"Gue gak tau kenapa. Yang jelas saat gue selalu deket dia, gue ngerasa hidup kembali."
–AthenaWiatamaHusein–
///////
Pukul 22.45 malam Dewa baru selesai bekerja dan waktunya untuk pulang beristirahat. Rasanya tubuhnya remuk semua. Bekerja seperti ini setiap harinya memang berat dan sangat melelahkan. Tapi mau bagaimana lagi? Dewa harus melakukannya supaya ia bisa hidup. Ingat, Dewa itu adalah tipe orang pekerja keras. Ia akan bekerja semampunya untuk mendapatkan uang agar ia bisa hidup. Paling tidak setelah ia lulus SMA, Dewa akan lebih fokus mencari pekerjaan. Kuliah? Mungkin itu hanya di urutan bawah bagi Dewa.
Siapa yang tidak ingin kuliah? Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentu semuanya mau. Mendapatkan gelar sarjana dan bekerja dengan tetap di sebuah perusahaan bagus. Pasti itu lebih banyak mendapatkan hasil dari pada kerja paruh waktu seperti dirinya. Namun Dewa juga berpikir bahwa ia belum bisa karena masalah ekonomi. Biaya kuliah itu sangat mahal. Buat makan sehari-hari saja Dewa harus hemat apalagi biaya kuliah yang mencapai jutaan rupiah.
Dewa melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Malam ini cerah. Bulan dan bintang tampak bersinar bersama di langit malam. Di dalam helmnya Dewa tersenyum. Melihat pemandangan yang begitu jarang ia lihat akhir-akhir ini karena sibuknya bekerja.
Dewa menghentikan motornya di pinggir jalan saat merasakan ponselnya bergetar. Ia membuka ponselnya dan melihat pesan yang barusan di kirimkan oleh Athena.
Athena: Selamat malam teman!
Udah pulang kerja?
Kalo udah langsung istirahat ya. Supaya besok sekolah gak telat.
Good Night:)
Tak bisa di pungkiri senyuman di wajahnya perlahan terangkat. Hanya dengan membaca pesan dari Athena membuat beban di pundaknya perlahan menguar. Hanya dengan perhatian kecil itu saja membuat hatinya menghangat.
Dewa mengetikan jarinya di layar ponselnya. Membalas pesan Athena dan mengirimnya. Setelah itu ia menyimpannya kembali dan pergi.
///////
Tingg!
Athena membuka ponselnya. Sebuah pesan dari Dewa membuatnya bersemangat dan langsung membacanya.
Dewa: Selamat malam juga buat lo
"AAAAAAAA!!!!" teriak Athena senang dan heboh. Sering ia mengirimkan Dewa pesan, baru kali ini cowok itu membalas pesannya.
"Kenapa, Na?! Ada apa?!!" tanya Mega langsung keluar dari kamar mandi. Ia sedang mencuci wajah saat mendengar suara teriakan Athena yang begitu melengking. Membuatnya refleks keluar. Ia bahkan tidak sadar bahwa masih ada sisa sabun di wajahnya.
Athena menoleh, langsung memeluk Mega erat.
"Aww! Kenapa sih, Na?! Ada apa?!" ulang Mega melepaskan pelukannya dengan Athena.
"Liat! Dewa bales pesan gueee!!!!" teriak Athena tidak bisa lagi menyembunyikan rasa senangnya.
Mega menghela napas. Lalu melirik Athena kesal. Ia pikir tadi sesuatu terjadi pada Athena makanya tadi ia sempat panik. Taunya hanya senang karena pesannya di balas oleh Dewa! Oh God! Salah apa hambamu ini!
"Seseneng itu Dewa bales pesan dari lo hah?" Mega berkacak pinggang memperhatikan Athena yang masih senyum-senyum tidak jelas. Seperti orang gila.
"Iyalah seneng! Lo pikir aja, sekian lama gue kirim pesan, chat WA dan juga telfon, baru kali ini dia bales!" ujar Athena. Gadis itu langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur. Masih melihat layar ponselnya dengan senyum yang mengembang.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [ END ]
Teen Fiction"Aku tidak pernah menyalahkan rindu, sebab rindu hadir karena adanya KENANGAN." -Dewa Althaf "Aku juga tidak pernah menyalahkan pertemuan, meskipun akhirnya adalah PERPISAHAN." -Athena Wiatama Husein •••• Dewa Althaf. Satu nama yang di pandang sebag...
![DESTINY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/229239070-64-k419819.jpg)