Belated guilt

71 25 3
                                        

Setelah bersitirahat di tempat Liam sehari, keesokan harinya kakek Huang serta orangtua Liam ganti mengajak Liam dan Niall untuk ke rumah mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah bersitirahat di tempat Liam sehari, keesokan harinya kakek Huang serta orangtua Liam ganti mengajak Liam dan Niall untuk ke rumah mereka.

"Kemarin Hami dan Lauren yang membantu mencetak fotonya, dan Jeno membeli bingkainya semalam dengan Liam." Ujar Renjun pada ayahnya ketika melihat anak-anak itu mulai memasang beberapa bingkai foto mereka di salah satu bagian dinding rumah yang kosong―seperti di rumah Renjun dan Jeno yang memiliki satu bagian dinding rumah yang diisi banyak foto keluarga mereka.

Mereka baru menambahkan beberapa hiasan tambahan di rumah, agar tempat itu lebih nyaman untuk ditempati dan lebih mirip dengan rumah Renjun dan Jeno.

Setelah selesai memasang bingkai yang berisi potret mereka semua yang ada di sana dalam berbagai acara juga waktu yang berbeda, Renjun pun menuju dapur dan mengatakan akan membawa makanan ringan juga buah. Dibantu Hami juga kakek Huang yang menyusul.

Sementara Niall masih menyusun beberapa buku bacaan, majalah serta yang lainnya untuk mengisi ruang di rak. Papa baru menyimpan vas dengan bunga carnation putih, dan Liam yang baru selesai memasang bantal kecil di sisi sofa menemukan ponsel tunangannya yang ada di atas meja menyala.

"Niall, ponselmu." Liam memberitahu, sambil mengerutkan dahinya melihat nama uncle Eric yang tertera di layar ponsel Niall.

"Uncle ya?" Niall mendekati Liam hanya untuk melihat ponselnya dan meringis begitu melihat nama itu.

Liam melihat bagaimana Niall yang mengabaikan panggilan itu. "Ia masih sering melakukannya?"

"Tidak sering, sepertinya ia juga khawatir aku risih. Tapi dalam satu hari pasti ada satu kali uncle mencoba menghubungiku." Ungkap Niall. Kemudian ia menatap ragu pada Liam lalu bertanya.

"Itu tidak apa kan?" Maksud Niall adalah mengenai ia yang terus mengabaikan semua panggilan dari Eric.

"Itu lebih baik dilakukan." Liam mengangguk meyakinkan. "Papa sudah memberitahumu agar melakukan itu."

Jeno yang mendengar ia disebut pun menoleh untuk kemudian mengetahui apa yang dibicarakan anaknya.

"Mulai hari ini lebih baik memberi jarak seperti ini." Jeno kembali meyakinkan Niall bahwa memang untuk saat ini keputusan yang mereka ambil sekarang adalah yang paling benar.

Niall mengangguk paham, tapi ia penasaran satu hal. "Hubunganmu dengan uncle juga memburuk?"

Jeno mengedikkan bahunya. "Ia merasa bersalah padamu, Niall. Itulah kenapa ia mencoba meminta maaf padamu dan sering menghubungimu."

"Aku dan ia tak sesering itu saling terhubung. Dan tak ada yang berubah juga antara aku dengan Eric, ini tetap sama." Ini yang Jeno rasakan terhadap Eric, ia tak merasa ada yang berubah.

Teguran Jeno hari itu pada Jaehee adalah yang wajar ia lakukan, termasuk pada Eric juga. Dan menurutnya Eric pun akan mengerti itu, mengingat Jaehee telah mengusik kekasih dari putra Jeno.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang