebe, seolah di kamarnya sedang ada acara ajang menangis. Arin makin kewalahan dibuatnya. Tidak menyangka akan seperti ini jadinya.
Arin mengakui bahwa dia masih trauma dengan masa lalu sehingga sampai saat ini selalu menyibukkan diri sendiri dengan pekerjaannya dan sering kali mengabaikan Phoebe sejak kecil, mempercayakan pengasuh anak untuk merawat Phoebe.
Dia memang bukan ibu yang baik untuk Phoebe. Meskipun profesinya sebagai dokter, tetapi dia sering mengabaikan anaknya sendiri. Emosi arin membuncah kala Phoebe menanyakan keberadaan papanya, tanpa sadar membentak Phoebe kecil yang terlalu sering bertanya.
Arin dan Phoebe tidak ada bedanya ketika jatuh cinta. Arin juga mempercayakan bahwa mantan suaminya dulu selalu mencintainya meskipun dia sibuk menuntut ilmu dan meraih cita-citanya.
Dimulai dari kebohongan-kebohongan kecil dari suaminya, alasan-asalan yang semakin lama semakin tidak masuk akal serta emosinya yang mulai terpancing. Puncaknya, ketika Arin masih mengandung, ternyata suaminya memiliki wanita lain yang sama seperti dirinya, mengandung hasil perselingkuhan mereka.
Betapa hancurnya hari Arin kala itu. Dia sudah tidak memiliki keinginan hidup, semua keinginan yang mereka mimpikan hancur dalam sekejap.
Mereka saja yang dulunya saling mencintai pada akhirnya hancur karena penghiatanan. Lalu bagaimana dengan Barta dan Phoebe yang hanya memiliki cinta sepihak? Bukankah kehancuran lebih cepat menghampiri mereka?
Arin tidak ingin Phoebe merasakan sakit hati yang dirasakannya dulu. Sungguh sakit sekali. Arin tidak yakin Phoebe akan mampu menghadapinya jika mereka masih bertahan dengan keadaan hati yang tidak saling memiliki.
Dia hanya mencegah kemungkinan tersebut. "Yaudah, terserah kamu." Arin mengalah.
***
Beberapa hari kemudian setelah Phoebe berangsur-angsur pulih dari persalinan, Arin membiarkan Phoebe bertemu dengan Barta. Arin yang mengatur semua, mulai dari tempat pertemuan serta waktunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)