Malam Bersama

463 5 0
                                        

Malam itu, Bilqis dan Arkhan menikmati malam mereka di rumah baru mereka. Mereka duduk bersama di teras rumah, menikmati sejuknya udara malam dan menyaksikan bintang-bintang yang berkilauan di langit. Beby Alyssya sudah tidur nyenyak di kamarnya.

"Kak, aku sangat bahagia bisa bersamamu," ucap Bilqis dengan nada yang penuh kebahagiaan.  Suaranya lembut,  mengalir  indah  seperti  alunan  musik  di  telinga  Arkhan.

"Aku juga sangat bahagia bisa bersamamu, Sayang," jawab Arkhan sambil  mengelus rambut Bilqis dengan lembut.  Senyum  lebar  terukir  di  wajahnya  saat  menatap  Bilqis.

"Aku sangat mencintai kamu, Kak," lanjut Bilqis.  Matanya  berbinar  saat  menyatakan  perasaannya.

"Aku juga sangat mencintai kamu, Sayang," jawab Arkhan  dengan nada yang  penuh  cinta.

Mereka terdiam sesaat, menikmati keheningan yang menyelimuti mereka.  Tatapan  mereka  saling  beradu,  menceritakan  sejuta  rasa  cinta  yang  tak  terucap.

"Kak, aku ingin kita selalu bersama sepanjang hidup kita," ucap Bilqis dengan nada yang penuh harapan.

"Tentu, Sayang. Aku juga ingin kita selalu bersama sepanjang hidup kita," jawab Arkhan.

"Aku ingin kita membina rumah tangga yang bahagia bersama," lanjut Bilqis.

"Aku juga ingin kita membina rumah tangga yang bahagia bersama. Aku akan selalu menyayangi kamu dan melindungi kamu," jawab Arkhan dengan nada yang penuh  keikhlasan.

Mereka berpelukan erat dan menikmati kehangatan  cinta  mereka.  Pelukan  mereka  sangat  erat,  menyatukan  dua  jiwa  yang  saling  mencintai.

"Kak, terima kasih telah menyayangi aku dan melindungi aku," ucap Bilqis dengan nada yang penuh syukur.

"Aku akan selalu menyayangi kamu dan melindungi kamu, Sayang," jawab Arkhan.

"Aku sangat mencintai kamu, Kak," ucap Bilqis lagi.

"Aku juga sangat mencintai kamu, Sayang," jawab Arkhan.

Mereka tersenyum saling menatap dan kemudian tertidur di teras rumah mereka.  Tidur  mereka  nyenyak,  diiringi  alunan  lagu  cinta  yang  hanya  mereka  yang  tahu.  Mereka menikmati malam yang indah dan tenang bersama.

Malam itu, Bilqis dan Arkhan menikmati malam mereka di rumah baru mereka. Mereka duduk bersama di teras rumah, menikmati sejuknya udara malam dan menyaksikan bintang-bintang yang berkilauan di langit. Beby Alyssya sudah tidur nyenyak di kamarnya.

"Kak, aku sangat bahagia bisa bersamamu," ucap Bilqis dengan nada yang penuh kebahagiaan.  Suaranya lembut,  mengalir  indah  seperti  alunan  musik  di  telinga  Arkhan.

"Aku juga sangat bahagia bisa bersamamu, Sayang," jawab Arkhan sambil  mengelus rambut Bilqis dengan lembut.  Senyum  lebar  terukir  di  wajahnya  saat  menatap  Bilqis.

"Aku sangat mencintai kamu, Kak," lanjut Bilqis.  Matanya  berbinar  saat  menyatakan  perasaannya.

"Aku juga sangat mencintai kamu, Sayang," jawab Arkhan  dengan nada yang  penuh  cinta.

Mereka terdiam sesaat, menikmati keheningan yang menyelimuti mereka.  Tatapan  mereka  saling  beradu,  menceritakan  sejuta  rasa  cinta  yang  tak  terucap.

"Kak, aku ingin kita selalu bersama sepanjang hidup kita," ucap Bilqis dengan nada yang penuh harapan.

"Tentu, Sayang. Aku juga ingin kita selalu bersama sepanjang hidup kita," jawab Arkhan.

"Aku ingin kita membina rumah tangga yang bahagia bersama," lanjut Bilqis.

"Aku juga ingin kita membina rumah tangga yang bahagia bersama. Aku akan selalu menyayangi kamu dan melindungi kamu," jawab Arkhan dengan nada yang penuh  keikhlasan.

Mereka berpelukan erat dan menikmati kehangatan  cinta  mereka.  Pelukan  mereka  sangat  erat,  menyatukan  dua  jiwa  yang  saling  mencintai.

"Kak, terima kasih telah menyayangi aku dan melindungi aku," ucap Bilqis dengan nada yang penuh syukur.

"Aku akan selalu menyayangi kamu dan melindungi kamu, Sayang," jawab Arkhan.

"Aku sangat mencintai kamu, Kak," ucap Bilqis lagi.

"Aku juga sangat mencintai kamu, Sayang," jawab Arkhan.

Mereka tersenyum saling menatap dan kemudian tertidur di teras rumah mereka.  Tidur  mereka  nyenyak,  diiringi  alunan  lagu  cinta  yang  hanya  mereka  yang  tahu.  Mereka menikmati malam yang indah dan tenang bersama.

