Samudera [ 5 ]

789 186 29
                                        

Di antara awan dan udara, badai teriak menghantam cinta. Bila aku sanggup menghentikan putaran waktu, akan kudekap engkau sampai mati.

Bila saja aku bisa menawar takdir waktu yang Dia berikan, akan kuminta segala sisa waktu yang ada, sehirup nafas pun asal denganmu.

(Broken Heart)

..

Satu minggu pertama pasca pertemuannya dengan Yerim, Jungkook selalu mengunjungi Yerim selepas jam kerjanya, namun nihil. Yerim menolak untuk dikunjungi siapapun, bahkan merahasiakan di mana kamar rawat inapnya. Menutup rapat akses Jungkook mendekatinya.

Yuna mengatakan tidak ada salahnya Yerim kembali berkomunikasi dengan Jungkook, berharap jika Jungkook akan mengembalikan semangat hidup Yerim. Namun Yerim yang keras kepala memilih untuk bungkam dan menolak pengobatannya jika Yuna nekat mengijinkan Jungkook menemuinya.

Yuna bukan tipikal adik yang menyerah begitu saja, ia selalu mencari informasi di sela-sela kegiatan kantornya untuk pengobatan Yerim, sama halnya dengan membujuk Yerim agar bersedia menemui Jungkook, sekedar mengatakan halo di ponsel miliknya.

Dan hari ini tepat enam minggu Yerim meninggalkan rumah sakit. Dokter mengijinkan keluarga membawanya pulang dengan kunjungan tenaga medis setiap satu minggu sekali. Untuk kesekian kalinya pula, Jungkook pantang menyerah untuk bisa menemui Yerim. Baginya kanker bukan harga mati untuk Yerim.

"Apa dia masih menolak bertemu denganku?"

"Maaf, oppa."

"Aku tidak mengerti jalan pikirannya, Yuna-ya. Aku tidak akan berbuat jahat, bukankah akan lebih baik jika penderita kanker mendapatkan banyak dukungan?"

Yuna terperangah, menatap tidak percaya Jungkook. "Kanker?"

"Kau tidak perlu menutupi. Aku tahu semua."

Yuna menghela nafas panjang, mengetukkan kepalan jemarinya di kepalanya. "Kenapa eonni keras kepala sekali? Memang apa yang terjadi diantara kalian, oppa?"

Jungkook diam sesaat, menatap wajah Yuna yang selalu mengingatkannya akan wajah Yerim ketika remaja dulu, sangat berbeda dengan wajah sayunya saat ini.

"Aku hanya mengatakan ingin memulai apa yang dulu ia utarakan padaku. Apa itu salah?"

Yuna menegakkan kepalanya, perlahan menatap kedua mata tajam Jungkook. "Apa maksudnya?"

"Aku mengatakan menyukainya. Membalas perasaannya dua belas tahun yang lalu."

Yuna menutup mulutnya, wajahnya seakan tidak percaya. "Kapan?"

"Malam itu, malam selepas pesta perayaan pertunangan Hon Ju."

"Apa yang eonni katakan?"

"Dia tidak menjawab apapun, berjalan meninggalkanku. Aku ingin menanyainya pagi itu tapi kalian telah pergi."

"Ya Tuhan!"

Alis Jungkook bertaut, "kenapa?"

"Eonni masih menganggap jika kau akan terluka oppa. Meyakini jika dirinya akan menyakitimu jika suatu saat penyakit ini semakin parah. Dia takut kau sedih ketika ia meninggalkanmu selamanya."

Jungkook memejamkan kedua mata, kembali ia tersadar baik dirinya maupun Yerim harus siap menerima konsekuensi terburuk dari penyakit yang diderita Yerim. "Ini belum final. Katakan pada Yerim aku ingin menemuinya."

Them - A Short StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang