Start discussing it

184 39 23
                                        

Sore itu Niall mengajak Lilou berjalan-jalan karena hari ini ia senggang, sementara Liam masih harus pergi ke kantor. Dan saat Niall mengajak Lilou bermain Liam menghubunginya.

📞 "Kau ingin makan malam di luar, amour?"

"Kau sudah pulang?" Karena biasanya Liam menanyakan perihal makan malam ketika ia hendak pulang.

📞 "Ya. Dan kalau kau setuju aku akan mencari tempat sebelum menjemputmu."

Mata Niall berbinar. "Aku dan Lilou sedang di luar juga."

📞 "Beritau aku kalian dimana dan aku akan menjemput kalian ke sana."

Setelah keduanya menghabiskan makan malam di luar, keduanya langsung pulang.

"Belum, Lilou." Niall menahan anak anjingnya yang hendak berlari ke dalam rumah, padahal ia baru membuka pintu apartemen itu setengahnya, ditambah tali leher Lilou belum dibuka.

Liam berjongkok, meraih tubuh Lilou lalu membuka benda yang melingkar di leher anak anjing itu.

Tadinya mereka pikir Lilou akan berlarian di dalam rumah, namun ternyata makhluk kecil itu justru bergegas menuju bantal kecil miliknya di pojok lalu bermain dengan boneka kepiting mainannya sebentar sebelum kemudian berbaring. Liam dan Niall terkekeh melihat Lilou yang tampak kelelahan.

Meninggalkan Lilou yang terlihat mengantuk, Liam dan Niall pun berjalan masuk ke ruang tengah.

"Aku lupa menanyakan ini, kemarin kau berbicara apa dengan kakek? Kakek terlihat menghindarimu setelah kalian berbicara." Niall penasaran hal ini sejak menyadari ada yang terjadi dari percakapan Liam dengan kakek Huang.

Liam ikut duduk di samping Niall. "Aku menanyakan alasan ia sebelumnya sulit diajak ke Paris."

"Ia tak nyaman dengan pertanyaanmu?" Tanya Niall lagi.

"Ya, karena kakek langsung mengalihkan pembicaraan." Kemarin saat kakeknya melakukan itu, Liam menyadari bahwa kakeknya sedang mengalihkan pembicaraan, dan karena itulah juga Liam berhenti mempertanyakan.

Kakeknya tak nyaman dengan pembahasan itu, dan Liam pikir sepertinya buruknya suasana hati kakeknya kemarin pun ada hubungannya dengan alasan itu.

"Aku akan membersihkan diri lebih dulu." Liam beranjak hendak menuju kamarnya, dan baru saja ia meraih pintu, suara Niall menahannya.

"Oh?! Liam." Niall teringat sesuatu, dan ia segera beranjak menuju meja makan untuk mengambil barang.

"Tadi pagi aku tak sengaja bertemu Zach dan ia memberikan ini. Tadinya ia ingin menitip juga untuk baba tapi aku mengatakan hari ini kita tidak ada jadwal ke rumah baba." Niall menunjukkan paper bag berukuran sedang, dari luar pun Liam tau bahwa itu berisi berbagai biskuit.

Dahi Liam berkerut bingung, karena Niall bisa bertemu Zach sementara anak itu sudah beberapa hari sulit dihubungi olehnya dan Damien. "Dimana kalian bertemu? Anak itu sudah beberapa hari ini tak bisa dihubungi olehku dan Damien."

"Di dekat sini." Jawaban Niall semakin membuat Liam merasa bingung, karena artinya ia pun sebenarnya memiliki kesempatan bertemu dengannya mengingat mereka berada di lingkungan yang sama.

Niall yang menyadari raut wajah Liam yang terlihat kebingungan pun bertanya. "Bukankah kau biasa bertemu Zach dan Damien saat senggang di kantor?"

"Akhir-akhir ini tidak, Damien sedang sering bepergian ke Italy untuk urusan pekerjaannya dan Zach mendadak jarang menghubungiku dan sulit dihubungi." Jawab Liam, meski sebenarnya ia keheranan tapi ia mencoba berpikir bahwa memang kebetulan Zach sedang sibuk dan pagi tadi hanya kebetulan biasa ia bertemu Niall.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang