Kejutan manis

189 9 0
                                        

Beberapa hari kemudian,  Alena memutuskan untuk menemui Haikal.  Ia ingin menyampaikan keputusannya.  Ia  sudah memikirkan dengan serius apa yang  dirasakannya.

"Mas Haikal,  aku  ingin bertemu denganmu,"  ucap Alena melalui pesan singkat.

Tidak lama kemudian,  Haikal  menjawab,  "Oke,  Alena.  Aku  tunggu di taman."

Alena tersenyum.  Ia  langsung bergegas  menuju taman tempat Haikal biasa menghabiskan waktu.  Saat  sampai di taman,  Alena melihat Haikal duduk di bangku taman sambil membaca buku.

"Mas Haikal,"  panggil Alena.

Haikal langsung menoleh,  "Alena,  kamu sudah datang.  Aku  sedang  menunggu kamu."

Alena tersenyum,  "Mas,  aku ingin  mengatakan sesuatu padamu."

"Apa itu,  Alena?"  Haikal menatap Alena dengan penuh harap.

Alena  menarik napas dalam-dalam,  "Mas,  aku sudah  memikirkan apa yang  kamu katakan.  Aku  jujur,  aku  juga  merasa nyaman dan bahagia berada di dekatmu."  Alena menatap Haikal dengan lembut.

Haikal tersenyum,  "Alena,  aku  sangat senang mendengarnya."

Alena melanjutkan,  "Mas,  aku  juga  merasa  tertarik padamu.  Tapi,  aku  ingin  memastikan bahwa  perasaan ini benar-benar  tulus dan bukan hanya  ketertarikan sesaat."

"Alena,  aku  mengerti.  Aku  akan  membuktikan  kepadamu bahwa  perasaanku  tulus dan  aku  ingin  menjalani sisa hidupku  bersamamu."

Alena tersenyum,  "Mas,  aku  berharap  kita  bisa  saling  memahami  dan  saling  mencintai  dengan tulus."

"Tentu,  Alena.  Aku  berjanji  akan  selalu  menyayangimu dan  melindungi  kamu."  Haikal memegang tangan Alena.

Saat itu,  suasana terasa  romantis.  Haikal  memeluk Alena dengan  lembut.  Alena  menangkup wajah Haikal  dengan  tangannya.

"Alena,  aku  sangat mencintaimu,"  ucap Haikal.

"Aku  juga  mencintaimu,  Mas,"  jawab Alena.

Tiba-tiba,  sebuah suara  menghentikan  kemesraan mereka.

"Mas Haikal,  Alena!  Kalian  berdua  bersembunyi  dari  kami ya?  Kalian  ini  romantis  banget,  sih,"  ucap Ainun sambil terkekeh.

Naufal,  Ustadzah Annisa,  Inara,  Naura,  Bilqis,  Kak Arkhan,  dan Keenan  muncul  dari balik pohon.  Mereka  menatap  Haikal dan Alena  dengan  senyum  mengejek.

"Hah,  kalian ini.  Ngapain  ngeliatin kami?"  ucap Haikal  dengan  nada sedikit kesal.

"Kita  cuma  mau  ngasih kejutan buat kalian,"  jawab Bilqis.

Mereka  pun  menunjukkan  sebuah  kue  ulang tahun  yang  berhias  cantik.

"Selamat  ulang tahun,  Mas Haikal dan Alena,"  ucap mereka serempak.

Haikal  dan Alena  terkejut,  "Hah?  Kalian  tahu  kapan  ulang tahun  aku  dan Alena?"

"Iya  dong,  kita  teman  dekat  kamu.  Kita  tahu  segalanya  tentang  kamu,"  jawab Naura.

Haikal  dan Alena  tersenyum.  Mereka  merasa  sangat  bahagia  mendapatkan  kejutan  yang  manis  dari  sahabat-sahabat mereka.

"Terima  kasih,  sahabat-sahabatku.  Kalian  memang  yang  terbaik,"  ucap Haikal.

"Ya,  terima  kasih.  Kalian  memang  sahabat  yang  sejati,"  sambung Alena.

Mereka  bersama-sama  merayakan  ulang tahun  Haikal  dan Alena  dengan  suasana  yang  hangat  dan  penuh  kebahagiaan.

🍀🍀🍀🍀

Di sisi lain,  Naufal sedang membujuk Ustadzah Annisa untuk makan.  Ustadzah Annisa  sedang  duduk di bangku taman,  terlihat  sedih.

"Ustadzah,  kenapa  sedih?  Makan  dulu,  yuk,"  ucap Naufal sambil menyodorkan sepiring kue.

Ustadzah Annisa  menatap  Naufal dengan  tatapan kosong.

"Ustadzah,  kamu  kenapa?  Cerita  dong,  sama aku,"  ucap Naufal dengan  nada  lembut.

"Mas Naufal,  aku  sedih  melihat  Mas Haikal  dan Alena  bahagia  bersama.  Aku  merasa  ada yang  hilang  dalam hidupku,"  ucap Ustadzah Annisa dengan  nada  sedih.

"Hah?  Kenapa  sih  Ustadzah?  Kamu  kan  orang baik.  Kamu  pasti  akan  mendapatkan  jodoh  yang  tepat  untukmu,"  ucap Naufal menenangkan.

"Aku  tahu, mas Naufal.  Tapi  aku  sedih.  Aku  merasa  sudah  terlambat  untuk  menemukan  seseorang yang  benar-benar  menyayangiku,"  jawab Ustadzah Annisa.

"Ustadzah,  jangan  berkata  seperti  itu.  Kamu  masih  muda.  Masih  banyak  waktu  untuk  menemukan  jodoh  yang  tepat  untukmu.  Dan  yang  penting,  jangan  pernah  merasa  sedih.  Kamu  adalah  wanita  yang  cantik,  baik hati,  dan  salehah.  Pasti  akan  ada  pria  yang  beruntung  mendapatkanmu,"  ucap Naufal.

"Terima  kasih, mas Naufal.  Kata-katamu  membuat  aku  sedikit  terhibur,"  ucap Ustadzah Annisa.

Naufal  mengelus  kepala Ustadzah Annisa.  "Ustadzah,  jangan  bersedih  lagi.  Makan  dulu,  yuk.  Nanti  aku  ceritakan  cerita  lucu  untuk  menghilangkan  sedihmu,"  ucap Naufal.

Ustadzah Annisa  tersenyum  sedikit.  "Baiklah, mas  Naufal.  Aku  akan  makan  dulu."

Naufal  merasa  senang  karena  bisa  menghibur  Ustadzah Annisa.  Ia  berharap  Ustadzah Annisa  cepat  menemukan  jodoh  yang  tepat  untuknya.

 Naufal tersenyum lebar, "Ustadzah, tenang saja. Kebahagiaan akan datang pada waktunya. Kita tidak boleh terburu-buru. Nikmati saja prosesnya dan fokuslah pada apa yang kamu sukai. Kau tahu, aku selalu ada untukmu."

Ustadzah Annisa terkesima dengan ucapan Naufal. Kata-kata Naufal memang sederhana, namun mampu menyentuh hatinya. Ia merasa terhibur dan sedikit terlupakan kesedihannya. "Terima kasih, Naufal. Kamu memang teman yang baik."

"Sama-sama, Ustadzah. Sekarang, makanlah kuenya! Nanti, aku ceritakan tentang perjalanan dakwahku minggu lalu yang penuh dengan suka dan duka.  Dijamin, kamu akan tertawa!"

Naufal menyuapi Ustadzah Annisa dengan kue manis itu. Ustadzah Annisa pun menerima suapan Naufal dengan senyum tipis,  matanya berbinar sedikit.

"Baiklah,  Naufal.  Aku  akan  mendengarkan ceritamu.  Mungkin  cerita  lucu  kamu  bisa  menghilangkan  sedih  aku,"  ucap  Ustadzah  Annisa.

Naufal  pun  menceritakan  kisah  perjalanannya  yang  penuh  dengan  petualangan  dan  kejadian  lucu.  Ustadzah Annisa  tertawa  dengan  leganya,  ia  lupa  akan  kesedihannya  sebentar.

"Kamu  ini  ya,  Naufal.  Ceritanya  lucu  sekali!"  Ucap  Ustadzah  Annisa.

"Ya,  aku  kan  jago  ngibur,"  jawab  Naufal  dengan  sombong.

Mereka  berdua  tertawa  bersama.  Suasana  di  taman  menjadi  lebih  cerah.  Naufal  merasa  senang  bisa  menghibur  Ustadzah  Annisa.  Ia  berharap  Ustadzah Annisa  bisa  menemukan  kebahagiaan  yang  dicarinya.

 

Di sisi lain,  Haikal  dan Alena  sedang  merayakan  ulang  tahun  mereka.  Sahabat-sahabat mereka  memberikan  kejutan  yang  sangat  menyenangkan.  Mereka  bersama-sama  menyanyikan  lagu  ulang  tahun  dan  menikmati  kue  ulang  tahun  yang  lezat.

"Mas Haikal,  Ning Alena,  selamat  ulang  tahun.  Semoga  kalian  selalu  bahagia  bersama,"  ucap  Bilqis.

"Terima  kasih,  Bilqis,"  jawab  Haikal.

"Iya,  terima  kasih,"  sambung  Alena.

Mereka  bersama-sama  menikmati  suasana  ulang  tahun  yang  meriah.  Haikal  dan Alena  merasa  sangat  bahagia  mendapatkan  dukungan  dari  sahabat-sahabat  mereka.  Mereka  berharap  hubungan  mereka  akan  terus  berkembang  dengan  baik  dan  penuh  cinta.

 Suasana hangat dan penuh canda tawa mewarnai perayaan ulang tahun Haikal dan Alena.

"Mas Haikal, Alena,  semoga  kalian  selalu  bahagia  bersama  dan  cepat  menikah  ya,"  ucap  Keenan  sambil  mengedipkan  mata.

Haikal  terkekeh,  "Keenan,  kamu  ini  ya.  Kok  cepat-cepat  banget  sih?"

"Iya,  Mas Haikal,  segera  saja  di-booking.  Nanti  keburu  di-booking  orang  lain,"  sambung  Ainun.

"Ya,  sudahlah.  Kalian  ini  nggak  ada  kapok-kapoknya  ngegoda  aku,"  ucap  Haikal  sambil  menggeleng  kepala.

"Mas Haikal,  kita  kan  cuma  bercanda  kok,"  jawab  Naufal.

"Mas Haikal,  kami  sangat  menghormati  kamu  dan Alena.  Tapi,  kan  kita  hanya  ingin  memberikan  semangat,"  ucap  Ustadzah  Annisa.

"Iya,  Mas Haikal.  Kami  sangat  bahagia  melihat  kalian  bahagia  bersama,"  tambah  Inara.

"Mas Haikal,  kita  sangat  mendukung  kalian  lho.  Semoga  kalian  selalu  bahagia  bersama,"  sambung  Naura.

"Mas Haikal,  kamu  harus  cepat-cepat  menikahi  Alena.  Kita  semuanya  sudah  tidak  sabar  melihat  kalian  bersama,"  ucap  Bilqis.

"Iya,  Mas Haikal.  Kalian  pasangan  yang  serasi.  Cepatlah  menikah,"  tambah  Kak  Arkhan.

Haikal  tersenyum.  "Terima  kasih  sahabat-sahabatku.  Aku  menghargai  dukungan  kalian.  Aku  akan  mencoba  yang  terbaik  untuk  membuat  Alena  bahagia."

"Mas Haikal,  jangan  mendengarkan  mereka.  Mereka  hanya  bercanda  kok,"  ucap  Alena  sambil  tersenyum  malu.

"Iya,  Alena.  Aku  tahu.  Aku  akan  selalu  berusaha  membuatmu  bahagia,"  jawab  Haikal.

Mereka  bersama-sama  menikmati  suasana  perayaan  ulang  tahun.  Suasana  hangat  dan  penuh  kebahagiaan  menyelimuti  mereka.  Mereka  merasa  sangat  beruntung  memiliki  sahabat-sahabat  yang  selalu  mendukung  dan  menyayangi  mereka.

 

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang