DESTINY-05

3.9K 332 0
                                        

"Daripada dibilang suka, kayanya lebih tepat kalau katanya di ganti dengan kata tertarik."

–AthenaWiatamaHusein–

///////

"Lo serius mau temenan sama Dewa, Na?" tanya Irene masih belum percaya. Dia masih bertanya pada Athena sampai dia benar-benar mendapatkan jawaban yang pasti.

Saat ini Athena, Naomi, dan Irene berada di sebuah cafe untuk menghabiskan waktu sebelum pulang. Karena tadi katanya Irene lapar dan pengen makan makanan yang manis. Jadinya mereka memilih cafe yang tidak jauh dari sekolah untuk tongkrongan.

Tempatnya bagus dan nyaman. Bahkan banyak anak-anak dari sekolah lain yang juga menghabiskan waktu mereka di cafe itu. Hanya sekedar bergurau bersama teman ataupun pacaran.

Kebanyakan pelanggan disana emang anak sekolahan. Karena tempatnya strategis dan mudah di jangkau dari sekolah-sekolah lainnya juga. Selain itu, tempatnya juga Instragramable banget. Bisalah buat foto-foto terus post deh ke media sosial.

"Iya, Ren. Gue serius. Udah berapa kali sih gue bilang?" ujar Athena mulai malas menjawab pertanyaan Irene yang itu-itu saja.

"Beneran, Na?" tanya Irene lagi memajukan wajahnya menatap Athena dengan serius.

Athena memutar matanya malas.

Pletak!

Sebuah jitakan mendarat mulus di kening Irene, membuat gadis cantik itu meringis.

"Lo kenapa jitak gue sih?!" kesal Irene menatap Naomi yang barusan menjitaknya dengan sendok.

"Supaya otak lo jernih dan nggak nanya-nanya lagi," jawab Naomi santai tanpa merasa bersalah.

"Nggak usah dijitak juga kali! Lo pikir nggak sakit apa?!"

Naomi mengedikkan bahunya acuh. Kembali menyendok sepotong kue kedalam mulutnya.

Irene mendengus kesal.

"Tapi seriusan, Na. Lebih baik lo nggak usah deket-deket deh sama Dewa. Bisa-bisa hidup lo nggak akan aman," ujar Irene. Entah untuk keberapa kalinya cewek itu mengingatkan Athena.

"Hidup gue aman-aman aja kok. Nggak ada masalah, kan, gue deket sama Dewa?" tanya Athena.

"Sekarang sih baik. Tapi kita nggak tau, kan, kedepannya kayak apa?"

Athena tersenyum. "Gue, kan, udah bilang, kalau gue bakalan buat Dewa jadi temen gue," ujar Athena tegas seperti nada tidak mau di bantah.

"Kenapa lo kekeuh banget Na pengen temenan sama Dewa? Tuh cowok aja belum tentu pengen jadi temen lo, kan?" tanya Naomi menatap Athena bingung sekaligus heran.

Athena mengedikkan bahunya. "Nggak tau. Gue cuma ngerasa... kalau gue pengen temenan aja sama Dewa," jawab Athena membuat Irene dan Naomi mengerutkan kening mereka tidak mengerti.

"Lo suka sama Dewa, Na?" tebak Irene menatap Athena serius.

Athena menatap Irene dan Naomi. Ia terdiam. Mencerna maksud kata-kata Irene barusan. Dan sedetik kemudian ia tersenyum.

DESTINY [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang