“Bee nggak lapar.”
Phoebe menundukkan kepala, sama sekali tidak berani menatap Barta di depannya. Cowok itu menatapnya tajam, mendesis kemudian berdehem. “Cepet mandi.” Suruhnya.
“I-iya…” Phoebe mengiyakan dan langsung ngacir ke kamar mandi. Sedangkan Barta keluar kamar untuk makan malam.
Hari ini adalah pernikahan mereka. Meskipun tidak ada acara resepsi, tetapi undangan tetangga dan keluarga berakhir hingga malam hari, sehingga sama pernikahan itu memakan waktu satu harian.
Sejak pagi Phoebe lebih banyak diam. Dia berbicara ketika diperlukan, dan senyumnya terbit ketika teman-teman Barta menggoda keduanya. Mereka datang berbondong-bondong, bukan untuk memberikan selamat. Tetapi menertawakan Barta yang menunjukkan wajah kecut pada mereka.
Teman-teman saialan. Barta menyesal mengundang mereka. Setidaknya hari buruknya berkurang tanpa adanya ejekan dari mereka.
Paling parah, mereka datang membawa banyak kado dan baju mereka seragam semua. Seolah pernikahan itu diselenggarakan begitu meriahnya. Barta semakin kecut dan ingin menghilang dari sana.
Lebih sial lagi, mereka tidak mau pulang cepat. Bahkan Citra yang biasanya tidak pernah main sampe malam, kali ini ikut mengejeknya. Cewek itu sama sekali tidak keberatan dengan keberadaan mereka di sana.
“Makan!”
Phoebe terkejut. Barta sudah duduk di atas tempat tidurnya, menunjuk makanan di meja dengan gesture tubuhnya. Cewek itu mengikuti arah pandangan Barta, lalu mengerucutkan bibir. Dia sungguh tidak lapar. Phoebe merasa perutnya penuh meskipun tidak menyentuh makanan sejak siang.
Selesai makan di dapur, Barta langsung kembali ke kamarnya setelah menyuruh asisten rumah tangga menyiapkan makanan untuk istrinya.
“Bee nggak lapar, Bar.” Phoebe menggeleng.
Barta berdecak. “Makan, Bee!!” Titahnya. “Sini kamu!” Phoebe mendekat takut-takut, cowok itu menegakkan tubuhnya dan mengangsurkan sendok yang sudah berisi makanan. Phoebe masih ragu, tetapi cowok itu tidak mau menerima penolakan.
“Bar, jangan kasar-kasar. Bee belum nelen makanannya.” Protes Phoebe hendak menangis.
Barta berdecak. “Jangan cengeng! Aku nggak suka sama cewek cengeng!”
Phoebe menahan air matanya agar tidak keluar. Sejak hamil cewek itu begitu cengeng. Dia ingin disayang, dimanja dan perlakukan baik oleh Barta. Tetapi cowok itu tidak peka, tetap saja memaksa kehendaknya tanpa membujuknya terlebih dahulu.
“Bee udah nggak kuat, Bar.” Phoebe menggeleng sembari menutup mulutnya.
“Sedikit lagi, Bee!” Barta tetap memaksa.
“Bee takut muntahin semua.” Barta memang tidak pernah melihat cewek itu mual-mual hingga muntah-muntah. Setiap mereka bertemu Phoebe selalu baik-baik saja. Barta tidak sepenuhnya percaya meskipun cewek itu mengatakan bahwa dia tidak mengalami apapun jika bersamanya.
“Yaudah, minum.” Barta akhirnya mengalah. Cewek itu mulai mual-mual. Tapi menutup mulut dan menelan semua agar Barta tidak marah.
Phoebe merasa lega, seperti baru keluar dari hukuman berat. Dia menghela nafas panjang, akhirnya bisa makan sebanyak itu. Biasanya hanya sedikit saja, meskipun Arin sudah menyuapinya.
Cewek itu minum sisa obat yang diberikan dokter waktu itu agar janinnya kuat. sedangkan Barta keluar untuk mengembalikan mangkok Phoebe ke dapur. Phoebe menoleh ke pintu, Barta datang beberapa saat kemudian. Langsung bergabung dengan Phoebe yang sudah berbaring dan tertutupi selimut.
Barta memunggungi Phoebe, cewek itu cemberut. Biasanya Barta tidak pernah memunggunginya. Cewek itu mendekat dan memeluk pinggang Barta. “Bar, jangan punggungin Bee.” Protesnya.
“Berisik, Bee! Tinggal tidur aja!” Barta tidak mau memutar tubuhnya, tetapi membiarkan cewek itu memeluknya.
“Bee mau lihat kamu tidur seperti biasa.” Phoebe tidak mau kalah. “Bee nggak suka dipunggungin gini. Bee nggak bisa tidur jadinya.”
Barta kembali berdecak lalu memutar tubuhnya. “Bee, jangan kekanak-kanakan mulai sekarang! Kita nggak sama lagi seperti kemarin.”
Phoebe cemberut. “Bee kekanak-kanakan banget ya, Bar?” Cowok itu diam. “Maafin, Bee ya. Bee akan ubah sifat, Bee. Bee akan berusaha jadi istri yang baik buat kamu.” Barta masih tetap diam. “Tapi kamu jangan cuek sama Bee ya. Jangan marah-marah sama Bee. Bee takut kalau kamu marah-marah.”
Phoebe mengeluarkan air mata. Barta berdecak, dia hampir tersentuh melihat wajah polos cewek itu. “Jangan suka nangis! Aku nggak suka sama cewek cengeng.”
Phoebe kembali mengeluarkan air mata meskipun dia berusaha menahannya. “Bee cengeng banget sejak hamil. Bee nggak tahu kenapa bisa gini, sebelumnya Bee nggak suka nangis.” Adunya. Barta mengumpat dalam hati. “Bee nggak suka sama perubahan Bee sekarang. Bee nggak suka kalau kamu juga nggak suka…. Tapi ini kata mama pengaruh hormone baby.”
Barta mendengkus. Malam pertama macam apa ini?
“Yaudah, tidur sekarang.” Kata Barta akhirnya.
Phoebe menatap Barta dengan kedua matanya polos. “Kamu mau maafin Bee, kan? Bee janji nggak akan nangis lagi. Bee janji akan kuat.”
Cowok itu mengangguk pelan. Phoebe memaksa senyum di wajahnya. Akhirnya merasa tenang setelah meluapkan emosinya hari ini. Phoebe mulai memejamkan mata dipelukan Barta. Cowok itu tidak lagi memunggunginya, tapi malas untuk mengelus-elus rambut Phoebe seperti biasa dilakukannya.
Barta kacau sekarang.
“Bar, nanti kalau anaknya udah lahir, kita cerai ya?” Tanya Phoebe tiba-tiba sembari mendongak. Barta langsung mati kutu. “Kata mama nggak cerai. Tapi kamu pernah bilang sama aku kalau kamu nggak siap.”
“Menurut kamu?!” Barta balik tanya.
“Bee nggak mau cerai.” Ucapnya sedih. “Tapi kalau pernikahan kita penghalang kamu untuk melanjutkan masa depan kamu, Bee nggak apa-apa kok cerai.” Lanjutnya pelan. “Bee nggak mau ngerepotin kamu nantinya.”
Barta mencelos. Sekarang cewek itu menuruti keinginannya lagi.
“Tapi, nanti dede bayinya buat, Bee ya. Bee yang ngurus.”
“Hem.” Barta menjawab singkat.
***
Jakarta, 30.09.18
Saaaahhhh....
Sekarang Barta bebas merajalelai si Bee 😂😂😂😂
Gak perlu main kucing-kucingan lagi ye, Bar. Kapan aja bisa.
Pepet terooosss... Jangan Kasih kendor😂
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)