kepala asrama

10.8K 1.7K 25
                                        

Banyak yang tak menyangka bahwa dibalik wajah cantiknya Tomu adalah seorang siswa yang suka melanggar peraturan di asramanya.

Seperti melanggar jam malam misalnya. Setiap hari di jam 10, kepala asrama akan berkeliling untuk memeriksa apakah semua siswanya sudah ada di kamar atau belum. Dan biasanya setelah pengecekan tersebut, Tomu dan teman-temannya akan pergi keluar kamar.

Dan hari ini Tomu sudah membuat janji dengan Miru bahwa mereka berdua akan keluar jam 11 malam untuk mencuci pakaian kotor mereka yang sudah menumpuk.

Mereka memilih jam 11, supaya tidak ada yang memergoki mereka termasuk teman sekamar mereka.

Jam menunjukan pukul 11 lebih beberapa menit ketika Tomu berhasil keluar diam-diam. Ia langsung pergi ke tempat pencucian baju. Tomu adalah yang pertama kali datang dan disusul oleh Miru 5 menit kemudian.

Mereka langsung memasukan pakaian kotor mereka ke dalam mesin cuci untuk digiling.

"Ah sial! Gue lupa bawa seragam olahraga yang di atas meja." Rutuk Miru sembari menepuk keningnya.

"Ya udah sana ambil." Ucap Tomu.

"Oke, gue balik bentar ya?"

"Sipsip!"

Tomu kembali sendiri lagi seperti sebelum Miru datang. Belum ada 2 menit, Tomu mendengar suara langkah menuju tempat pencucian.

"Lah? Kirain Miru." Ucap Tomu ketika ia keluar dari ruangan tersebut dan mendapati seseorang yang tidak ia kenal.

"Adik kelas kayaknya." Gumam Tomu kemudian. Well, Tomu sudah duduk di bangku kelas 12 dan ia hapal semua wajah dari kelas 12 di sekolahnya ini.

Jadi bila ia tak mengenal orang di hadapannya ini, pastilah ia adik kelasnya.

Tidak seperti Tomu, orang tersebut lebih mencuci pakaiannya di luar menggunakan tangan.

"Nyuci seragam juga dek?" Tanya Tomu basa basi.

Orang tersebut menganggukan kepalanya.

"Sendiri aja? Nggak bareng temen kamu?" Tanya Tomu lagi.

Orang tersebut lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Tomu. Membuat Tomu menjadi malas untuk mengajaknya berbicara lagi.

Tomu memutuskan masuk lagi ke dalam sembari menunggu Miru. Beberapa menit berlalu. Gilingan cuciannya sudah selesai.

"Miru mana sih? Kok nggak balik balik?" Tanya Tomu ketika sudah hampir 15 menit ia menunggu kedatangan Miru.

Tomu memasukan semua pakaian yang sudah selesai tercuci ke dalam bak yang dibawanya tadi. Lalu berjalan ke luar tempat pencucian.

"Loh? Adek kelas tadi mana?" Tanya Tomu ketika tak mendapati siswa tadi di tempat sebelumnya. Bahkan lantai di sana pun kering total.

Tomu mengerutkan keningnya namun ia langsung berlari begitu tahu bahwa ada hal yang tak beres.

Dari tempat cuci tadi menuju asrama, Tomu harus melewati tempat untuk menjemur yang sangat luas dan gelap gulita.

Ketika sampai di depan kamarnya, Tomu sedikit terkejut ketika mendapati Miru tengah menangis sembari memegang baju.

"Miru? Lo kenapa?" Tanya Tomu.

Miru tak menjawab dan hanya terus menangis. Membuat Tomu memutuskan untuk mengajak Miru masuk ke kamarnya.

'Jangan jangan dia digangguin juga sama makhluk astral?' Batin Tomu.

"Lo kenapa?" Tanya Tomu lagi.

Miru menghapus air matanya kemudian mencoba menstabilkan napasnya yang sesenggukan.

"Ta-tadi pas gue balik ke tempat cuci, gue ngeliat kepala asrama di depan sana, dan gue kepergok sama dia terus dimarahin, hiks."

"Kepala asrama? Dimarahin? Kok gue nggak lihat doi? Nggak denger juga suaranya marah-marah?"

"Nggak bener bener marahin gue pake mulut sih, cuma dia melototin gue gitu, serem banget asli. Makanya gue langsung kabur ke asrama. Maafin ya, Mu, hiks."

"Eung, lo yakin yang lo lihat itu kepala asrama?"

ganjil; k-idols ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang