Setelah di rawat di rumah sakit selama dua hari dan istirahat di rumah beberapa hari karena perintah Hana, pagi ini adalah hari dimana Athena akan menjalankan rutinitasnya lagi seperti biasa. Dimana ia akan pergi ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman yang sudah beberapa hari ini ia rindukan. Apalagi dengan Irene dan Naomi. Ia sangat merindukan kedua temannya itu. Rindu untuk kembali bercerita mengenai hal yang kadang tidak berfaedah.
Athena menatap pantulan dirinya di cermin. Ia memakai pelembab bibir supaya wajahnya tidak semakin terlihat pucat. Setelah merasa cukup, Athena mengambil tasnya dan menyandangnya. Keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan. Dimana anggota keluarganya lengkap kecuali Avran yang masih bertugas di Kalimantan. Entah kapan kakak pertamanya itu pulang. Yang jelas Athena sangat merindukannya.
Sedangkan Arvin sudah pulang dua hari yang lalu. Ia langsung pulang setelah mendengar kabar dari Ayahnya–Husein bahwa Athena kembali masuk Rumah Sakit. Arvin sengaja ambil cuti bukan hanya karena masalah Athena–adik bungsunya. Melainkan ada hal membahagiakan baginya dan juga semua orang di rumah itu.
"Pagi, Ayah! Pagi, Mimi!" sapa Athena mencium pipi kedua orangtuanya.
"Abang gak di sapa, Dek?" ujar Arvin menunjuk dirinya.
Athena terkekeh kemudian memeluk Arvin dari samping dan mencium pipinya. "Pagi Abang Nana yang ganteeenngg!"
Arvin tergelak karenanya. Lantas ia juga mencium pipi Athena dan mengacak puncak kepalanya. "Pagi juga adik Abang yang cantiiikk!" balas Arvin.
Athena langsung duduk di sebelah Arvin. Memakan sarapannya yang sudah di siapkan oleh Hana.
"Abisin sarapannya, terus jangan lupa minum susu," kata Hana.
Athena mengangguk sembari mengunyah.
"Kamu beneran udah sehat? Kalo rasanya masih sakit gak usah sekolah ya hari ini. Biar Mimi izinin lagi kamu ke sekolah," ujar Hana dengan raut wajah khawatir.
"Enggak usah, Mi. Aku baik-baik aja kok. Udah sehat. Lagi pula aku bosen di rumah terus. Aku kangen sama Irene dan Naomi," ujar Athena.
"Tapi kan sayang—"
"Mi, kita percaya aja sama Athena ya. Emangnya Mimi gak kasihan liat Athena bosen di rumah? Hm?" potong Husein mencoba membujuk istrinya.
"Tapi, Yah. Mimi cuma khawatir aja sama Athena."
"Iya, Ayah ngerti. Tapi gak harus ngurung Athena di rumah juga kan?"
Hana terdiam. Menatap Athena yang juga menatapnya. Ia juga teringat bahwa beberapa hari ini Athena sering tidak bersemangat karena bosan berada di rumah tanpa melakukan apapun.
Hana menghela napas. "Ya udah, tapi kalo ada apa-apa langsung telfon Mimi, Ayah, atau Bang Arvin ya," peringat Hana.
Athena tersenyum sambil mengangguk. "Pasti, Mi!"
"Buruan berangkat sekolah. Nanti telat lagi."
Athena segera meminum susu coklatnya lalu berdiri menyandang tasnya. Menoleh pada Arvin yang sedang meminum susu.
"Bang Arvin jadi kan nganterin aku?" tanya Athena.
Arvin mengangguk. "Jadi dong!" ujarnya berdiri. "Kamu tunggu di depan aja. Abang mau ambil kunci mobil dulu."
Athena menurut dan berjalan lebih dulu keluar rumah setelah menyalim tangan Hana dan Husein. Setelah beberapa menit Arvin datang. Mereka langsung masuk kedalam mobil dan pergi ke sekolah Athena.
///////
Mobil Arvin berhenti di depan gerbang SMA Trisatya. Athena melepaskan seatbelt nya dan menyalim tangan Arvin.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [ END ]
Teen Fiction"Aku tidak pernah menyalahkan rindu, sebab rindu hadir karena adanya KENANGAN." -Dewa Althaf "Aku juga tidak pernah menyalahkan pertemuan, meskipun akhirnya adalah PERPISAHAN." -Athena Wiatama Husein •••• Dewa Althaf. Satu nama yang di pandang sebag...
![DESTINY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/229239070-64-k419819.jpg)