Chapter 95

894 51 9
                                        


Kabar tentang meninggalnya Prigkhing sudah tersebar di kampus. Menurut kabar yang beredar Prigkhing meninggal karena diperkosa oleh para preman jalanan. Bahkan sampai sekarang polisi masih belum bisa menangkapnya. Hal itu membuat resah. Apalagi lagi lokasi penemuan mayat Prigkhing tidak jauh dari kampus.

Ohm yang mendengar kabar itu cukup merasa prihatin dengan nasib buruk yang menimpa Prigkhing. Mungkin itu karma untuk semua perbuatan jahat Prigkhing pada orang-orang yang tidak dia sukai.

Ohm malah merasa lega setidaknya Prigkhing tidak akan bisa lagi menyakiti pacarnya. Tinggal mencari orang-orang itu supaya hidup Nanon bisa aman.

"Paw Paw kenapa?" Nanon menatap Ohm heran. "Apa Paw paw sedih karena Prigkhing meninggal?" tanya Nanon sedih

"Bukan seperti itu Non" Ohm menggenggam tangan Nanon lembut. "Mungkin ini terdengar jahat. Tapi aku sedikit senang dia pergi. Itu artinya tidak akan ada yang mengganggu Non lagi"

"Paw paw tidak sedih?" Nanon menatap Ohm memastikan.

"Tidak sama sekali" Ohm tersenyum pada Nanon. "Sekarang dia tidak akan lagi bisa menyakiti Non"

"Terimakasih Paw paw" Nanon tersenyum manis

"Mau jalan-jalan?"

"Mau" seru Nanon senang.

"Ayo" Ohm mengulurkan tangannya pada Nanon dan disambut dengan riang oleh Nanon.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini Nanon menatap cemberut orang yang sudah berani mengganggu tidur nyenyaknya. Max Nattapol Vihokratana. Ayah dari Tay Tawan Vihokratana

 Ayah dari Tay Tawan Vihokratana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Opa!!" seru Nanon kesal. "Non mau tidur!!"

"Ayo bangun anak manis" Max tersenyum pada Nanon. "Memangnya Non tidak rindu pada Opa?"

"Non ngantuk!" rengek Nanon. "Ayah! Bunda!"

Nanon berteriak memanggil orangtuanya. Saat melihat ayah dan bundanya di depan pintu kamarnya Nanon menatap memelas.

"Non ngantuk bunda" rengek Nanon. "Non mau tidur"

"Kenapa papa sudah ada disini" Tay menatap ayahnya kesal. Dia pikir ada apa putra bungsunya ini berteriak ternyata ayahnya sudah mengganggu tidurnya.

"Opa hanya kangen adek saja sayang" New mendekat dan tersenyum pada Nanon. "Memangnya adek tidak kangen Opa? Dibawah  ada Oma juga"

"Non kangen! Tapi Non ngantuk bunda" rengek Nanon. Dia menatap bundanya cemberut. "Non mau bobok"

"Kau ini selalu saja buat rusuh!!" seru seseorang yang baru saja masuk kamar Nanon. Tul Pakorn Vihokratana. Ibu Tay Tawan Vihokratana

 Ibu Tay Tawan Vihokratana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Forget YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang