"Jadi... Dia orangnya?" tanya Hana pada Athena. Setelah dari restoran mereka langsung pulang dan sekarang berada di dalam mobil, terjebak macet.
Athena menoleh pada Hana yang juga menatapnya dengan senyuman.
"Iya," jawab Athena. "Menurut Mimi... dia gimana?" tanya Athena meminta pendapat Hana.
Hana tampak berpikir sebentar sebelum menjawab. "Mmm... Dewa orangnya baik, sopan, punya tata krama sama orang yang lebih tua, terus..."
"Terus apa?" tanya Athena penasaran.
Hana menoleh, mengelus kepala Athena sayang dengan senyuman di wajahnya.
"Terus ganteng!" ujar Hanya melanjutkan kata-katanya.
Athena semakin tersenyum mendengarnya. Benar kan apa katanya? Dewa itu memang memiliki sisi misterius yang membuat orang-orang ingin lebih kenal dengannya. Membuat orang-orang semakin penasaran dengannya.
"Mimi izinin aku temenan sama dia kan?" tanya Athena.
Hana mengangguk. "Iya, Mimi izinin. Tapi inget batas ya," ujar Hana.
"Pasti, Mi! Athena gak akan lupa kok. Kan Ayah sama Mimi selalu ingetin Athena."
Hana menoleh, kembali mengelus kepala Athena lembut.
"Pinter anak Mimi."
Tiba-tiba Hana menghentikan mobilnya mendadak. Membuat Athena yang tidak siap terdorong ke depan. Namun untung dia memakai seatbelt jadi tidak membuatnya semakin terdorong ke arah dashboard mobil.
"Astaghfirullah! Ya ampun, tuh anak gak bisa naik motor ya? Ugal-ugalan aja!" ujar Hana kesal melihat remaja zaman sekarang yang suka ugal-ugalan naik motor. Membahayakan diri sendiri dan orang lain saja.
Hana menoleh pada Athena. "Sayang, kamu gak apa-apa?" tanya Hana khawatir melihat Athena menunduk.
"Sayang? Athena?" panggil Hana mendongakkan kepala Athena. Gadis itu memejamkan matanya dengan keringat yang mengucur di keningnya. Membuat Hana semakin khawatir di buatnya.
"Athena, sayang kamu kenapa? Apa yang sakit?" tanya Hana khawatir. Ia merebahkan kursi mobil supaya Athena bisa merebahkan tubuhnya.
Gadis itu membuka matanya dengan napas sedikit terengah-engah. Ia berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-parunya.
"Minum dulu." Hana memberikan sebotol minuman pada Athena. Gadis itu meminumnya dan merasa sudah lebih baik.
"Gimana? Kita perlu ke dokter?"
Athena menggeleng. "Gak usah, Mi. Aku gak apa-apa. Cuma kaget aja."
Hana menghela napas. Mengelus kepala Athena dengan tatapan lega.
"Maafin Mimi ya sayang. Mimi akan lebih hati-hati bawa mobilnya."
Athena hanya mengangguk sembari tersenyum.
Hana kembali menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya pergi.
"Mi," panggil Athena. Hana menoleh sebentar.
"Kenapa sayang?"
"Kita ke toko bunga dulu ya."
Hana mengangguk. Ia melajukan mobilnya ke sebuah toko bunga langganan Athena selama ini. sekaligus pemilik toko tersebut adalah sahabat Hana sendiri.
Hana menghentikan mobilnya di dekat toko bunga itu. Mereka keluar dari mobil, berjalan masuk kedalam. Aroma menyegarkan dari bunga-bunga disana langsung menyambut Athena setelah ia melangkahkan kakinya masuk lebih jauh lagi ke dalam toko.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [ END ]
Ficção Adolescente"Aku tidak pernah menyalahkan rindu, sebab rindu hadir karena adanya KENANGAN." -Dewa Althaf "Aku juga tidak pernah menyalahkan pertemuan, meskipun akhirnya adalah PERPISAHAN." -Athena Wiatama Husein •••• Dewa Althaf. Satu nama yang di pandang sebag...
![DESTINY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/229239070-64-k419819.jpg)