Waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 malam. Sudah hampir tengah malam setelah acara selesai beberapa menit yang lalu, di lanjutkan dengan mengobrol santai di ruang keluarga. Seperti biasa, soal melawak si kembar Bima dan Bimo adalah ahlinya.
Athena dan Dewa berjalan beriringan menuju motor Dewa yang sudah terparkir di halaman rumah Athena. Sebenarnya Dewa sudah di paksa untuk menginap saja karena masih ada kamar kosong, tapi Dewa memilih pulang saja. Athena juga takut jika terjadi sesuatu pada Dewa di jalan malam-malam begini.
Tapi Dewa tetaplah Dewa. Cowok keras kepala dan gengsinya yang pernah Athena kenal.
"Yakin gak mau nginep disini aja? Aku takut nanti terjadi sesuatu sama kamu di jalan, Wa. Udah, mendingan nginep aja disini ya." Athena masih berusaha membujuk.
"Gak apa-apa, Na. Gue gak enak sama keluarga lo. Lagian di ajak kesini aja gue udah seneng."
"Tapi kan..."
Athena berhenti bicara saat Dewa mendekat. Merapikan jaket gadis itu supaya angin malam tidak membuatnya kedinginan. Athena menatap Dewa dengan jantung yang sudah berdetak tak karuan. Apa sebesar inikah efek Dewa baginya sekarang?
Dan yang membuat Athena menegang, Dewa dengan begitu lembutnya memeluk Athena. Menyilangkan tangannya di punggung gadis itu dan meletakkan dagunya di puncak kepala Athena.
Jangan di tanyakan lagi bagaimana nasib jantungnya saat ini. Sudah berdisko tak karuan. Bahkan perut Athena terasa di aduk-aduk. Tubuhnya merasa hangat sekaligus nyaman.
"Terima kasih, udah buat gue kembali ngerasain yang namanya kehangatan dalam keluarga. Terima kasih, karena sudah bertahan sama sifat gue selama ini. Terima kasih, Athena."
Athena hanya diam. Lidahnya seolah kelu hanya untuk mengatakan sepatah katapun. Tangannya yang terkepal karena menahan gejolak dalam dirinya perlahan mengendur. Membalas pelukan Dewa.
Tak bisa di sembunyikan bahwa saat ini Athena benar-benar merasa bahagia. Dewa sudah mulai menerimanya dengan tulus.
"Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada untuk kamu, Dewa Althaf."
///////
"Pagi!"
"Pagi," balas Athena yang baru masuk ke dapur untuk mengambil air. Ia baru bangun jam delapan setelah sholat subuh.
Setelah meneguk airnya hingga tandas, Athena mengerutkan keningnya melihat Tia dan Kina yang senyum-senyum tidak jelas padanya. Sedangkan Sam dan Lili fokus dengan makanan mereka. Yola? Athena tebak gadis tomboi itu sedang bermain game online bersama si kembar Bima dan Bimo.
Keluarganya yang berada di Jakarta dan Bogor semalam menginap di rumahnya. Lebih baik begitu daripada berkendara larut malam.
"Sudah bangun, sayang?" Hana datang dan mengelus rambut Athena.
"Mi, masih ada kue gak? Laper."
"Sebentar Mimi ambilin dulu."
Hana mengambil kue dari dalam lemari makanan dan meletakkannya di depan Athena. Setelahnya wanita paruh baya itu pergi.
"Kalian kenapa sih? Daritadi senyum-senyum gak jelas gitu," ujar Athena melihat Tia dan Kina masih saja menatapnya aneh.
"Ekhem! Gak inget dia Kin, semalam ngapain aja," ujar Tia dengan alis naik-turun.
"Ho'oh!" sahut Kina dengan mulut mengunyah.
"Emang semalam kenapa? Ada apa?"
Tia dan Kina sontak tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [ END ]
Jugendliteratur"Aku tidak pernah menyalahkan rindu, sebab rindu hadir karena adanya KENANGAN." -Dewa Althaf "Aku juga tidak pernah menyalahkan pertemuan, meskipun akhirnya adalah PERPISAHAN." -Athena Wiatama Husein •••• Dewa Althaf. Satu nama yang di pandang sebag...
![DESTINY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/229239070-64-k419819.jpg)