Chapter 58

1K 63 15
                                        


Saat ini Ohm dan Nanon sedang jalan-jalan setelah tadi nonton. Ohm membawa Nanon ke beberapa tempat yang dia tahu. Saat ini mereka sedang ada di gamesenter. Baru Ohm tahu ternyata Nanon sangat suka bermain game. Saat ini mereka berdiri di mesin pencapit boneka. Dari tadi Nanon menatap kesal mesin itu. Sudah beberapa kali mencoba tapi selalu saja gagal. Hal itu sukses membuat Nanon cemberut. Dan Ohm yang melihat itu jadi gemas sendiri. Nanon menatap mesin itu tajam seolah mesin itu musuhnya. Bukanya terlihat galak tapi malah terlihat menggemaskan. Ohm dari tadi berusaha keras untuk tidak mencubit pipinya. Ohm tidak ingin membuat Nanon illfeel padanya

"Non!" panggil Ohm pelan. Mencoba mengalihkan pandangannya dari mesin itu.

"Tunggu Ohm. Aku masih belum menyerah" tapi Nanon belum juga mengalihkan pandangannya

"Kita beli boneka saja?" ajak Ohm. Ohm sebenarnya masih mau menghabiskan waktu dengan Nanon tapi dia sudah berjanji untuk tidak memulangkan Nanon terlalu sore

"Tapi aku mau boneka yang di dalam sana" keras kepala Nanon. Seperti yang dibilang Chimon. Sekali Nanon menginginkan sesuatu harus dia dapatkan

"Bagaimana jika aku saja yang mencobanya?" tawar Ohm

"Ohm mau melakukannya?" Nanon menatap Ohm berbinar. Sebenarnya dari tadi dia sudah frustasi karena tidak juga bisa mengambil bonekanya. Tapi dia ingin mendapatkan boneka dari mesin ini

"Biarkan aku coba dulu"

Ohm memposisikan dirinya di depan mesin itu. Berusaha mendapatkan boneka yang dari tadi diincar Nanon. Beberapa kali percobaan selalu gagal. Sebenarnya dia sudah mau menyerah saja. Tapi begitu dia menoleh dan melihat Nanon menatapnya penuh harap dia mencobanya lagi. Ohm tidak ingin mengecewakan Nanon karena itu dia tidak ingin menyerah begitu saja. Lalu dia berkonsentrasi lagi. Dan ternyata dia bisa mengambil boneka yang diincar oleh Nanon dari tadi

"Yeiy!!" seru Nanon senang. "Akhirnya Ohm dapat bonekanya!"

"Nah! Ini untukmu!" Ohm menyerahksn bonekanya pada Nanon dan diterima Nanon dengan senang.

"Terima kasih Ohm" Nanon lalu memeluk boneka itu dengan sayang hal itu membuat Ohm ikut senang

"Sama-sama. Ayo kita pulang" Mereka harus segera pulang sebelum bang Pluem sampai di rumah.

"Iya. Ayo!"










Frank saat ini sedang kencan dengan Drake. Setelah tadi nonton sekarang Frank membawa Drake ke kafe tempatnya biasa berkumpul dengan teman-temannya.

"Akhirnya kau datang juga Frank" sambut Perth. Dia menatap Frank kesal

"Ada apa denganmu Perth?" Frank duduk dan menarik Drake untuk duduk disampingnya

"Kau telat 30 menit dari waktu janjian kita" kesal Perth. Dia sudah datang lebih awal ternyata malah Frank yang datang telat

"Sorry. Kami nonton dulu tadi" sta Frank tanpa rasa bersalah

"Daripada kau ngomel terus lebih baik kita kerjakan saja" Frank menoleh ke sekeliling. "Mana Saint? Tumben kau datang sendiri"

"Dia akan menyusul. Masih ada tugas ysng harus diselesaikan" akhir-akhir ini tunangannya sibuk dengan tugas kuliah. Dan yang membuatnya kesal dia sering berinteraksi dengan Zee

"Ada apa dengan wajahmu Perth?" Frank menatap Perth heran. Tumben sekali sahabatnya ini terlihat sangat kesal

"Apa lagi yang membuat seorang Perth kesal selain mantan pacar Saint" sahut Fluke yang baru datang. Fluke juga membawa pacarnya, First.

"Apa lagi masalahnya sekarang?" tanya Frank heran. Perth dan kecemburuannya. Benar-benar tidak dapat dipisahkan

"Dia sengaja cari kesempatan" sudah beberapa kali dia lihat Zee sengaja cari kesempatan untuk dekat dengan Saint dan dia tidak suka itu

Forget YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang