34

11.9K 1.1K 189
                                        

• I HOPE YOU ENJOY GUYS •

"P-Paman bukannya sedang kerja di luar kota?" tanya Anna, mencoba untuk mengalihkan perhatian dari Pamannya itu.

"Iya.. Paman memutuskan pulang karena kata Ibumu, kau mau nikah..."

"T-tapi kan pernikahanku masih dua minggu lagi..."

"Keluarga calon suamimu punya tradisi yang melarang kalian bertemu sebelum hari pernikahan, kan? Lalu kenapa kalian langgar itu? Ingat, Ann... Melanggar aturan adat itu tidak boleh."

"A-aku dan Jungkook bertemu juga secara tidak sengaja kok?" ujarnya seraya menundukan kepalanya kaku.

Pamannya ada benarnya juga, memang sih, kalau untuk tradisi suatu adat apalagi tradisi itu telah berlangsung secara turun temurun seharusnya tidak boleh di langgar. Tapi apa yang di lakukannya bersama Jungkook? Mereka malah melanggar sebuah adat yang telah berjalan sejak turun temurun.

"Kalau tidak sengaja kenapa kau di gendong Jungkook begitu? Seperti dalam adegan drama India saja?" tukas sang Paman sementara gadis itu hanya terus menundukan kepalanya tanpa bisa mengungkapkan apa-apa lagi.

Woojin, pria itu nampak menarik napasnya perlahan kemudian menarik lengan Anna dan membawa keponakannya itu jalan bersama menuju rumah.

"Tadinya mau kemana?"

"Belanja, di suruh Ibu... Tapi uangnya jatuh.. Habis ini Ibu pasti akan marah-marah..." ujarnya dengan suaranya yang terdengar parau.

Woojin tersenyum manis menanggapi itu lantas mengeluarkan beberapa lembar Won kemudian memberikannya pada sang ponakan.

"Buat apa?"

"Pakai uang Paman saja dulu sebagai gantinya..." Anna menggeleng dan mengembalikan uang itu lagi pada pemiliknya.

"Ibu bilang, bohong itu dosa..." ucapnya.

Woojin tersentuh mendengar itu. Anna adalah satu-satunya ponakan terbaik yang pernah dirinya miliki. Saat kelahirannya dulu, semua orang tersenyum menyambut dirinya yang terlahir di dunia ini. Si kecil yang selalu dia gendong dulu kini telah tumbuh dewasa, bahkan akan menjalin rumah tangga sebentar lagi.

Dirinya telah menganggap Anna seperti putri kandungnya sendiri. Apalagi pada saat Ayahnya meninggal ketika usianya baru menginjak 3 tahun, dia selalu ada di samping Anna ketika gadis itu tengah bersedih.

"Kita ke makam Ayahmu dulu bagaimana? Kau tidak mau minta restunya?"

"Benar! Astaga... Aku hampir lupa... Ayo Paman!"

Mereka bergegas menuju pemakaman, menaiki Buss yang akan membawa mereka sampai tujuan.

Di perjalanan, tidak ada yang memulai pembicaraan, Woojin terus fokus pada ponselnya sementara Anna nampak memainkan bunga-bunga yang telah dirinya beli tadi untuk di persembahkan kepada mendiang Ayahnya.

Rasanya tidak sabar untuk segera sampai menuju pemakaman, ini sudah berlangsung selama 3 bulan lebih dirinya tak pernah mengunjugi makam Ayahnya.

Mereka membutuhkan waktu selama 20 menit hingga kemudian sampai di tempat tujuan. Berjalan menyusuri area pemakaman sampai mereka berhenti di sebuah makam yang telah di tumbuhi oleh rerumputan tinggi.

Anna terduduk kaku diikuti Pamannya, mengelus nisan yang bertuliskan nama Bae Jinhyuk itu kemudian menaruh bunga-bunganya di samping lantas mencabuti rerumputan tinggi yang tumbuh di atas makam mendiang Ayahnya.

"Maaf, Yah.. Anna sudah tidak pernah kemari lagi... Tapi Anna janji, setiap sebulan sekali Anna akan terus kesini..." gumamnya.

"Ayah... Kalau Ayah masih hidup, Anna akan sangat senang sebab Ayah menyaksikan dan hadir secara langsung di pernikahan Anna..."

1. CEO JEON [M] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang