"Kalian anak kecil di rumah aja, nggak usah ikut ke makam!" Ucap Taeyong kepada 4 keponakannya: Haechan, Jeno, Jaemin dan Renjun.
Almarhum kakek mereka baru saja meninggal pukul 4 sore tadi. Dan sesuai amanah dari almarhum yang ingin langsung dikubur tanpa menunda nunda hari, keluarga mereka memutuskan untuk memakamkan sang kakek malam ini juga setelah maghrib.
Namun, seperti percuma, keempat keponakan Taeyong sama sekali tak mendengarkan nasehat Taeyong. Diam-diam, mereka berempat pergi ke pemakaman untuk melihat makam almarhum kakek mereka.
"Eh eh itu ada orang yang masuk ke tenda kakek! Kita ikutin dia aja nyok!" Ajak Haechan kepada ketiga saudaranya ketika tiba di depan gerbang pemakaman.
Ketiganya mengangguk setuju dan langsung mengikuti Haechan dari belakang.
Orang yang mereka ikuti mengenakan jubah putih besar. Mereka menduga itu adalah penjaga makam atau mungkin saudara mereka yang lain.
Keempatnya langsung mengerutkan kening ketika sampai tepat di depan makam. Jeno menelan salivanya, "ma-mana orang yang tadi?" Tanyanya kepada semuanya.
Ketiganya menggeleng kompak.
"Tapi tadi kalian semua juga lihat kan? Ada orang yang pergi ke sini?" Tanya Haechan.
Jeno, Jaemin dan Renjun mengangguk lagi.
"Ki-kita pulang aja yuk!" Ajak Jaemin dan langsung berlari dari tenda makam sang kakek. Diikuti oleh Haechan, Jeno dan Renjun di belakang.
BRUK!
Jaemin, Haechan dan Jeno menoleh ke belakang. Renjun baru saja terjatuh.
"Woy! Tolongin gua!!" Seru Renjun membuat Jeno langsung menghampiri dan membantunya berdiri.
Keempatnya langsung berlari lagi.
Sesampainya di samping rumah, mereka langsung berhenti guna menstabilkan napas mereka supaya tidak dicurigai oleh saudara mereka yang lain.
"Tadi siapa anjir!" Seru Jeno memecah keheningan. "Yang kita ikutin beneran orang apa setan?"
Haechan menggelengkan kepalanya. "Tapi tadi kakinya napak kok!" Timpalnya.
"Pasti dia setan! Kalo orang, kok bisa tiba tiba ilang? Terus harusnya kan kalo dia emang udah balik, dia lewatin kita!" Tambah Jaemin.
"Udah nyet udah, kaga usah diomongin, tar dia ngikutin kita lagi!" Ucap Haechan. "Jun, kaki lo berdarah nggak?" Tanya Haechan kemudian.
Renjun yang sedari tadi diam saja langsung memeriksa lututnya. Kemudian menganggukan kepalanya.
"Kok lo bisa jatuh sih?" Tanya Jaemin kali ini. "Lo nggak nginjek kuburan kan?"
Renjun menggelengkan kepalanya. "Nggak lah! Gua lewat jalan setapak di pinggirannya sama kek kalian. Tapi tadi kayak ada yang narik kaki gua pas kita lari."
KAMU SEDANG MEMBACA
ganjil; k-idols ✅
Fanfiction[BOOK THREE] horror oneshoot collection starring by k-idols! HR #08 09/08/2018 #09 21/06/2018 #14 28/04/2018 started: 26 December 2017 ends: 10 August 2018