Seiring berjalannya waktu,  Bilqis dan Arkhan  menjalani  hidup  baru  mereka  dengan  bahagia.  Mereka  saling  mencintai  dan  saling  mendukung.  Mereka  menjalani  hidup  dengan  penuh  kebahagiaan  dan  ketenangan.

Beby Alyssya pun  tumbuh  menjadi  anak  yang  cantik  dan  lucu.  Ia  sangat  mencintai  ayah  dan  ibunya.  Ia  sering  bermain  dan  bercanda  dengan  mereka.

Kehidupan  Bilqis  dan  Arkhan  penuh  dengan  kebahagiaan.  Mereka  sangat  mensyukuri  hidup  yang  telah  mereka  jalani.

Namun,  kebahagiaan  mereka  tiba-tiba  terusik  di  tengah  malam.  Beby  Alyssya  terbangun  dan  menangis  keras.  Tangisannya  membuat  Bilqis  dan  Arkhan  terbangun  dari  tidurnya.

"Alyssya,  kenapa  kamu  nangis?"  tanya  Bilqis  dengan  khawatir.

Bilqis  mendekati  Alyssya  dan  mengendongnya.  Ia  mencoba  menenangkan  Alyssya  dengan  lembut.

"Alyssya  haus,  ya?"  tebak  Bilqis.

Alyssya  menangguk  dengan  lambat.

Bilqis  langsung  memberikan  susu  pada  Alyssya.  Alyssya  menyeruput  susu  dengan  lahap.

Setelah Alyssya kenyang, tangisannya pun berhenti. Bilqis menggendong Alyssya ke ranjang dan membaringkannya di antara dirinya dan Arkhan. Alyssya meringkuk di antara mereka,  mencari  kehangatan  dan  rasa  aman.

Bilqis  dan  Arkhan  saling  berpandangan.  Mereka  tersenyum  saling  menatap,  menikmati  kehangatan  keluarga  kecil  mereka.

"Terima kasih,  Sayang,"  bisik  Arkhan  pada  telinga  Bilqis.

"Untuk  apa?"  tanya  Bilqis  dengan  senyum.

"Untuk  menyayangi  aku  dan  Alyssya,"  jawab  Arkhan.

"Aku  akan  selalu  menyayangi  kamu  dan  Alyssya,"  jawab  Bilqis.

Mereka  kembali  tertidur  dengan  Alyssya  di  antara  mereka.  Mereka  menikmati  kehangatan  keluarga  kecil  mereka.

 Pagi  hari,  Bilqis  sudah  sibuk  di  dapur.  Ia  sedang  menyiapkan  sarapan  untuk  keluarganya.  Aroma  masakan  yang  sedap  tercium  di  seluruh  ruangan.  Bilqis  menikmati  proses  memasak,  ia  merasa  bahagia  bisa  memasak  untuk  orang-orang  yang  ia  cintai.

Tiba-tiba,  ia  merasa  ada  tangan  melingkar  di  pinggang  mungilnya.  Bilqis  terkejut  dan  menoleh  ke  belakang.

"Assalamualaikum,  Sayang,  masak  apa  pagi  ini?"  tanya  Arkhan  dengan  senyum  yang  terpancar  dari  wajahnya.

Bilqis  tersenyum  lebar  mendengar  sapaan  mesra  Arkhan.  Ia  merasa  sangat  bahagia  dan  terharu.

"Waalaikumsalam,  Kak.  Aku  sedang  memasak  nasi  goreng  dan  telur  dadar,"  jawab  Bilqis.

Arkhan  mencium  pipi  Bilqis  dengan  lembut.  "Aku  suka  nasi  goreng  buatanmu.  Enak  sekali,"  ucap  Arkhan.

"Alhamdulillah,  kalau  begitu,"  jawab  Bilqis.

Arkhan  memeluk  Bilqis  dari  belakang.  "Aku  sangat  mencintai  kamu,  Sayang,"  bisik  Arkhan  di  telinga  Bilqis.

"Aku  juga  sangat  mencintai  kamu,  Kak,"  jawab  Bilqis.

Mereka  berpelukan  erat  dan  menikmati  kehangatan  cinta  mereka.

"Kak,  aku  mau  minta  pertolongan  ni,"  ucap  Bilqis.

"Apa  itu,  Sayang?"  tanya  Arkhan.

"Tolong  ambilkan  telur  di  kulkas,"  jawab  Bilqis.

Arkhan  menuruti  permintaan  Bilqis.  Ia  mengambil  telur  di  kulkas  dan  menyerahkannya  pada  Bilqis.

"Terima  kasih,  Kak,"  ucap  Bilqis.

Arkhan  tersenyum  dan  mencium  kening  Bilqis.  "Sama-sama,  Sayang."Aku  akan  menunggu  Alyssya  di  ruang  tamu."

Arkhan  kemudian  menuntun  Alyssya  ke  ruang  tamu.  Ia  menceritakan  cerita  lucu  pada  Alyssya  yang  membuat  Alyssya  tertawa.

Bilqis  tersenyum  melihat  Arkhan  yang  sangat  menyanyangi  Alyssya.  Ia  merasa  sangat  beruntung  memiliki  suami  yang  baik  hati  dan  penyayang.

Bilqis  melanjutkan  memasak  sarapan  dengan  senyum  bahagia.  Ia  merasa  sangat  bahagia  dan  bersyukur  atas  hidup  yang  telah  ia  jalani  bersama  Arkhan  dan  Alyssya.

Mereka  kembali  menikmati  kehangatan  cinta  mereka  sambil  menunggu  sarapan  matang.

 

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang