Chapter 91

784 23 5
                                        

Saat ini Pluem sedang bicara serius dengan Tay di ruang kerja. Setelah makan malam tadi Tay langsung menyuruh Pluem ke ruang kerja.

"Semuanya lancar?" tanya Tay. Dia memeriksa beberapa dokumen yang diberikan Pluem.

"Lancar. Beberapa hari lalu Abang baru mengecek ke Surabaya dan semuanya lancar. Tidak ada masalah." jelas Pluem.

"Baguslah kalau begitu. Kantor baik-baik aja?"

"Sejauh ini baik. Beberapa kali ada penyusup yang berusaha mengacaukan bagian keamanan tapi semua teratasi dengan bantuan om Leo" Pluem duduk dihadapan Tay. "Masalah dibagian keuangan juga sudah beres. Abang sudah menghukum pelaku penggelapannya"

"Langsung ke kantor polisikan?" Tay menatap Pluem cemas. "Abang tidak melakukan sesuatu yang berbahayakan?"

"Semuanya baik-baik saja ayah. Abang menyerahkan pada om Leo"

"Bagus kalau begitu" Tay meletakkan dokumennya dan menatap Pluem serius. "Apa saja yang terjadi saat ayah tidak ada di rumah?"

"Banyak hal. 2 orang pelaku penculikan itu menemui adek untuk meminta maaf. Sudah Abang urus sebelum melepaskannya. Mereka tidak akan berani menemui adek lagi"

"Bagaimana trauma adek?" tanya Tay cemas.

"Hampir pulih sepenuhnya. Adek bisa mengatasinya dengan baik. Dokter juga bilang kalau perkembangan adek sangat bagus"

"Baguslah kalau begitu. Lalu yang lainnya?"

"Ayah juga menyadarinya kan?" Pluem menatap Tay serius. "Ada yang mengawasi rumah kita"

"Siapa mereka?" Tay menatap Pluem dengan serius

"Sebenarnya bukan rumah kita yang sedang mereka incar tapi adek. Beberapa kali mereka menampakkan diri pada adek hingga membuatnya ketakutan"

"Apa rencanamu?"

"Earth sedang mencari tahu data tentang mereka. Setelah dapat kami akan menjebak mereka"

"Jangan terlalu lama. Ayah khawatir dengan keselamatan adek"

"Tidak akan Abang biarkan orang-orang itu menyentuh adek lagi"

"Oh ya bang tadi ayah dengar adek menelpon seseorang. Kau tau siapa itu?" Tay menatap Pluem bertanya.

"Pacar adek" kata Pluem santai

"Oh pacar." awalnya Tay menanggapi dengan santai tapi begitu dia menyadari apa yang dikatakan oleh anaknya Tay melotot tidak percaya "PACAR!?!!" Teriak Tay keras hingga membuat Pluem kaget

"Ayah apa-apaan sih teriak begitu?!!" Pluem menatap Tay sengit. Dia sampai kaget dengan teriakan Tay

"Sejak kapan adek punya pacar bang?!!" tanya Tay tidak percaya

"Belum lama ini" Pluem hanya menatap ayahnya santai

"Siapa orang itu?! Kenapa kau sangat santai?" Tay menatap Pluem heran. Biasanya putra sulungnya ini sangat posesif pada anak manisnya. Tapi kenapa sekarang dia bisa sesantai ini.

"Dia bisa membantu menjaga adek. Dia juga bisa menenangkan adek saat traumanya kambuh. Dan juga kemampuannya juga lumayan"

"Siapa dia?" tanya Tay penasaran.

"Adek sendiri yang akan mengenalkan pada ayah"

"Baiklah"

"Sudah cukup kan yah? Abang mau istirahat"

"Pergilah"

"Berhubung ayah sudah kembali aku akan cuti beberapa hari"

"Kau ada urusan?" tanya Tay heran.

Forget YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang