Setelah makan malam Nanon bermaksud mencari abangnya. Abangnya sudah berjanji akan menemaninya bermain game tapi dia tunggu tidak datang-datang. Saat memasuki ruang kerja ayahnya dia tidak menemukan siapapun. Dia malah melihat kertas berserakan diatas meja. Saat dia berniat membereskan dia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Nanon menemukan foto Prigkhing beserta informasi tentangnya. Lalu dia mulai membacanya. Dia tidak menyangka abangnya mencari informasi tentang yang terjadi padanya.
"Prigkhing" gumam Nanon penuh dendam. "Karena kau! Aku membuang waktu tiga tahunku dengan percuma!" Nanon menatap foto prigkhing dengan marah. "Kau membuat abang harus membatalkan beasiswa yang susah payah dia dapatkan"
Pluem melihatnya. Adik kesayangannya menatap foto anak perempuan itu penuh dendam. Dia melihat bagaimana mata yang biasa berbinar indah itu dipenuhi amarah. Dia yakin adiknya punya rencana untuk membalas anak itu. Dan apapun rencana adiknya pasti akan selalu dia dukung. Tidak peduli dengan cara apapun anak perempuan itu harus mendapatkan hukuman. Dan yang pantas melakukannya hanya adiknya.
"Adek manisnya abang sedang apa?" tanya Pluem saat sudah berdiri disamping Nanon. Pluem mengusap kepala Nanon lembut
"Bang?" Nanon menoleh pada Pluem. "Dia...."
"Apa yang kesayangan abang ini inginkan untuk anak ini?" tanya Pluem. Pluem tidak peduli yang akan terjadi pada anak ini. Asalkan adiknya senang apapun akan dia lakukan. Termasuk menghancurkan anak ini dengan tangannya sendiri. Meski harus mengotori tangannya asalkan bisa melihat senyum ceria dari bibir adiknya akan dia lakukan.
"Bolehkah dia menjadi urusan Non?" tanya Nanon. Dia menatap Pluem memohon. Harus dia sendiri yang membalas cewek ini. Karena cewek tidak tahu diri ini keluarganya bersedih dengan keadaannya tiga tahun ini. Karena cewek ini abang tersayangnya banyak berkorban untuknya dan cewek ini harus membayar mahal untuk itu.
"Apapun untuk kesayangan abang ini" Pluem tersenyum pada Nanon. "Tapi biarkan ayah dan bunda menemuinya dulu. Bunda pasti ingin sedikit memberinya pelajaran"
"Tentu saja!" kata Nanon senang. Akan dia bongkar yang selama ini dia simpan tentang cewek ini. Mempermalukannya akan sangat menyenangkan.
"Apa yang direncanakan sama adik kesayangannya abang ini?" tanya Pluem jahil. Pluem sangat yakin adiknya pasti merencanakan sesuatu. Melihat senyum adiknya ini membuat Pluem sangat yakin itu.
"Adek? Abang?" Tay menatap kedua putranya heran. "Kenapa disini?"
"Non tadi cari abang yah. Abang janji menemani Non main game" beritahu Nanon. Dia tadi memang mencari abangnya untuk menemaninya bermain game. Saat masuk ruang kerja ayahnya dia melihat foto Prigkhing.
"Lalu apa yang kau pegang?" tanya Tay curiga. "Ayah akan menemuinya besok"
"Yah! Biarkan anak ini jadi urusan Adek" kata Pluem yang membuat Tay kaget
"Bang?" Tay memandang tidak setuju dengan Pluem. "Ayah tidak ingin terjadi hal buruk lagi pada adek"
"Adek akan baik-baik saja yah. Ada abang dan Frank yang akan menjaga dan mengawasinya" kata Pluem mencoba meyakinkan ayahnya. Jika adiknya ingin membalas anak ini dengan tangannya sendiri maka akan dia penuhi keinginan adiknya itu.
"Ayah! Please.... Biarkan Non membalas cewek itu. Non janji akan hati-hati" Nanon memandang Tay dengan tatapan memohon yang akan selalu berhasil meluluhkan Tay
"Tapi dek....." Tay tidak bisa membiarkan putra bungsunya ini melakukan sesuatu yang akan membahayakan dirinya. Tidak semudah itu dia mengijinkan.
"Ayah tadi dengarkan kata abang. Ada abang dan kakak yang akan mengawasi dan menjaga Non" kata Nanon mencoba meyakinkan Tay
KAMU SEDANG MEMBACA
Forget You
RomanceKetika ingatan tentang masa lalu yang menyakitkan kembali lagi Manakah yang akan dipilih? Tetap melupakan atau menghadapinya Ketika seseorang yang pernah menyakitimu datang memohon ampunanmu Apa yang akan kamu lakukan memaafkan atau melupakannya? Ke...
