Ternyata Dewa membawa Athena ke taman belakang sekolah. Tempat dimana jarang di kunjungi oleh anak-anak SMA Trisatya. Tempat Dewa sering kunjungi selain rooftop. Tempat yang nyaman dan tidak berisik.
Dewa baru saja kembali dari kantin setelah membeli sebotol minuman mineral. Cowok itu membuka tutup botolnya dan memberikannya pada Athena.
"Nih, minum dulu," ujar Dewa.
"Makasih." Athena mengambilnya lalu meminum air tersebut. Rasanya lega saat cairan menyegarkan itu melalui tenggorokannya.
"Udah lebih baik?" tanya Dewa yang masih berdiri memperhatikan Athena.
Athena mendongak menatap Dewa lalu tersenyum. "Makasih ya, Wa. Kamu udah bantuin aku."
Dewa hanya membalasnya dengan gumaman.
"Kamu gak mau tanya kenapa aku bisa ada masalah sama mereka?" tanya Athena.
Dewa meliriknya kemudian mengedikkan bahu. "Gak semua masalah orang lain perlu tau," kata Dewa.
Athena mengangguk. Membenarkan perkataan Dewa.
Sebenarnya Dewa tahu alasan Aldo dan kedua temannya itu mengganggu Athena. Itu karena masalah saat mereka berdebat di tangga kemarin. Dimana Athena dengan beraninya menjatuhkan harga diri ketiga cowok itu.
Dewa juga tahu alasan mereka berdebat. Itu karena Athena berusaha untuk membelanya.
Dewa tahu semuanya, karena saat itu ia tepat berada di dekat tangga. Dimana mereka tidak bisa melihatnya. Dewa mendengar semuanya. Athena mati-matian membelanya dari ketiga cowok itu. Saat itulah Dewa sadar bahwa Athena memang tulus padanya.
"Keliatannya dia tulus pengen jadi temen lo. Kenapa gak lo terima aja dulu? Terus liat apakah dia beneran real friend atau malah fake friend sama lo!"
Kata-kata Ben waktu lalu tiba-tiba terlintas di pikirannya. Apa Dewa terima saja Athena menjadi temannya dan lihat apakah Athena benar-benar tulus atau malah dia sama saja dengan orang-orang lainnya?
"Dewa," panggil Athena. Dewa lantas menoleh pada Athena.
"Aku boleh minta tolong?" tanya Athena.
"Apa?"
Athena lalu menepuk bagian kursi yang kosong di sebelahnya. Memberi tanda supaya Dewa duduk di sana.
Dewa tidak mengatakan apapun. Ia langsung mendudukkan dirinya di sebelah Athena. Gadis itu menggeser tubuhnya dan tanpa Dewa sadari Athena merebahkan kepalanya di pundaknya. Membuat cowok itu sontak terdiam. Sesuatu dalam dirinya terasa aneh. Seperti ada sebuah sengatan kecil yang menjalar. Perasaan beda yang selalu ia rasakan saat bersama Athena.
Dewa menoleh memperhatikan wajah Athena. Gadis itu menutup matanya. Merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya lembut. Dewa terpaku saat wajah damai dan tenang Athena begitu nyaman bersandar di pundaknya. Seperti tidak ada beban.
"Aku tau kamu baik, Wa. Makanya aku pengen jadi temen kamu," ucap Athena dengan mata yang masih menutup.
Athena mendongak, menatap Dewa yang juga menatapnya. Tatapan mereka saling beradu. Membuat keduanya terdiam dengan jarak yang begitu dekat seperti ini.
Perlahan Athena mengangkat senyumnya. Lagi-lagi Dewa semakin terpaku di buatnya. Senyuman tulus yang selalu menggetarkan hati Dewa saat melihatnya.
"Aku gak peduli apa kata orang. Yang aku tau, kamu adalah orang baik," ucap Athena pelan namun masih bisa di dengar oleh Dewa.
Matanya menatap dalam retina Athena yang entah kenapa terasa begitu nyaman dan hangat. Membuatnya enggan untuk mengalihkan pandangannya walau sedetikpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [ END ]
Fiksi Remaja"Aku tidak pernah menyalahkan rindu, sebab rindu hadir karena adanya KENANGAN." -Dewa Althaf "Aku juga tidak pernah menyalahkan pertemuan, meskipun akhirnya adalah PERPISAHAN." -Athena Wiatama Husein •••• Dewa Althaf. Satu nama yang di pandang sebag...
![DESTINY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/229239070-64-k419819.jpg)