DESTINY-81

2.4K 174 0
                                        

HaloHaiSemuanyaaa

Maaf banget aku baru update sekarang. Ada yang kangen nggak sama Dewa Athena? Cusss daripada lama-lama, silahkan menikmati kisah Dewa Athena.

So, Happy Reading and i hope you enjoy^^

///////

Dewa berlari di lorong Rumah Sakit dengan raut cemas. Tidak peduli dengan beberapa orang yang ia tabrak tanpa sengaja. Setelah menerima telepon dari Naomi, Dewa langsung bergegas ke Rumah Sakit melihat keadaan Athena. Entah kenapa perasaannya tiba-tiba terasa aneh, dan berharap bahwa Athena baik-baik saja.

"Dewa!" panggil Naomi saat melihat Dewa yang berlari ke arahnya dan teman-temannya yang sejak tadi sudah berada di depan kamar rawat Athena.

"Bagaimana keadaan Athena?" tanya Dewa langsung to the point. Tidak ingin berbasa-basi dalam keadaan seperti ini.

"Dokter sama keluarga Athena masih di dalam. Kita tunggu aja dan berdoa, semoga Athena baik-baik aja," kata Naomi menenangkan. Dia paham bagaimana khawatirnya Dewa saat ini pada Athena.

Dewa tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain berdoa untuk Athena. Lo kuat, Na. Lo pasti bisa bertahan. Gue yakin, batin Dewa.

Tak lama Dokter keluar. Mereka langsung mendekat dan bertanya mengenai keadaan Athena.

"Bagaimana teman kita, Dok?" tanya Irene mewakili teman-temannya.

"Pasien hanya kehilangan kesadarannya saja karena stres. Tidak ada yang perlu di khawatirkan," jelas Dokter. "Sekarang pasien sedang beristirahat."

Mereka akhirnya bisa menghela napas lega mendengar penjelasan Dokter tersebut. Setelah Dokter itu pergi, mereka hendak masuk melihat Athena secara langsung. Tapi urung saat mengetahui bahwa malam sudah larut. Tidak ingin mengganggu istirahat Athena. Lagipula ada keluarganya yang akan selalu berada di samping gadis itu.

"Wa, lo masuk?" tanya Ben di sebelah Dewa yang masih menatap Athena melalui jendela kecil yang ada di tengah pintu.

Sebenarnya Dewa ingin sekali masuk dan menemani Athena. Namun Dewa sadar bahwa ia hanya sebatas teman dengan Athena. Tidak lebih.

Perlahan Dewa menggeleng. "Gue nggak mau ganggu Athena. Biarin dia istirahat." Dewa menoleh pada Ben, lalu mengayunkan kakinya menjauh dari pintu.

Baru beberapa langkah melewati belokan, seseorang dari depan tanpa sengaja menabraknya. Dewa dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya supaya tidak jatuh. Menoleh pada seseorang yang barusan menabraknya. Matanya seketika beradu dengan Raka, sosok yang tidak Dewa duga akan bertemu disini.

"Jalan tuh pake mata!" ujar Raka kesal menyadari orang yang tanpa sengaja ia tabrak adalah Dewa, seseorang yang menghalanginya dengan Athena. Itu pikirnya.

"Heh! Lo yang nabrak kenapa lo yang marah-marah?" ujar Ben membela Dewa karena memang Dewa tidak salah.

Raka berdecak kesal. Matanya melirik Dewa sinis. "Ngapain lo disini?"

"Yang ada Dewa yang nanya, ngapain lo disini!" sahut Ben tak santai.

"Gue ngomong sama Dewa, ya, bukan sama lo!" Raka menunjuk Ben tepat di depan wajahnya.

Belum sempat Ben membalas, Dewa sudah lebih dulu mencegahnya. "Jangan buat keributan. Ini Rumah Sakit," kata Dewa pada Ben.

Ben menurut walaupun tak melepaskan tatapan bencinya pada Raka.

"Gue kesini jenguk Athena," ujar Dewa pada Raka.

"Ngapain lagi sih lo deket-deket sama Athena? Udah jelas Athena tuh cuma kasihan sama lo. Nggak usah banyak berharap kalau Athena bakal suka sama lo," ujar Raka. "Karena itu nggak mungkin," lanjut Raka.

DESTINY [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang