Beby Alyssya, rewel tidak mau jauh dari sang ayah. Sang ayah ingin pergi ke perusahaan karena ada rekan kerja yang ke Indonesia dari Korea Selatan.
"Assalamualaikum putri kecilnya ayah, ayah mau Salim boleh?" salam Arkhan lembut pada sang putri kesayangannya.
Bayi Alyssya menggeleng kepalanya. Ia tidak mau ditinggal malah minta di gendong lalu jari mungilnya menunjuk ke luar rumah.
"Sayang, ayah mau pergi dulu yah, sini sama bunda." bujuk Bilqis
"No....no...no...." ocehan bayi Alyssya
Terpaksa Arkhan mengajak putrinya dan sang istri.
"Sayang bersiap lah kita berangkat ke perusahaan ku," ucap Arkhan.
Bilqis mengangguk kepalanya. "Iya Kak, tunggu sebentar."
Setelah sampai di perusahaan, Arkhan di sambut hangat oleh karyawannya.
Banyak wanita yang mencari cara untuk menarik perhatian bosnya. Mereka menatap Arkhan dengan tatapan yang menyindir. Bilqis hanya geleng-geleng kepala melihat semuanya.
"Kakak, kenapa karyawan kamu pada cari perhatian pada kamu Kak?" tanya Bilqis sedikit cemberut di balik cadarnya.
"Sayang, jangan dihiraukan mereka semua." jawab Arkhan dingin.
Bilqis dapat mendengar bisikan dari karyawan suaminya. Ada yang bilang Pak Arkhan dingin banget, tapi ada yang bilang sangat beruntung yah wanita di sampingnya. Ada yang bilang itu putri Pak Arkhan yah. Atau Pak Arkhan menikah dengan janda anak satu, pasti mukanya jelek deh maka ia pakai cadar.
"Pak Arkhan dingin banget, tapi ganteng!"
"Beruntung banget istrinya!"
"Itu anaknya Pak Arkhan ya? Cantik!"
"Pak Arkhan menikah sama janda anak satu, pasti mukanya jelek deh makanya pakai cadar!"
Ini obrolan karyawan Arkhan.
"Kak, aku nggak suka dengerin omongan mereka," ucap Bilqis.
"Tenang aja, Sayang. Aku akan selalu melindungi kamu," jawab Arkhan.
Arkhan menarik Bilqis dan Alyssya ke ruangan kerjanya. Ia membiarkan para karyawati tersebut tercengang melihat aksi Arkhan yang melindungi istri dan anaknya.
"Kamu tidak perlu peduli dengan mereka, Sayang," ucap Arkhan dengan lembut ke pada Bilqis. "Mereka hanya mencoba untuk menarik perhatianku. Tapi aku hanya memiliki satu hati dan itu hanya untukmu."
Bilqis tersenyum lembut. Ia sangat mencintai Arkhan. Ia tahu bahwa Arkhan hanya memiliki satu hati untuknya.
Ada sekretaris Arkhan mengetuk pintu ruangan CEO. Ia memberi tahu bahwa rekan kerja sudah sampai dan menunggu di ruangan meeting.
“Pak Arkhan, rekan kerja dari Korea Selatan sudah sampai. Mereka menunggu di ruang meeting,” ujar sekretaris itu dengan ramah.
“Baik, terima kasih,” jawab Arkhan.
Namun sayangnya, Beby Alyssya tidak mau lepas dari gendongan sang ayah. Arkhan dan Bilqis pun akhirnya memutuskan untuk mengajak putri kecil mereka ke ruang meeting bersama.
Bukan Arkhan yang bekerja sama dengan perusahaan Korea, melainkan Bilqis yang mengatasinya. Rekan kerja dari Korea Selatan bernama Kim Jun-seo. Bilqis mahir berbahasa Korea, dan ia langsung memahami semua yang dibicarakan Jun-seo. Bilqis hanya melihat sekali proyek ini, dia sudah hapal.
Rekan kerja suaminya bernama Kim Jae-hyun.
"Annyeonghaseyo, jeoneun Kim Jae-hyun imnida. Mannaseo bangapseumnida." (Halo, nama saya Kim Jae-hyun. Senang bertemu dengan Anda.)
"Annyeonghaseyo, jeoneun Bilqis imnida. Mannaseo bangapseumnida." (Halo, nama saya Bilqis. Senang bertemu dengan Anda.)
"Ne, mannaseo bangapseumnida. Jeoneun i projegeul deulyeo wasseo seumida. Jeoneun i projegeul tonghae hanguk gwa indonesie saie ui gyeongje hyeopryeog ui gwangye ga deulyeo nal su isseo seumida. (Ya, senang bertemu dengan Anda. Saya datang untuk mendiskusikan proyek ini. Saya yakin bahwa proyek ini akan meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi antara Korea dan Indonesia.)"
"Ne, jeoneun do gyeongje hyeopryeog ui gwangye ga deulyeo nal su isseo seumida. Jeoneun i projegeul tonghae hanguk gwa indonesie saie ui gyeongje hyeopryeog ui gwangye ga deulyeo nal su isseo seumida." (Ya, saya juga yakin bahwa hubungan kerja sama ekonomi akan meningkat. Saya yakin bahwa proyek ini akan meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi antara Korea dan Indonesia.)
Bilqis hanya melihat sekali proyek ini, ia sudah hapal dan menjelaskan isi proposal kerja sama dengan perusahaan Korea tersebut. Pembahasan soal proyek pembangunan yang ada di sekitar Indonesia merupakan akan membangun perumahan ala Korea dan Indonesia.
"Jeoneun hanguk ui jutag ui gyeongje hyeopryeog ui gwangye ga deulyeo nal su isseo seumida." (Saya yakin bahwa proyek ini akan meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi antara Korea dan Indonesia.)
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
LosoweBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
