Chapter 23

6K 316 7
                                        

[ CAST LENA ]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[ CAST LENA ]

•••

"Terimakasih," ucap Lena pada Ken sesaat setelah mereka sampai di pelataran rumah sakit.

"Sama-sama,"

Mendengar jawaban Ken, Lena menganggukkan kepala sembari menyunggingkan senyum manisnya.

"Lain kali aku tak menolak jika kau mau memberiku kue cokelat gratis yang lezat seperti tadi," sambung Lena sesaat sebelum mereka keluar dari mobil dengan cengiran kudanya.

Ken tersenyum mendengar pernyataan Lena. Lalu ia mengusap rambut Lena gemas. "Ayo, pasti Abey sudah menunggu kita," ajak Ken.

Lena mengangguk. Dan kemudian mereka berdua keluar dari mobil berjalan beriringan menuju ruangan di mana Abey di rawat.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba Ken menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Lena yang menatap Ken penuh tanda tanya.

"Ada apa?" tanya Lena pada Ken, saat melihat lelaki itu seperti sedang mencari sesuatu.

Ken nampak tengah merogoh setiap saku yang ada di baju dan celananya. "Sepertinya ponselku tertinggal di mobil, kau bisa duluan," jawabnya.

"Oh, oke. Aku duluan,"

Ken mengangguk lalu memutar langkahnya kembali menuju pelataran tempat dimana mobilnya terparkir. Sementara, Lena melanjutkan langkahnya menuju ruang perawatan Abey.

Lena berjalan dengan sesekali memainkan ponselnya. Ia tidak menyadari jika sedari tadi seseorang tengah mengamatinya dari kejauhan semenjak ia turun dari mobil.

"Lena,"

Mendengar seseorang menyerukan namanya, Lena menghentikan langkahnya. Ia merasa sangat mengenal dengan suara itu. Dengan rasa penasaran sekaligus was-was Lena memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut.

Deg

Lena membelalakkan mata terkejut sesaat, ia tak menyangka akan bertemu lelaki itu, sekarang, tepat di hadapannya. Ia juga tak menyangka akan menghirup udara yang sama di tempat yang sama dengan lelaki itu berada di dalamnya.

"Ka ... Kau?"

"Ya, ini aku. Apa kabarmu Lena?" lelaki itu nampak mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Lena.

"Ada apa kau kesini?" tanya Lena tanpa mempedulikan uluran tangan lelaki di depannya itu.

"Kau tidak mau menjawab pertanyaanku?" lelaki itu menyeringai tipis, membuat Lena semakin merasa takut olehnya.

"Apa maumu? Dan bagaimana bisa kau ada di sini?"

"Tenanglah. Aku hanya ingin menemuimu. Aku merindukanmu,"

Magdalena (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang