Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri keluarga dan teman dekat itu benar-benar sesuai apa yang diinginkan pasangan yang kini telah menjadi pasangan pengantin.
Three piece suit berwarna ivory adalah apa yang Liam kenakan, sementara Niall memakai suit senada yang memiliki hiasan bunga kecil di kerahnya. Cincin yang melekat di jari mereka berwarna adalah emas putih dengan desain yang berbeda.
Cincin di jari Niall memiliki deretan permata kecil yang memenuhi seluruh lingkarannya, sementara milik Liam cincin dengan desain minimalis modern yang datar dan polos dengan sebuah permata kecil yang tertanam di tengahnya.
Bunga peony dan baby breath putih adalah yang menjadi dekorasi utama di acara itu , meja yang disediakan terdapat beberapa kudapan dengan wine dan jus buah.
Liam baru saja menanggalkan jas miliknya ketika dirasa terlalu panas untuknya, lagipula sekarang hanya tinggal acara makan-makan dan berbincang. Menyisakan kemeja dengan vestnya yang masih terlihat rapi dengan celana bahan miliknya.
"Papi tadi menanyakan kenapa tidak ada aunty Jaehee." Niall memberitahu Liam yang tengah menyesap wine miliknya.
"Kau menjawab apa?" Tanya Liam setelah menyimpan gelas miliknya.
"Tadi kakek yang menjawab." Karena kebetulan saat Niall makan bersama papinya tadi, ada kakek Huang di sana.
"Kakek mengatakan aunty sedang sibuk dan tak akan kemari."
Liam mengangguk mendengarnya. "Ayah sudah tau kemarin dari papa, ia lebih dulu menyadari ketidak hadiran aunty sejak kedatangan kakek dan nenek." Liam mengingat bagaimana ayah Niall tampak heran melihat nyonya dan tuan Lee hanya datang berdua.
Dan akhirnya Jeno pu menceritakan singkat mengenai Jaehee yang telah mengetahui masa lalu Eric dengan papi Niall.
"Kalian akan pergi honeymoon kemana?" Pertanyaan itu membuat Liam dan Niall menoleh mendapati Guanlin yang hendak mengambil segelas wine di meja yang tak jauh dari tempat Liam dan Niall berdiri.
"Tetap di Paris." Jawab Liam dengan senyumnya, apalagi begitu mendengar respon Guanlin.
"Kalian terlalu menyukai Paris."
Liam terkekeh. "Mungkin nanti aku dan Niall akan pergi ke London."
"Harusnya kalian ke Edinburgh sekalian." Kali ini terdengar suara seorang perempuan yang menatap Niall dengan senyum antusias.
"Kau harus meminta Liam mengajakmu pergi berlibur ke sana sekalian, Niall. Kau harus tau di sana juga tempat yang tak kalah romantis dengan Paris." Ningning menjelaskan dengan bersemangat.
"Kau bisa minum teh dengan romantis di balkon hotel, bangunan di sana indah untuk dijadikan pemandangan. Kau juga bisa makan malam yang intim dengan―"