[S2, Chp.102] She Is Back (2)

141 45 21
                                        

Author POV

Pintu kayu berukuran sedang dibuka lebar. Di dalamnya terdapat sebuah ruangan yang cukup luas dengan beberapa buah lilin sebagai penerangan. Ruangan itu gelap, memiliki beberapa ventilasi udara kecil di atas dinding.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah kurungan kecil yang melayang. Benda itu menimbulkan beberapa bunyi berisik sembari bergerak kecil. Makhluk yang ada di dalam kurungan itu meronta meminta untuk dikeluarkan.

Keenam orang itu berjalan masuk lalu berdiri di posisi masing-masing. Enam pasang mata itu tertuju pada kurungan yang berada di tengah ruangan. Shoot dan Knov berdiri pada sisi kiri. Knuckle pada sisi kanan. Gon dan Killua di tengah, sementara Morel berdiri di belakang dua anak tersebut.

"Kite ada di dalam sana. Dia tidak lagi seperti yang dulu kalian kenal," kata Shoot membuka pembicaraan.

Setetes keringat dingin mengalir di pelipis Gon. Apa yang terjadi hingga mereka terpaksa mengurung Kite? Ia ingin tahu. "Daijoubu. Kami akan mencari cara untuk menyembuhkannya!" balas Gon yakin.

Kurungan itu diturunkan hingga menyentuh lantai. "Hotel Rafflesia... Begitu aku berhasil melukai lawan, aku mampu mengurung seluruh tubuhnya atau sebagian tubuhnya dalam sangkar," ucap Shoot.

Pintu dari kurungan besi itu terangkat ke atas, memberi akses kepada yang terkurung agar bisa keluar. Dengan langkah gontai, seseorang melangkah keluar. Kakinya menapak pada lantai marmer yang dingin. Kite terlihat berbeda.

"Jika kulepaskan dia dari sangkar, dia akan kembali ke ukuran aslinya. Hati-hati. Dia tak bisa menggunakan Nen, tapi dia masih kuat," peringat Shoot.

Tubuh Kite perlahan membesar, kembali ke ukuran asalnya. Pergerakannya kaku, seluruh tubuhnya dipenuhi bekas luka yang entah berasal dari mana. Kondisinya jauh dari kata baik-baik saja.

Gon dan Killua menegak ludah susah payah. Ini pemandangan yang mengerikan. Kite tidak terlihat seperti Kite.

Anak berambut hijau jabrik itu meringis pelan. Hatinya terasa sakit melihat kondisi orang yang sangat dia idolakan. 'Apa yang terjadi pada Kite? Kenapa dia sampai seperti ini?' pikir Gon.

Killua juga tak kalah terkejut. Kite sangat kacau. Ia memiliki firasat kalau makhluk ini, sudah bukan seperti bayangan mereka selama ini. Dia jauh lebih daripada itu.

"Kemungkinan besar mereka memakainya untuk melatih pasukan. Dia secara spontan menyerang siapa pun yang mendekat. Dia mungkin juga diperintahkan untuk bertarung tanpa henti pada [Y/N], mungkin sebagai bentuk hiburan," kata Knuckle.

Tatapan Killua menggelap. Menggunakan Kite dan [Y/N] agar mereka bertarung tanpa henti hanya untuk hiburan? Omong kosong. Hanya psikopat atau orang tidak waras yang menyukainya.

Satu kaki Gon bergerak, melangkah mendekat pada Kite yang waspada. "Kite... sudah tidak apa-apa. Daijoubu yo," kata Gon berusaha menenangkan orang di hadapannya.

Manik mata Kite senantiasa mengikuti langkah kaki anak itu. Ketika kaki itu melewati batas aman baginya, ia langsung menghujam satu bogeman ke kepala Gon. Anak itu terdorong beberapa langkah ke belakang. Namun ia segera berdiri lagi.

Pelipisnya berdarah akibat pukulan keras dari Kite. Darah menetes dari luka Gon hingga jatuh ke lantai. Tetapi Gon tidak marah. Tatapannya sendu, sedang membayangkan sesuatu. "Sudah lama sejak terakhir kali kau memukulku," ucap Gon. Otaknya memutar kembali memori masa lalu, saat ia masih kecil dan pertama kali bertemu dengan Kite. "Itu sakit sekali," lirihnya.

Tanpa ragu, Gon kembali mendekat. Tangan dan tubuh Kite bergerak berdasarkan refleks. Meninju dan memukul Gon tanpa ampun setiap kali anak itu mendekat. Gon tak membalas. Ia diam saja, menerima semua pukulan dari Kite.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 4 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang