Chapter 68

900 57 12
                                        

Saat ini Ohm dan Nanon sedang ada diparkiran. Mereka menunggu Sing yang saat ini sedang mengambil motornya. Ohm menoleh pada Nanon.

"Panas?" tanya Ohm saat melihat kening Nanon berkeringat. Ohm mengambil tisu lalu mengusap kening Nanon pelan.

"Ti...dak!" Nanon kaget dengan yang dilakukan Ohm tapi terlambat untuk menghindar. Yang bisa dia lakukan hanya diam dengan wajah memerah.

"Ada apa Non?" tanya Ohm saat melihat Nanon hanya diam saja. "Kau sakit? Wajahmu memerah" Ohm menatap Nanon cemas

"Ti...dak. Aku baik-baik saja" Nanon gugup dengan perlakuan Ohm padanya. Tapi dia juga senang karena perhatian Ohm.

"Sebentar lagi ya?" Ohm mengusap kepala Nanon lembut.

"Tidak apa-apa kok" Nanon menyandarkan kepalanya dibelakang Ohm. Sebenarnya dia lelah berdiri. Tapi posisi ini sangat nyaman

 Tapi posisi ini sangat nyaman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedangkan untuk Ohm. Dia cukup kaget saat Nanon menyandarkan kepalanya. Tapi merasa Nanon nyaman Ohm diam tidak bergerak. Dia takut membuat Nanon tidak nyaman.

Tanpa mereka sadari banyak yang memperhatikan. Setiap orang yang lewat pasti akan menoleh dan tersenyum pada mereka. Tidak ada yang berani mengganggu. Nanon nyaris tidur jika saja Sing tidak datang.

Sebenarnya Sing sudah memperhatikan Ohm sejak tadi. Dia memberikan sedikit waktu untuk Ohm agar bisa berduaan dengan Nanon. Dia bahkan memotret mereka berdua. Ohm pasti suka dengan foto yang dia dapatkan. Setelah memberi waktu pada Ohm cukup lama akhirnya Sing mendekat dengan menuntun sepeda motornya.

"Ohm!" panggil Sing agak keras. Dan itu mengagetkan Nanon.

"Lama!" Ohm menatap Sing kesal. Apalagi Nanon sempat kaget dengan panggilan Sing tadi

"Non! Tidak apa-apa?" Ohm menoleh pada Nanon. "Ngantuk?"

"Sedikit." Nanon menundukkan kepalanya. Sing pasti melihat posisi mereka tadi. Dia malu.

"Tidak perlu malu Non" goda Sing. Melihat Nanon dengan wajah memerah sangat menggemaskan.

"Kenapa lama?!" tanya Ohm ketus. "Ksmi sampai lumutan menunggu disini

"Sorry susah mengeluarkan motorku dari area parkir"

"Ya sudah." Ohm menyerahkan kunci mobilnya. "Jangan sampai lecet! Ini mobil kesayanganku!"

"Iya tahu!" kesal Sing. "Nanti ambil di rumah!"

"Ya" Ohm mengambil alih motor Sing. "Ayo Non"

"Iya" Nanon tersenyum pada Sing. "Maaf merepotkan Sing ya?"

"Tidak apa-apa Non." Sing menepuk bahu Nanon pelan. "Hati-hati di jalan"

"Jangan sembarangan sentuh!" Ohm menatap Sing tajam. Seenaknya saja Sing menyentuh Nanon

Ohm memakaikan helm di kepala Nanon dengan lembut. Setelah itu mereka pergi meninggalkan kampus dengan mengendarai motor Sing.

"Dasar! Belum apa-apa sudah posesif aja" kesal Sing.

Forget YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang