DESTINY-39

2.5K 210 0
                                        

Athena berjalan sembari menguap. Semalam ia tidak bisa tidur dan memilih untuk begadang nonton drakor kesukaannya yang di perankan oleh aktor favoritnya, yaitu Lee Min Ho. Drakor yang sedang banyak di perbincangkan akhir-akhir ini yaitu The King Eternal Monarch. Film yang membuat penasaran namun juga ada komedi romantisnya.

Athena berbelok menaiki tangga satu persatu. Dan tanpa sengaja ia menubruk seseorang yang tepat berjalan di depannya. Athena lantas mengumpati orang itu. Ia mendongak dan matanya langsung membulat saat melihat orang di depannya adalah Aldo dan kedua temannya. Si biang onar yang bahkan lebih parah dari Dewa.

Athena menghela napas. Ia benar-benar malas berurusan dengan ketiga curut ini. Hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tidak penting.

Athena hendak berlalu namun di halangi oleh cowok yang saat ini sudah mengeluarkan seragam sekolahnya dari celana abu-abunya. Cowok itu menghalangi jalan Athena dengan merentangkan sebelah tangannya. Cowok itu tersenyum miring menatap Athena.

"Minggir. Gue mau lewat," kata Athena mengeluarkan sisi dinginnya. Bicara tanpa menatap Aldo langsung. Ia benar-benar muak melihat wajah ketiga cowok itu apalagi Aldo yang selalu berbuat ulah padanya.

"Setelah lo mengumpat di depan gue, lo bisa pergi seenaknya gitu?"

Athena menatap jengkel Aldo. "Mau lo apa? Minggir, gue mau lewat!"

Athena berusaha menyingkirkan tangan Aldo dari hadapannya. Tidak semudah itu, malah cowok itu sekarang memegang erat tangan Athena. Sangat kuat dan kasar.

"Lepasin! Lo apa-apaan sih!" kesal Athena berontak.

Aldo masih menatap tajam Athena. Tidak melonggarkan sedikit pun tangannya. Tidak peduli jika Athena kesakitan karenanya.

"Lo mau kemana? Minta maaf dulu sama gue!"

"Gue gak sengaja!"

"GUE GAK PEDULI!" bentak Aldo semakin kencang mencekal tangan Athena.

Athena masih berontak. Tanpa sadar kakinya menginjak ujung tangga dan tergelincir. Aldo refleks melepaskan tangannya yang mencekal Athena. Matanya membulat melihat Athena yang berguling menuruni tangga. Bukan cuma Aldo, malah kedua temannya juga melotot melihat kepala Athena terdapat cairan merah yang tak lain adalah darah.

"ATHENA!!!"

Dewa yang melihat Athena sudah tergeletak di lantai dasar tangga berlari dengan beberapa orang yang tanpa sengaja melihat kejadian tersebut. Dewa membalikkan tubuh Athena yang sudah tidak sadarkan diri dengan kepala berdarah.

"Na! Bangun! Athena!" panggil Dewa menepuk pelan pipi gadis itu.

"ATHENA!!"

Dari kejauhan Irene dan Naomi terpekik melihat Athena. Mereka juga langsung mendekat, memeriksa keadaan Athena.

"Gu-gue gak sengaja! Sumpah, gue gak sengaja!" ujar Aldo seperti orang ketakutan.

Dewa menoleh pada Aldo. Dengan langkah mantap cowok itu berdiri dan langsung memukul Aldo tepat di rahangnya. Membuat Aldo seketika limbung dan terjatuh. Dewa tidak tinggal diam, cowok itu mengangkangi Aldo, menarik kerah seragamnya dan kembali melayangkan pukulan bertubi tepat di wajahnya. Memberikan pelajaran karena sudah berani-beraninya membuat Athena celaka sampai dia tidak sadarkan diri.

"DEWA! CUKUP, WA!" teriak Ben mencoba melerai. Namun Dewa sudah kepalang marah. Tatapan matanya sudah berubah dingin seperti orang yang akan membunuh lawannya sendiri.

Dewa benar-benar sangat marah, batin Ben cemas melihat Dewa hilang kendali seperti ini.

"KALIAN NGAPAIN SIH?! PISAHIN MEREKA!" bentak Ben pada Viko dan Jian yang hanya diam memperhatikan Dewa seperti orang kesetanan.

DESTINY [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang