Its fragility

163 47 25
                                        

Tuan Huang baru kembali dari tempat golf dengan beberapa kenalannya, dan ketika ia tiba di rumah ia mendapati putranya menghubunginya. Ia mengerutkan dahinya, karena seingatnya pagi tadi Renjun memberitahunya bahwa hari ini ia memiliki acara di rumah keluarga Jeno. Kenapa di tengah acara Renjun menghubunginya?

Begitu ia menerima panggilan, bahkan sebelum ia menyapa Renjun. Suara Renjun sudah lebih dulu terdengar―ada ketergesaan di suaranya.

📞 "Ayah, jangan biarkan papi Niall―" Renjun berdecak menyadari kalimatnya yang terasa berantakan.

📞 "Jangan biarkan keluarga Jeno menemui papi Niall, jangan biarkan papi Niall tau kejadian hari ini." Suara Renjun terdengar lemah sekaligus tergesa, tuan Huang masih mengerutkan dahinya.

📞 "Aku mohon." Renjun nyaris terisak di seberang sana.

"Iya. Tapi kejadian apa?" Tuan Huang ingin tau kejadian apa yang hingga melibatkan Niall tapi membuat Renjun terdengar begitu frustasi.

📞 "Orang-orang ayah bisa bukan?" Renjun justru bertanya ulang hal itu.

Mendengar bagaimana Renjun meminta, hingga berulang seperti ini akhirnya Tuan Huang memutuskan mengikuti permintaan putranya itu lebih dulu baru nanti akan menanyakan semuanya.

"Bisa, Renjun. Aku akan menghubungi mereka sekarang juga." Tuan Huang menenangkan Renjun.

Tanpa mematikan sambungan teleponnya dengan Renjun, tuan Huang mengirim pesan pada beberapa orang-orangnya untuk melakukan apa yang Renjun katakan tadi.

Selagi tuan Huang mengirim pesan, ia bisa mendengar Renjun yang sedang mengatur nafasnya seolah ia baru saja berlari.

"Aku meminta mereka mengawasi papi Niall, dan jika melihat salah satu keluarga Jeno mendekat ke sekitar mereka aku minta mereka melakukan apapun untuk menghalanginya." Tuan Huang kembali berbicara pada Renjun yang terdengar lega.

📞 "Ya."

📞 "Jangan biarkan Jaehee menemuinya." Kali ini suara Renjun terdengar lirih.

"Kau belum ingin memberitahuku?" Tuan Huang harap Renjun kali ini sudah mau memberitahunya.

📞 "Jaehee memarahi Niall, ia juga terlihat akan berusaha melakukannya pada papi Niall."

"Karena?"

Ada jeda cukup lama sebelum Renjun menghela nafasnya.

📞 "Aku tidak tau kenyataannya, tapi papi Niall pernah berada di situasi sulit dan mengambil pekerjaan buruk dengan terpaksa. Eric pernah membantunya. Tapi Jaehee―"

"Aku mengerti." Sekarang tuan Huang bisa membaca apa yang terjadi dari sebagian cerita Renjun. Ia juga bisa mengerti kenapa Renjun sepanik itu atas papi Niall.

Renjun tak ingin papi Niall berhadapan dengan Jaehee yang tak pernah berpikir panjang ketika ingin menginjak seseorang, dan Renjun khawatir papi Niall akan jauh lebih terluka darinya dulu. Renjun sudah tau rasanya, dan ia tak ingin orang lain merasakan hal serupa.

Ditambah orang ini adalah orangtua Niall, kekasih putranya. Ini akan menjadi luka berkepanjangan jika papi Niall sampai tau masalah ini apalagi jika bertemu Jaehee.

"Jeno bersamamu?" Tanya tuan Huang, ingin memastikan Jeno tetap bersama Renjun.

📞 "Ia baru saja keluar untuk menghubungi Liam agar pulang."

"Liam dan Niall masih di tempat itu?"

📞 "Aku tadi meminta pulang pada Jeno lebih dulu."

Setelah itu panggilan mereka berakhir saat Renjun mengatakan akan menghampiri Jeno, tuan Huang pun baru akan beranjak ketika ia mendengar pelayan mengatakan kedatangan Liam.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang