"Yoori-ya, menikahlah denganku." Pinta Kim Taehyung.
.
"Kau akan bahagia jika bersamanya?" Tanya Kim Namjoon.
.
"Aish! Michin! Kenapa jadi seperti ini?!" Kesal Min Yoori.
.
.
.
NB: satu chapter tidak lebih dari 2000 kata.
WARNING!! TERDAPAT BEBERAPA...
Sekarang aku sudah berada di apartemenku. Aku membereskan baju-bajuku dan memasukkannya ke dalam lemari. Aku juga di bantu oleh Joohyun Eonni.
Tak lupa aku mengabari Appa dan Eommaku, aku sudah memberitahunya bahwa aku sudah sampai di Daegu. Aku juga bercerita bahwa ada Joohyun Eonni disini. Mereka berkata sangat bersyukur ada yang menjagaku. Benar, aku juga sangat bersyukur. Setidaknya hari pertamaku di Daegu tidaklah begitu sepi.
"Ah, benar. Yoori-ya, Oppa mu memintaku untuk mengantarmu kuliah seminggu pertama." Ucapnya memecahkan keheningan. "Mwo?!" Jawabku kaget. "Biarkan saja, Oppamu itu sangat khawatir." Katanya sambil tersenyum padaku. Aku pun mengangguk. "Tapi, Eonni. Apakah kau tidak sibuk?" Tanyaku yang takut merepotkan dirinya. "Aku memang sibuk, tapi mengantar dan menjemputmu bukanlah suatu hal yang berat dan merepotkan, Yoori-ya." Jawabnya sambil mengusap kepalaku. Aku langsung tersenyum senang. Aku merasa sangat disayangi dan diperhatikan saat seseorang mengusap kepalaku dengan lembut.
Ah, aku jadi teringat Taehyung. Aish! Tidak! Aku teringat Namjoon! Eoh, Kim Namjoon! Bukan Kim Taehyung! .
Aku baru saja pulang dari sebuah restoran. Tadi Joohyun Eonni mengajakku makan di luar, aku pun menerimanya dengan senang hati.
"Yoori-ya, aku pulang sekarang. Ingat, aku yang akan mengantarmu kuliah." Ucapnya memperingatiku, ia menaikan satu jari telunjuknya. Ia benar-benar seperti seorang Ibu yang sedang menasihati anaknya. "Eoh, Eonni. Arasseo. Kau hati-hatilah." Jawabku dan langsung turun dari mobilnya. Aku juga melambaikan tangan padanya saat mobilnya mulai menjauh. Aku menandangi mobilnya yang semakin menjauh.
"Mulai malam ini, aku akan tidur sendiri." Ucapku pada diri sendiri dan menguatkan diriku.
Aku masuk ke apartemenku, apartemen ini dibeli oleh keluargaku beberapa tahun lalu. Ini menjadi tempat menginap saat aku datang ke Daegu. Aku melihat sekeliling, disini sangat luas tapi terasa kosong sekali. Disini terdiri dari dua kamar, satu kamarku dan satunya lagi aku biarkan begitu saja.
Aku membuka pintu kamarku perlahan. Sangat asing. Tidak ada Yoongi Oppa disini, biasanya aku selalu berdebat dengannya saat ingin tidur atau bangun tidur. Aku duduk di kasurku, rasanya sangat berbeda. Rumahku lebih nyaman, padahal apartemen ini sangat keren menurutku.
Aku merebahkan diriku dikasur, meratapi kesepian. Aku mengecek ponselku, ternyata banyak pesan masuk. Aku membukanya satu persatu, ternyata itu adalah dari 7 manusia aneh. Ya, benar. 7 manusia aneh, termasuk Oppaku dan pacarku. Mereka mengirimiku pesan, namun yang paling dominan adalah Jungkook dan Jimin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.