"Serem gak sih?" Tanya Seola ke Krystal yang tengah membawa motornya. Sekeliling mereka yang merupakan hutan dan ditumbuhi pohon pohon besar membuat sinar rembulan tidak sampai. Dan berakibat semuanya jadi gelap.
Hanya lampu dari motor yang mereka tumpangi sebagai sumber penerangan saat ini.
"Lumayan." Jawab Krystal tanpa menoleh ke belakang.
Saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah Sulli untuk mengerjakan tugas yang harus dikumpul besok.
Sesampainya di sana, mereka berdua langsung disambut hangat oleh ibu Sulli. Setelah kematian ayahnya sebulan lalu, Kini Sulli hanya tinggal berdua dengan ibunya.
"Ayo masuk." Ucap Ibu Sulli.
Seola dan Krystal tersenyum ke arah beliau. Seola melihat ke sekeliling, tak habis pikir dengan Sulli yang harus tinggal di dalam hutan seperti ini, menurutnya.
Matanya terus berkeliling sampai akhirnya dia menoleh ke samping kanannya yang merupakan jendela.
GULP
Seola menelan salivanya, matanya terbuka lebar ketika mendapati satu sosok berwarna hitam yang hanya terlihat setengah badan.
"Iya itu ayah gue, ayah emang masih suka keliaran di sekitar sini."
a/n: kalian kalo emang gak suka sama cast di sini gak usah baca aja deh, aku paling gak suka sama tipe komen kayak gini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
nyebelin tau, lagian emang kenapa kalo aku pake cast yang sama berulang? ngerugiin kalian kah? engga kan? nggak cuma sekali aku dapet komen kayak gini, tapi sering, awalnya aku diemin tapi lama lama ganggu dan bikin gak mood.
kalau emang kamu (oknum di atas) mau baca cerita dengan cast yang kamu mau ya cari aja di tempat lain atau nggak kamu bikin sendiri.
btw, aku mau berterimakasih juga buat yang lain yang masih nyimak buku ini, baik yang cuma sekedar baca, baca vote ataupun baca vote komen, tanpa dukungan kalian, buku ini mungkin gak sampe sejauh ini.
last but not least, aku cuma sekedar mau berpesan, 'lebih baik diam daripada berkata yang bisa menyinggung/menyakiti hati orang.' karena mungkin omongan yang kalian anggap sepele bisa berarti lain buat orang lain yang denger/bacanya.