"Gak ada seorang pun yang berhak buat ngatur gue deket sama siapapun! Terserah gue mau temenan sama siapa aja dan itu gak ada urusannya dengan kalian yang gak tau apa-apa!"
–AthenaWiatamaHusein–
///////
"BBAAA! Ngelamun aja bang!" ujar Athena menggebrak meja tiba-tiba, mengagetkan Dewa yang sedang duduk di kursi sembari menoleh keluar jendela.
Athena terkekeh melihat tatapan kesal Dewa padanya. Kelas masih sepi, hanya beberapa bangku yang sudah terisi oleh tas teman-temannya.
Athena duduk di kursinya. Mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak makan.
"Nih, buat kamu." Athena meletakkan kotak makan tersebut di atas meja Dewa.
Cowok itu mengernyit. "Apa ini?"
"Sarapan," jawab Athena. "Aku sengaja bangun pagi loh buat bikin sarapan untuk kamu. Dimakan ya."
Dewa menggeleng. "Gue udah kenyang."
KriukkKriukk
Dewa terdiam sembari menutup matanya. Mengumpat dalam hati karena perutnya tidak mau di ajak berkompromi. Habis sudah image Dewa di depan gadis ini.
Athena tersenyum. Ia mendengar dengan jelas suara perut Dewa, yang artinya cowok itu belum sarapan. Athena langsung merubah raut wajahnya menjadi polos, tidak tahu apa-apa. Walaupun sebenarnya dalam hati ia ingin sekali menertawakan Dewa.
"Yakin nih gak mau? Nanti kamu gak fokus loh saat belajar," ujar Athena.
Dewa menoleh, menatap Athena dan kotak makan di depannya bergantian.
"Aku buatnya dengan sepenuh hati loh. Masa kamu gak mau nerima? Aku udah bangun subuh-subuh cuma pengen buatin ini untuk kamu."
Kali ini Athena merayu Dewa dengan wajahnya. Memberikan puppy eyes dan wajah sok sedihnya supaya Dewa luluh. Dan benar dugaannya. Dewa seketika mengambil kotak makan itu. Membukanya dan aroma lezat dari nasi goreng tersebut langsung tercium.
"Beneran lo yang buat?" tanya Dewa melirik Athena.
"Iyalah! Ini tuh namanya nasi goreng spesial ala Athena! Liat, pake sosis sama telur. Di tambah irisan sayur seperti wortel dan kentang. Aku jamin pasti enak kok!" ujar Athena membanggakan hasil karyanya.
"Lo gak kasih racun kan?"
Athena mendesah. Pikiran Dewa terlalu sulit untuk ia jamah.
"Ya enggak lah, Dewa! Mana berani aku kasih kamu racun. Kalo racun cinta boleh deh!" goda Athena menaik-turunkan alisnya.
Dewa berdecih. Sia-sia ia menanyakan hal konyol seperti tadi pada Athena. Nyatanya cewek itu tidak pernah menganggapnya serius.
Dewa mengambil sendok yang sudah disiapkan oleh Athena di dalam kotak makan itu. Perlahan Dewa memasukkan nasi goreng itu kedalam mulutnya. Lalu mengunyahnya.
Dewa terdiam saat nasi goreng tersebut menyentuh lidahnya. Sedangkan Athena manatap Dewa was-was. Ia takut jika nanti Dewa tidak suka dengan masakannya. Melihat ekspresi Dewa seperti itu semakin membuatnya deg-degan.
Apa jangan-jangan nasi gorengnya tidak enak? Masa sih? Padahal Athena sudah memakai resep jitu milik Hana saat wanita itu membuatkan nasi goreng untuknya. Dan Athena yakin bahwa masakannya enak. Mengingat bahwa ilmu masaknya menurun dari Hana—Ibunya.
"Dewa? Kenapa? Gak enak ya?" tanya Athena.
Dewa masih diam. Sedetik kemudian ia tersadar dan menoleh pada Athena. Gadis itu tengah menatapnya dengan tatapan was-was.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [ END ]
Teen Fiction"Aku tidak pernah menyalahkan rindu, sebab rindu hadir karena adanya KENANGAN." -Dewa Althaf "Aku juga tidak pernah menyalahkan pertemuan, meskipun akhirnya adalah PERPISAHAN." -Athena Wiatama Husein •••• Dewa Althaf. Satu nama yang di pandang sebag...
![DESTINY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/229239070-64-k419819.jpg)