sendirian

14.3K 2.3K 334
                                        

"Kamu yakin nggak mau ikut mbak? Mamahnya mas lagi nggak ada di rumah loh, nanti kamu sendirian jadinya, Bon." Ucap Bora ke Bona, adiknya.

"Iya tenang aja mbak, aku bukan orang yang penakut kok." Jawab Bona.

Saat ini Bona tengah menginap di rumah Bora dan suaminya, Feeldog. Dan kebetulan rumah keduanya menyatu dengan rumah mertuanya, yang hanya terpisah dengan satu pintu yang tak pernah ditutup.

"Bukan masalah penakutnya, Bon. Tapi-"

"Iya mbak iya, udah tenang aja. Lagian aku juga capek banget." Potong Bona lagi.

Bora menghela napas dan memilih menganggukan kepalanya. "Ya udah deh kalo kamu emang nggak mau ikut." Pasrah Bora pada akhirnya. "Hati-hati di rumah ya."

"Iya mbak."

 
 
👻👻👻
 
 

Kamar di rumah kakak iparnya itu hanya terdapat satu kamar. Makanya sekarang Bona berada di kamar kakaknya. Bona terus asyik menonton film yang berada di laptopnya sampai tak terasa jam menunjukan pukul 11 malam.
 
 
CKLEK!
 
 
KRIEEEETTT!
 
 
BRAK!
 
 
Bona menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar yang ditempatinya. Dikerutkan keningnya dan sedetik kemudian kembali fokus pada tontonannya.

Bukan hal baru untuknya, mertua kakaknya itu memang sangat berisik. Terlebih dalam hal menutup pintu kamarnya yang suka sekali dibanting dengan kencang.
 
 
CKLEK!
 
 
KRIEEEETTT!
 
 
BRAK!
 
 
"Mamahnya mas Feeldog udah pulang?" Gumam Bona ketika lagi-lagi mendengar suara bantingan pintu yang kencang.

"Kok gak bareng sama mbak Bora?" Sambung Bona lagi.

Bona melirik ke arah jam yang ditunjukan oleh laptopnya. Niatnya dia akan menunggu Bora pulang baru tidur. Tapi rasa kantuk menyerangnya terlebih dahulu.

"Udah ah, tidur aja."
 
 

👻👻👻
 
 

Bona membuka matanya dan jam menunjukan pukul 7 pagi. Dengan segera dia bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar.

"Mbak kapan pulang?" Tanya Bona ketika melihat Bora tengah menyiapkan sarapan.

"Semalem, jam 2 pagi."

"Terus mbak sama mas tidur dimana?" Tanya Bona lagi.

"Di rumah mamah." Jawab Bora. Bona menganggukan kepalanya tanda mengerti. Pasti maksud Bora, di rumah sebelahnya tersebut.

"Oh iya mbak, kok mamahnya mas semalem pulang duluan?" Tanya Bona sembari mengambil satu lembar roti gandum dan selai coklat.

"Loh? Mamah kan ke Jember, Bon. Makanya mbak bilang kamu bakal sendirian di rumah kalo nggak ikut."

Gerakan tangan Bona mengoles selai di atas rotinya langsung terhenti.

"T-tapi semalem jam 11an aku denger suara pintu kebuka, mbak." Ucap Bona. "Dua kali malah."
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
A/N:
Pertama tama aku mau berterimakasih lagi buat yang udah sharing ceritanya ke aku lewat dm meski mungkin belum aku publish versi ceritanya (bikos well, antri gaes)

Kedua, sorry to say but gak semua cerita bakal aku buat versi ceritanya, why? First reason, karena udah pernah ada tema cerita yang sama yang pernah dipublish. Kedua, cerita kalian cukup sulit dibuat versi k-idolsnya dengan beberapa pertimbangan tertentu.

Ketiga, seperti yang kalian (yang sharing cerita) tahu, beberapa cerita kalian bakal aku buat versi k-idols dengan beberapa penambahan dan penyesuaian latar ataupun karakter, jadi dont expect too much from me like "kok gak sama persis kayak yang gue dm?" okay gaes, well, however im a writer :p

Keempat, apakah kalian nggak bosen baca cerita horror tiap hari gaes?

Last, jadi pake gambar apa engga nih??

ganjil; k-idols ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang